Asal-Usul Nama Odading, Ternyata dari Ucapan Spontan Nyonya Belanda

BANDUNG, iNews.id – Bagaimana asal usul nama odading? Makanan yang sempat viral ini ternyata punya cerita menarik di balik namanya.

Odading merupakan makanan ringan khas Jawa Barat terbuat dari tepung terigu, telur dan gula pasir. Makanan ini sering disebut sebagai roti goreng. 

Odading memiliki rasa yang manis dengan tekstur garing di luar dan lembut di dalam. Panganan ini biasa dimakan saat sarapan atau sebagai pendamping kopi di sore hari. 

Jajanan pasar ini bisa ditemukan di berbagai daerah Indonesia, terutama Bandung. Biasanya odading dijual bersama cakwe. Bisa menemukannya di toko kue, pasar atau pedagang gerobak di pinggir jalan.

Berbagai daerah memiliki penyebutan berbeda untuk roti goreng ini, seperti Kue Bantal (Jakarta), Galundeng (Yogyakarta), Gembukan (Solo), Bolang Baling (Semarang), Golang-galing (Banyumas), Roten (Tegal) dan sebagainya.

Kudapan ini juga pernah viral. Seorang artis Instagram bernama Ade Londok mempromosikan odading milik Mang Oleh lewat video dengan kata-kata kasar, nyeleneh, lucu dan ngegas di media sosial. 

Tak disangka banyak orang yang menyukai caranya berpromosi. Usaha odading Mang Oleh pun seketika langsung diserbu pembeli. Berkat video viral itu, odading menjadi lebih dikenal dan digandrungi masyarakat Indonesia.

Berikut penjelasan asal-usul nama odading:

1. Berasal dari Jawa Barat

Telah ada sejak zaman kolonial Belanda di Jawa Barat. Kala itu, tepung terigu sedang digandrungi masyarakat Indonesia sebagai bahan makanan. 

2. Ucapan Spontan Nyonya Belanda

Dilansir dari buku berjudul, 9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing karangan Alif Danya Munsyi menyenbutkan, asal usul nama odading bukan dari bahasa Indonesia. Melainkan berasal dari kata serapan orang Belanda.

Kisahnya, ada seorang penjual kue yang menjual kue tak bernama. Kue tersebut terbuat dari adonan terigu dicampur gula dan digoreng lurus-lurus. Penjual itu berkeliling menjajakan dagangannya menggunakan nyiru.

Suatu hari, sinyo (anak laki-laki) Belanda melihat si penjual kue dan ingin membeli kue tak bernama itu. Dia merengek kepada maminya, “Mammie, koop dat voor mij (Mama, belikan itu untukku).” Si penjual kue dipanggil sang mami dan disuruh membuka daun pisang yang menutupi nyiru.

“O, dat ding? (Oh, benda itu?)” kata sang mami penasaran dan menunjuk kue tak bernama itu. 

3. Nama Unik dan Lucu

Penjual kue menganggap kata itu unik dan lucu. Dia kemudian pulang dan berkata kepada ibunya bahwa kue itu sekarang bernama odading. Jadilah, adonan terigu manis goreng itu dikenal dengan nama odading sampai sekarang.

Setelah mengetahui asal usul nama odading, apakah tertarik untuk membuat kudapan ini di rumah? Bahan dan alat yang digunakan sangat mudah dan terjangkau. Silakan mencobanya.

Editor : Kurnia Illahi

Bagikan Artikel:


Artikel ini bersumber dari : jabar.inews.id.

Tinggalkan komentar