Batik Lasem, Batik Khas Rembang Hasil Perpaduan Kultur

TEMPO.CO, Jakarta – Jawa Tengah punya batik pesisir yang popular: batik Lasem, Kabupaten Rembang. Layaknya karakter batik pesisir, batik Lasem cerah dan penuh warna. Warna merah, biru, soga, hijau, ungu, hitam, krem, kuning muda, dan putih mendominasi batik Lasem. Batik ini dipilih sebagai cinderamata untuk Tourism Working Group, salah satu bagian dari rangkaian acara G20. 

Menurut buku Babad Lasem dalam laman infobatik, batik Lasem masih ada kaitan sejarahnya dengan kedatangan Laksamana Cheng Ho, laksamana asal Negeri Cina. Salah satu anak buahnya bernama Bi Nang bersama istrinya Na Li Ni memutuskan tinggal di Bonang, Rembang. 

Banyak orang yang menganggap Na Li Ni menjadi orang pertama yang menciptakan kain batik bercorak naga, burung hong, dan khas Tiongkok lainnya. Kemudian, ia mengembangkan batik Lasem ke seluruh Nusantara. 

Motif Khas 

Melalui laman resmi Provinsi Jawa Tengah, batik Lasem memiliki motif yang berbeda-beda juga melambangkan sesuatu atau harapan. Ada empat motif utama yang menjadi ikon yakni motif burung hong, naga, gunung ringgit, dan watu pecah. 

batik lasem

Gunung Ringgit bermakna uang banyak seperti gunung. “Sehingga yang memakai batik ini diharapkan punya rejeki banyak, kata pembatik Tasini yang telah membatik sejak masih kanak-kanak. 

Ada juga latohan, tanakam yang tumbuh di laut. “Juga Sekar Jagad Tiga Negeri yang berarti perdamaian,” ujar perempuan berusia 52 tahun itu.

Tasini menjelaskan perbedaan batik Lasem dengan batik dari daerah lain, adalah warna merah yang biasa tampak mendominasi budaya Tiongkok.

Proses pembuatan batik dimulai dengan membuat motif di dasar batik, kemudian digambar menggunakan canting, lalu diblok dengan malam. Berikutnya masuk tahap pewarnaan, kemudian direbus.

Proses ini membutuhkan waktu setidaknya satu bulan sampai menjadi selembar kain batik Lasem. Apalagi pewarnaan harus dilakukan minimal empat kali agar menghasilkan warna yang kuat.


BALQIS PRIMASARI 

Baca juga: Batik Lasem dari Rembang Akan Jadi Cinderamata Acara G20


Artikel ini bersumber dari : gaya.tempo.co.

Tinggalkan komentar