7 Tempat Wisata di Gianyar Berbasis Desa Wisata, Mulai dari Desa Wisata Rintisan Hingga Maju

1. Desa Batuan

Desa wisata Batuan merupakan desa yang terletak di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali sekitar 10km dari Ubud ke selatan. Disebutkan bahwa Desa Batuan merupakan salah satu dari desa tua yang ada di Bali. Meskipun masih masuk dalam kategori rintisan, tetapi desa ini mempunyai warisan budaya yang sangat lengkap dalam keberagaman. Di desa ini terdapat kelompok masyarakat yang memiliki pekerjaan di berbagai bidang seni, seperti seni lukis, seni pahat patung, seni topeng, seni pahat batu, seni ukir kulit, tenun dan kerajinan kayu. Hal tersebut masih mereka lakukan karena sebagai bentuk Yadnya (persembahan suci dan ikhlas kepada sang maha pencipta).

Atraksi wisata yang dapat di nikmati di salah satu tempat wisata di Gianyar ini adalah wisata budaya, seperti rejang sutri, tari gambuh, wayang wong, genggong, tari baris jaga, tari panyembrahma, Arja, wayang kulit, Baleganjur, mepeed dan masih banyak lagi. Selain itu, wisatawan juga dapat belajar melukis gaya batuan dengan biaya mulai dari Rp150.000, seni ukir dan pahat, mulai dari Rp100.000.

Terdapat juga wisata alam di Desa Batuan, seperti Pura Puseh dan Rumah Bali Kuno. Produk wisata dari desa yang satu ini juga sangat banyak, beberapa di antaranya, seperi panggul, papan catur, lukisan telur, orgonite dsb. Harganya bervariasi, yaitu mulai dari Rp50.000 hingga jutaan rupiah. Anda juga bisa mencicipi kuliner seperti jajan gopel yang harganya Rp1.000, jamu dan lawar.

2. Desa Kedewatan

Dilansir dari Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten Gianyar, Desa yang terletak di Kecamatan Ubud ini memiliki keunggulan di budayanya juga. Di sini sudah berdiri berbagai hotel skala kecil sampai hotel berbintang. Selain itu, Anda dapat menguji adrenalin dengan mencoba arum jeram Sungai Ayung yang berada di sebelah barat desa. Disebutkan bahwa setiap harinya desa ini banyak dilalui oleh wisatawan asing dan lokal karena memang tempatnya yang strategis karena Desa Kadewatan adalah jalur wisata menuju Kintamani, Ubud dan Batubulan.

Jika berbicara tentang Desa Kadewatan, maka yang tidak boleh dilewatkan yang utama adalah nasi campurnya yang enak. Beberapa tempat yang dapat Anda kunjungi jika ingin mencicipi nasi campur Kadewatan, seperti Warung Mardika, Jero Mangku, Ibu Agung dsb.

Desa Kadewatan merupakan salah satu desa adat yang masih memiliki alam yang asri, udaranya yang segar serta masyarakatnya yang ramah. Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir akan merasa tidak nyaman jika berkunjung ke sini. Di sini Anda juga dapat melihat desain arsitektur asli tradisional Bali yang dimiliki Desa Kadewatan, tarian kuno seperti drama Calonarang yang berjudul Kunti Sraya serta alunan musik gamelan. Berbagai kegiatan kreatif, seperti mengukir dan melukis juga ada di sini.

Artikel ini bersumber dari : m.liputan6.com.

Tinggalkan komentar