Bermain Cahaya dan Merespons Ruang dalam ‘Jawimajinasi’

Diposting pada

REMBANG petang, kawasan Kota Lama Semarang makin ramai, Sabtu (1/10). Semburat jingga menyapu kawasan yang kini jadi primadona wisata Kota Semarang ini. Di salah satu lorong nan dikenal sebagai Gang Rumah Akar, sejumlah pengunjung asyik berfoto di depan instalasi nan berjajar sepanjang gang.

Instalasi foto yang merupakan bagian dari pameran foto Jawimajinasi itu berbentuk segi empat, terbuat dari bahan backlight. Dua foto cerita dicetak di atasnya, disusun menjadi kolase. Cahaya neon nan berpendar dari dalam kotak, bak menghidupkan foto-foto itu. “Display ini terinspirasi dari neonbox. Ini kali pertama kami menampilkan foto dengan cara seperti ini,” ujar kurator pameran Ismar Patrizki kepada Merahputih.com di kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu (1/10).

BACA JUGA:

Dukung ‘Kebaya Goes To UNESCO’ Lewat Pameran Foto ‘Kebaja Saja’

Foto cerita tentang Sangiran, wisata Bandungan, kriya perajin gamelan, wilayah konservasi Karimunjawa, wisata balon udara di Wonosobo, serta foto abdi dalem berukuran life-size merupakan beberapa yang dipamerkan di sepanjang Gang Rumah Akar. Instalasi yang dipasang di sepanjang Gang Rumah Akar tersebut bak sebuah lorong yang membawa pengunjung pelesir ke destinasi menarik di Jawa Tengah. Semuanya berwarna nan menarik.


Permainan cahaya dan respons ruang dengan menghadirkan foto cerita pada sebuah instalasi ala neonbox merupakan sebuah cara cerdik untuk menyampaikan gagasan pameran ini. Layaknya sebuah neonbox sebagai sarana promosi, pameran ini pun demikian. Pameran foto Jawimajinasi, yang digelar 27 September-2 Oktober, merupakan kolaborasi badan Otorita Borobudur (BOB) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta. “Kemampuan yang dimiliki fotografi membuat kami memilih menggelar pameran foto Jawimajinasi. Lewat ajang ini, BOB ingin menyampaikan kepada khalayak, ragam potensi wisata luar biasa yang dimiliki ‘Jawa’ secara umum, serta secara khusus di dalam kawasan yang dikelola BOB sendiri,” ujar Direktur Utama BOB Indah Juanita dalam pengantar pameran ini.

Baca Juga :   Jelajah Labirin Keranda hingga Jemparingan Ardjo Kliwon di Kampung Wisata Gedongkiwo

Indah menyebut foto mampu membekukan beragam imajinasi dalam bentuk dua dimensi sehingga imajinasi-imajinasi itu dapat dilihat kembali setiap saat. Selain itu, menurutnya, fotografi juga memiliki kekuatan untuk mencipta realitas sekaligus merepresentasikan kembali realitas itu kepada khalayak. “Fotografi merupakan medium yang mampu menjadi ‘jembatan’ antara berbagai stakeholder di kawasan yang dikelola BOB dan khalayak, baik lokal maupun internasional,” imbuhnya.



BACA JUGA:

Kilas Balik Perjalanan Kebaya di Indonesia di Pameran ‘Kebaja Saja’

Senada, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam pengantar tertulisnya mengatakan foto-foto yang tersaji mengingatkan kembali bahwa destinasi dan kekayaan ekonomi kreatif harus dieksplorasi menjadi destinasi wisata di Jawa Tengah.

Ismar mengatakan, secara umum, Jawimajinasi bercerita tentang destinasi wisata, lingkungan, budaya, serta sektor perekonomian, baik yang berbasis tradisi hingga ekonomi kreatif di wilayah koordinasi BOB selepas pandemi COVID-19. “Lebih dari 200 foto yang disajikan dalam 57 foto cerita dipamerkan di acara ini. Semuanya merupakan karya 17 pewarta foto PFI Yogyakarta,” jelasnya.

Jawimajinasi
Pameran foto Jawimajinasi dihadirkan dengan merespons ruang seputar kawasan Kota Lama Semarang. (foto: Instagram @jawimajinasi)

Beberapa foto cerita dipamerkan dalam bentuk kolase dalam sebuah instalasi, seperti terlihat di Gang Rumah Akar. Sementara itu, lainnya disajikan dalam bentuk foto tunggal. “Pameran ini disajikan dengan merespons ruang, indoor dan outdoor. Pesona kawasan Kota Lama Semarang dengan bangunan kunonya menjadi bingkai nan elok. Sayang kalau ini tidak kita respons,” jelas Ismar.

Selain instalasi ala neonbox di Gang Rumah Akar, foto-foto Jawimajinasi juga dipamerkan di Gedung Oudetrap, Taman Srigunting, serta di beberapa titik antara Gedung Oudetrap hingga Gang Rumah Akar. Foto-foto disajikan kreatif dalam berbagai media. Saat memasuki Gedung Oudetrap, misalnya. Pengunjung disambut foto perempuan menarikan tari Bedhaya. Foto karya Agung Supriyanto tersebut dicetak di media kain nan ringan. Kala angin bertiup, lembaran foto akan bergerak, membuat gambar penari yang tercetak di atasnya tampak melenggang. Secara mengagumkan, gambar dua dimensi tampak layaknya imaji tiga dimensi.

Baca Juga :   Nyobain Bakso Pak Bagong di Wonogiri Jawa Tengah buat Makan Siang, Tekstur Lembut dan Kuah Gurih
pameran foto jawimajinasi
Foto-foto cerita dipamerkan dalam instalasai layaknya neonbox. (foto: Instagram @jawimajinasi)

Ketika melanjutkan ke ruang utama, berbagai foto tunggal nan dicuplik dari foto cerita destinasi wisata Jawa Tengah dipasang di dinding, diletakkan di sebuah partisi di tengah ruangan, hingga digantung menjuntai dari atas. Berbagai foto dicetak dalam beragam media, mulai dari kain, akrilik, hingga cetakan lentikular. Salah satunya ialah foto keindahan Sungai Maron di Pacitan yang dicetak dengan teknologi lentikular. Saat berjalan melewatinya, pemandangan sungai serupa Amazon tersebut terilhat bergulir seolah mengikuti langkah pengunjung.

pamera
Foto life-size abdi dalem di medium PVC menyambut para pengunjung pameran foto Jawimajinasi di Gang Rumah Akar. (foto: Merahputih.com/Dwi Astarini)

Sebagai pelengkap foto-foto apik yang tersaji, tulisan pendukung juga disematkan pada panel ataupun dalam bentuk kode batang. Pengunjung bisa memindai kode tersebut untuk kemudian membacanya secara nyaman di ponsel masing-masing.

“Jawimajinasi merupakan kumpulan imaji fotografi tentang situasi dan kondisi terkini dalam adaptasi kultur tradisi semesta Jawa nan lestari,” tutup Ismar.(dwi)


BACA JUGA:

Bella Hadid Kenakan Gaun Cat Semprot ‘Coperni Slip’ di Paris Fashion Week 2022




Artikel ini bersumber dari : merahputih.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *