3 Kuliner Legendaris Khas Karangasem, Lezatnya Tak Diragukan Lagi!

Diposting pada

Karangasem

Pelesiran ke Kabupaten Karangasem, jangan sampai ketinggalan mencicipi kuliner legendarisnya. Setidaknya ada 3 kuliner legendaris di Karangasem yang telah ada dan terkenal sejak tahun 90-an. Di antaranya ada sate serapah, pepes ikan marlin, dan belayag Mek Sambru.

Simak yuk ulasan 3 kuliner legendaris khas Karangasem berikut ini.

1. Sate Serapah Sejak 1982



Rumeneh saat menyajikan satu porsi sate serapah khas KarangasemRumeneh saat menyajikan satu porsi sate serapah khas Karangasem Foto: Selamat Juniasa

Sate serapah yang dijual oleh Rumeneh (63) yang saat ini berjualan di Banjar Dinas Ujung Hyang, Desa Tumbu, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem setiap harinya tidak pernah sepi pembeli sebab rasanya terkenal sangat enak dan gurih. Pelanggannya bukan hanya dari wilayah Kecamatan Karangasem saja, tapi juga dari kecamatan lain yang rela datang hanya untuk pembeli sate serapah milik Rumeneh.

Rumeneh mengaku bahwa ia sudah mulai berjualan sate serapah sejak tahun 1982 saat ia masih berusia 23 tahun dan sampai saat ini ia punya anak dan cucu. Kini Rumeneh telah membuka warung kecil di di wilayah Desa Tumbu yang buka setiap hari mulai pukul 11.00 Wita sampai pukul 17.00 Wita.

Untuk harga satu porsi sate serapah milik Rumeneh dibanderol dengan harga mulai dari Rp 10 ribu, tapi kalau mau pesan dengan harga lebih dari itu juga diperbolehkan.

2. Pepes Ikan Marlin Sejak 1950

Satu porsi pepes ikan marlin milik Bu Ribu yang sudah melegenda sejak tahun 1950. Ini salah satu kuliner legendaris khas Karangasem, Bali.Satu porsi pepes ikan marlin milik Bu Ribu yang sudah melegenda sejak tahun 1950. Ini salah satu kuliner legendaris khas Karangasem, Bali. Foto: Selamat Juniasa

Pepes ikan marlin milik Ni Nyoman Mariani (52) atau yang lebih dikenal dengan nama Bu Ribu sudah sangat familiar di telinga masyarakat yang ada di Banjar Dinas Mendira, Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem bahkan yang ada di luar daerah. Pasalnya pepes ikan marlin tersebut sudah berdiri sejak 1950.

Baca Juga :   Hospitality Imigrasi, Wajah Negeri | BALIPOST.com

Ni Nyoman Mariani atau Bu Ribu mengatakan bahwa ia merupakan generasi ketiga olahan ikan marlin tersebut. Tapi terkait dengan cita rasa dan yang lainnya masih sama seperti saat baru pertama kali di buka di tahun 1950 oleh neneknya. Sehingga sampai saat ini pelanggannya masih sangat banyak bahkan cenderung terus bertambah.

Dalam satu porsi dibanderol dengan harga Rp 30 ribu. Selain berisi pepes, juga berisi sate, sup dan juga nasi. Pepes sendiri bahan utamanya ikan marlin sebab tidak ada ikan yang lain lagi yang bisa digunakan. Sehingga dalam sehari ia mengaku bisa menghabiskan lebih dari 30 kilogram ikan marlin.

Simak Video “Keren! Siswa SMK Korpri Ciptakan Tricycle Tenaga Surya
[Gambas:Video 20detik]

Artikel ini bersumber dari : www.detik.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *