Anyaman Kepala Meudeng Raih Emas FLS2N

Diposting pada

“Kepala mewakili pemikiran, warna tridatu menjadi ciri khas Bali sebagai simbol kemahakuas akan Tuhan sebagai pencipta, pemelihara dan pelebur,”

I Komang Dika Hadi Pranata, 12, siswa kelas VI SDN 1 Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar meraih medali emas Festival dan Lomba Seni Siswa Tingkat Nasional (FLS2N) tingkat SD. Dika menampilkan kriya anyam mengangkat kearifan lokal Bali yang berpotensi go internasional.

Anak bungsu tiga bersaudara dari pasutri I Made Wiguna dan Ni Wayan Yuliasih ini membuat anyaman siluet kepala yang dihiasi udeng. Bahan yang dipergunakan berupa rautan bambu yang dianyam dengan teknik tapak dara dipadukan dengan kabeltis merah, hitam dan putih sebagai simbol tridatu. Hasil karyanya ini dilengkapi dengan kabel dan bola lampu sehingga menjadi lampu meja yang bernilai seni.

Ditemui di SDN 1 Pejeng, Sabtu (24/9), Dika mengaku memang senang membuat anyaman bambu. “Sebelum TK, saya sudah senang buat anyaman ogoh-ogoh dan layang-layang,” ujarnya siswa asal Banjar Guliang, Desa Pejeng ini.

Maka itu ketika ada informasi lomba, Dika semangat untuk belajar. Bahkan Dika beserta para guru belajar khusus pada seniman spesialis anyaman bambu di Tampaksiring. “Meski bisa menganyam, untuk lomba ini Dika banyak belajar dari pakar didampingi guru-guru,” ungkapnya. Setelah belajar mengalami, Dika mulai mengerjakan sendiri siluet ini selama beberapa hari. Proses itulah kemudian didokumentasikan sebagai syarat lomba yang digelar secara daring. Seleksinya bertahap mulai bersaing tingkat kecamatan, kabupaten,provinsi hingga mewakili Bali ke nasional. “Astungkara di FLS2N bisa juara,” ungkapnya senang.

Selain dukungan sekolah, Dika merasa bersyukur kedua orangtuanya yang hanya bekerja serabutan turut memberikan semangat. “Di rumah, orangtua selalu mendukung. Saya diberikan waktu leluasa untuk belajar maupun bermain,” ungkapnya yang bercita-cita menjadi atlet Basket ini.

Baca Juga :   Batam Sambut Penerbangan Carter dari Korea Selatan Bulan Oktober

Berbekal prestasi Nasional, Dika pun berharap bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah favoritnya SMPN 1 Gianyar. “Mulai kelas 4, guru selalu menyarankan agar aktif ikut lomba. Biar punya tiket prestasi sehingga bisa memilih sekolah favorit,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Kepala SDN 1 Pejeng, I Gusti Ayu Pramita Dewi bahwa anak didiknya memang diarahkan untuk aktif ikut kompetisi. “Kami di sekolah punya koordinator lomba. Jadi setiap ada informasi lomba, ada yang mengkoordinir,” jelasnya. Selain Dika, siswanya juga meraih juara I dan juara favorit Lomba Cipta dan Baca Puisi yang diselenggarakan Forum Anak Daerah Gianyar baru-baru ini. “Era digital ini kita manfaatkan untuk ikut lomba macem-macem di tingkat nasional. Targetnya memang biar anak kelas 4-6 dapat tiket prestasi. Sehingga mudah pilih sekolah di luar zona,” jelas Gusti Ayu Pramita.

Koordinator lomba sekaligus guru pendamping, Anak Agung Istri Sayang Setia Dewi, 36, menjelaskan dimensi siluet ini 40 cm x 40 cm. “Kepala mewakili pemikiran, warna tridatu menjadi ciri khas Bali sebagai simbol kemahakuas akan Tuhan sebagai pencipta, pemelihara dan pelebur,” jelasnya. Anyaman ini menghabiskan dua bilah bambu ukuran 1 meter. Kedepan seandainya memungkinkan, anyaman ini akan diproduksi banyak. “Ibu kepala juga ingin ada ekstra menganyam. Sehingga nanti bisa hasilkan produk, bernilai ekonomi,” ujarnya. Terlebih sekolah ini rutin dikunjungi travel yang mengajak beberapa turis, diharapkan hasil karya anak-anak bisa menjadi daya tarik tersendiri. “Ada kunjungan rutin hasil kerjasama kita dengan travel. Mereka datang bawa turis ke sekolah lihat kondisi dan ngajar bahasa Inggris. Kedepan, kami juga ingin punya tempat eksibisi,” imbuh Kasek Gusti Ayu Pramita. *nvi


Artikel ini bersumber dari : www.nusabali.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *