Cita rasa Gado-gado Jl Monginsidi Sidoarjo yang melegenda

Diposting pada

LENSAINDONESIA.COM: Salah satu makanan khas Indonesia adalah Gado-gado. Nama gado-gado berasal dari kata Jawq ‘digado’, yang artinya dimakan tanpa nasi.

Ya, makanan gado-gado ini biasanya disantap tanpa nasi, tetapi disiapkan lontong sebagai penggantinya.

Beberapa orang menganggap gado-gado merupakan sajian khas Betawi. Alasannya adalah sekitar 1940-1950an ada lagu yang sangat populer berjudul “Gado-Gado Betawi” yang dipopulerkan oleh Ivo Nilakreshna.

Gado-gado banyak dijumpai di setiap kota. Ada beberapa macam resep bumbu gado-gado yang tersebar di Indonesia, seperti gado-gado Padang, gado-gado Betawi, gado-gado Surabaya, gado-gado Sidoarjo, hingga gado-gado spesial.

Selain lontong, makanan ini berisi sayuran-sayuran yang digunakan berupa timun, kol, kacang panjang, kangkung, kentang, daun selada, dan banyak lainnya, maka tak heran menjadi salah satu menu favorit para pecinta kuliner vegan atau vegetarian.

Sepintas gado-gado kerap disebut mirip seperti salad. Namun bedanya, gado-gado sering disantap dengan lontong, tempe, tahu goreng, dan telur rebus. Setelah semua sayur-sayuran dicampur, kemudian disiram dengan bumbu atau saus kacang. Lalu di atasnya ditambahi kerupuk.

Semua jenis gado-gado ini punya perbedaan, antara lain bumbunya yang disesuaikan dengan daerah masing-masing.

Di Jawa Timur, gado-gado merupakan makanan favorit banyak orang, karena terdiri dari berbagai sayuran yang begitu bernutrisi dan menyehatkan. Bahkan makanan satu ini sudah dianggap makanan khas Jawa Timur, bersanding dengan makanan khas lain seperti semanggi Suroboyo, rujak uleg, tahu tek, tahu campur, dan lontong kupang.

Salah satu gado-gado yang sangat khas adalah gado-gado Bu Ninik yang terletak di Jalan Monginsidi 54, Sidoklumpuk, Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Pertama kali menyantap gado-gado Bu Ninik rasanya bikin nagih. Bumbu kacangnya sangat pas di lidah. Rasanya gurih dan enak. Selain itu harganya juga murah. Gado-gado Bu Ninik juga menyajikan porsi sangat banyak. Sehingga orang yang makan akan terasa kenyang menyantap hidangan ini.

Baca Juga :   Kamu Sudah Tahu? Ini 4 Mie Otentik dari Indonesia yang Enak dan Jadi Favorit!

Andriansyah, pelanggan gado-gado Bu Ninik mengaku sering membeli gado-gado di Jalan Mongonsidi 54 setiap kali pulang kerja.

Gado-gado | Foto: Istimewa

“Setiap pulang kerja, saya selalu mampir. Maklum, saya masih bujang. Jadi beli makanan dari luar. Pokoknya setiap hari selalu makan gado-gado Bu Ninik. Selain rasanya enak, gado-gado juga menyehatkan karena semua bahannya dari sayur-sayuran,” terang Andri.

Andri juga mengaku tidak puas jika belum menyantap gado-gado Bu Ninik. “Iya porsinya pas. Rasanya autentik banget. Rekomended lah,” ujarnya.

Pembeli lainnya yakni Ana Lisa mengatakan sudah lama menjadi langganan gado-gado Bu Ninik. Dia dan teman-temannya sering menghabiskan waktu di warung gado-gado Bu Ninil.

“Saya dan teman-teman sering nongrong di sini. Kalau mau makan bareng dan cari makann sehat ya di sini. Gado-gado Bu Ninik nendang banget di lidah,” katanya.

Lisa mengaku sering memesan gado-gado dalam jumlah banyak untuk keluarga maupun teman-temannya.

“Ya kalau di rumah banyak teman, saya pasti pesan gado-gado di Bu Ninik untuk dibungkus atau dibawa pulang. Sebab memang gado-gado ini panganan yang tidak rumit. Selain itu gado-gado ini sangat cocok disajikan bareng keluarga maupun sahabat,” tandasnya.

Sementara Bu Ninik mengaku belum lama membuka warung gado-gado di Jalan Mongonsidi 54. Sebelumnya, dia dan sang suami menjual gado-gado di depan kantor Polresta Sidoarjo.

“Sebenarnya sudah lama kami berjualan gado-gado. Sebelumnya di kantor polisi. Terus kami pindah ke sini karena kantor Polresta Sidoarjo pindah,” katanya.

Rata-rata pelanggannya adalah pelanggan lama di Polresta Sidoarjo. Tapi sejak pindah ke Jalan Monginsidi 54, pelanggan gado-gadonya juga bertambah.

“Ya lumayan lah mas. Banyak pelanggan lama ke sini. Ada juga pelanggan baru,” tuturnya.

Baca Juga :   27 Rekomendasi Wisata Pantai di Pangandaran, Beserta Lokasi dan Tiket Masuk

Bu Ninik bercerita sudah 25 tahun menjual gado-gado. Dia dan suaminya mulai menjual makanan gado-gado berawal dari saudaranya yang juga menjual gado-gado di daerah Kampus Unair.

“Pengalaman saudara ini yang ditularkan ke kami hingga sekarang. Alhamdulillah sudah 20 tahun kami berjualan gado-gado dan bisa untuk membiayai anak-anak,” demikian Bu Ninik.

Untuk info pemesanan bisa melalui whatsapp dan dapat di aksess melalui websitenya

Laporan: Andre SBY

Artikel ini bersumber dari : www.lensaindonesia.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *