5 Objek Wisata Unik di Sragen, Salah Satunya Ada Gamelan dari Batu – Solopos.com

SOLOPOS.COM – Sejumlah warga berkerumun di mulut gua untuk melihat gua dan berfoto bergantian di mulut gua saat pembukaan Gua Mangkubumi sebagai objek wisata sejarah yang diinisiasi warga Dukuh Gebang Kota, Desa Gebang, Masaran, Sragen, Minggu (24/10/2021). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Kabupaten Sragen menyimpan sejumlah objek wisata unik yang kadang tak semua orang tahu apa dan di mana lokasinya. Sebagian objek wisata ini sudah dikelola dengan baik, sebagai lainnya masih belum tergarap dengan optimal.

Objek wisata ini bisa jadi rujukan alternatif bagi Anda yang ingin healing di akhir pekan ini dan bosan dengan objek wisata yang mainstream.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Berikut ini lima objek wisata unik di Sragen versi Solopos.com:

1. Sendang Kun Gurit

Sendang Kun Gerit menjadi objek wisata baru di bawah pengelolaan BUMDes Sumber Rejeki, Jatibatur, Kecamatan Gemolong, Sragen, Senin (15/8/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen kini memiliki destinasi wisata anyar bernama Sendang Kun Gerit. Objek wisata yang baru dibuka pada 1 Juli 2022 lalu ini ramah bagi semua umur.

Objek wisata air ini dibangun dengan dana gotong royong warga sekitar Rp2 miliar dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Rejeki Jatibatur. Di lokasi ini ada pemandian seluas 764 meter persegi berbentuk U. Airnya alami dari mata air di sekitarnya.

Baca Juga: Babat Alas Ki Kebo Kenanga Lahirkan Kampung Batik Kliwonan, Pilang dan Pungsari

Dengan pemandangan alam perbukitan yang hijau, pengunjung Sendang Kun Gerit bisa bersantai setelah berenang.

Objek wisata ini dikonsep pemandian tradisional tempo dulu dengan arsitektur klasik beserta properti pendukung lainnya, seperti gazebo, rumah limasan, resto yang dikemas dengan tema tempo dulu,” ujar Direktur BUMDes Sumber Rejeki Jatibatur, Sudiman, saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (15/8/2022).

Yang bikin untik dari objek wisata ini adalah pengunjung bisa berjualan di sini. Jadi, pengunjung bisa healing sekaligus cari duit.

2. Gua Mangkubumi

Gua kuno yang jadi petilasan Pangeran Mangkubumi di Dukuh Gebangkota, Desa Gebang, Masaran, Sragen, Minggu (19/9/2021).(Moh. Khodiq Duhri/Solopos)
Gua kuno yang jadi petilasan Pangeran Mangkubumi di Dukuh Gebangkota, Desa Gebang, Masaran, Sragen, Minggu (19/9/2021).(Moh. Khodiq Duhri/Solopos)

Gua Mangkubumi di Dukuh Gebang Kota, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Sragen tengah dikembangkan menjadi objek wisata yang menarik. Adanya jejak sejarah Pangeran Mangkubumi di gua tersebut menjadi nilai jual utama.

Selain faktor sejarah, ada sejumlah keunikan lain yang mungkin tidak banyak orang tahu tentang Gua Mangkubumi. Yakni adanya batu yang konon tak bisa dipindah.

Baca Juga: Jejak Pantai Purba di Daratan Miri Sragen

Batu yang dikeramatkan warga itu berada di dekat Gua Mangkubumi. Warga sempat berupaya memindahkan batu berdiameter sekitar satu meter itu agar tak menghalangi jalan.

Namun, saat hendak diangkat, ekskavator yang didatangkan warga tak kuat mengangkatnya. Karena sulit diangkat, akhirnya warga berinisiatif memanggil tukang pemecah batu.

“Tukang pemecah batu itu sempat datang ke sini. Namun, ia hanya menengok batu itu dan tidak mau memecah batu itu. Bagi warga sekitar, batu itu akhirnya jadi misteri karena tidak bisa dipindah,” kata Tumin, 55, warga Desa Gebang, saat diwawancara Minggu (19/9/2021).

3. Kandang Wayang Jenar

desa tertinggal di sragen kandang wayang sragen
Para warga Dukuh/Desa/Kecamatan Jenar, Sragen, melakukan pembenahan di lingkungan Kandang Wayang Jenar, Sragen, Sabtu (26/3/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Salah satu objek wisata unik  di Sragen yang menyimpan cerita budaya adalah Kandang Wayang Jenar. Tempat wisata yang sempat viral ini berlokasi di Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen.

Mengutip dari sejumlah sumber, Kandang Wayang Jenar bisa dikatakan objek budaya tersembunyi yang memiliki daya tarik tersendiri. Tempat ini cukup lama terbengkalai, yang kemudian mulai direkonstruksi kembali secara bertahap.

Baca Juga: Hiii…Ada Mumi Mamasa dan Manusia Flores di De Tjolomadoe Karanganyar

Penampilan awalnya yang hanya tampak bongkahan batu di areal kawasan Desa Jenar, Setelah diteliti lebih dalam, rupanya menyimpan sesuatu di baliknya. Belakangan diketahui batu-batu itu bukan batu biasa.

Melainkan gamelan dan wayang yang memang terbuat dari batu. Ukiran batunya yang masih kasar, membuat batu-batu tersebut sulit untuk dikenali.

4. Air Terjun Kedung Grujug

air terjun kedung grojog sragen
Air terjun Kedung Grojog di antara Desa Soko dan Desa Doyong, Miri, Sragen. (jatengprov.go.id)

Desa Soko di Kecamatan Miri, Sragen, menjadi satu dari tiga desa yang akan dikembangkan Pemkab untuk mendukung wisata Gunung Kemukus. Tak banyak yang tahu bila di sekitar Desa Soko terdapat objek wisata unik  yang oleh beberapa orang disebut sebagai potongan surga tersembunyi. Spot itu adalah Air Terjun Kedung Grujg.

Desa Soko berada sekitar 33 km dari ibu kota Kabupaten Sragen dan memiliki potensi yang bagus di bidang pertanian dan pertambangan. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan agrobisnis dan pertambangan.

Di dekat Desa Soko terdapat air terjun yang tak banyak orang tahu. Namanya Kedung Grujug. Air terjun yang berada di antara Desa Soko dan Doyong ini belum tergarap sehingga masih sepi pengunjung.

5. Rumah Gunungsono

objek wisata unik sragen
Pengunjung objek wisata Gunungsono melihat pemandangan alam WKO dari bukit yang terletak di wilayah Dukuh Gunungsono, Desa Gilirejo, Miri, Sragen, Jumat (1/4/2022). (Solopos/Tri Rahayu)

Rumah Pohon Gunungsono yang dikelola pemuda di Dukuh Gunungsono, Desa Gilirejo, Kecamatan Miri, Sragen, Jawa Tengah, menjadi semacam “mutiara” di tengah area terpencil di pinggir Waduk Kedung Ombo (WKO). Dari rumah pohon itu wisatawan bisa melihat pemandangan indah WKO bak Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga: Pemkab Sragen akan Tambah Jarak Sangirun Night Trail di Tahun Depan

Objek wisata baru di Sragen itu baru dikembangkan sejak tiga tahun terakhir oleh pemuda yang yang tergabung dalam Karang Taruna Irrdelas Gunungsono. Mereka berharap Gilirejo bisa menjadi desa wisata karena memiliki potensi yang dapat dikembangkan.

Ketua Karang Taruna Irrdelas Gunungsono, Wahyu Noto Santoso, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (1/4/2022), mengungkapkan wisata Gunungsono Sragen dikembangkan dengan konsep rumah pohon. Dari rumah pohon itu pengunjung dapak menyaksikan panorama keindahan alam yang begitu menawan.

“Ada rumah-rumahan dengan atap alang-alang kering yang bisa digunakan bersantai sambil menikmati keindahan alam. Awal-awal buka cukup ramai, tetapi sepi setelah ada pandemi Covid-19. Sekarang dibuka lagi, tetapi belum ramai karena akses jalannya yang rusak dan cukup jauh. Kami berharap ketika akses masuk diperbaiki maka bisa mendatangkan pengunjung,” ujarnya.

Artikel ini bersumber dari : www.solopos.com.

Tinggalkan komentar