Cycling de Jabar 2022 Jadi Ajang Uji Ketahanan Sejumlah Atlet

Diposting pada

Pesepeda melewati pohon kelapa di Desa Kalangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (8/8/2022). Jelajah sepeda Cycling de Jabar yang menggabungkan keindahan alam dan rute yang menantang sepanjang 367,5 kilometer akan diadakan di jalur selatan Jabar pada 27-28 Agustus mendatang.
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Pesepeda melewati pohon kelapa di Desa Kalangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (8/8/2022). Jelajah sepeda Cycling de Jabar yang menggabungkan keindahan alam dan rute yang menantang sepanjang 367,5 kilometer akan diadakan di jalur selatan Jabar pada 27-28 Agustus mendatang.

JAKARTA, KOMPAS — Ajang balap sepeda, Cycling de Jabar 2022, siap digelar di kawasan selatan Provinsi Jawa Barat pada 27-28 Agustus. Bagi sejumlah atlet nasional, ajang itu menjadi uji atau latihan ketahanan menuju pentas internasional.

Cycling de Jabar 2022 akan melintasi lima wilayah di selatan Jabar, yakni Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran. Lomba yang dimulai dari Geopark Ciletuh, Sukabumi, hingga finis di Paamprokan, Pangandaran, itu digelar dua hari dengan total jarak tempuh 367,5 kilometer.

Dari 100 peserta yang akan tampil, sekitar 30 persen di antaranya atlet, salah satunya Gita Widya Yunika. Atlet nasional asal Jabar itu menjadikan Cycling de Jabar 2022 sebagai latihan atau uji ketahanan menjelang tampil pada kejuaraan di Singapura tanggal 4 September mendatang.

Sejauh ini, dia lebih sering berlatih di kawasan Purwakarta dan Subang di Jabar. Ia belum pernah berlatih ataupun berlomba di jalur yang digunakan Cycling de Jabar. Namun, secara umum, menurut dia, karakter jalur Purwakarta-Subang dan jalur Cycling de Jabar punya kemiripan, yakni naik-turun dan banyak tikungan.

Baca juga: Pariwisata Jadi Jalan Kebangkitan Ekonomi Jabar Selatan

Karena setiap jalur di Jabar memiliki keunikan dan tantangannya masing-masing, Gita tak sabar mencoba jalur baru di Cycling de Jabar. ”Ajang ini tidak mudah karena rutenya panjang dengan waktu yang singkat. Biasanya kami berlomba sekitar 120 km per hari. Di sini kami berlomba sekitar 175 km per hari. Kalau tidak menyiapkan diri dengan matang, sulit untuk menjalaninya,” ujar Gita, pesepeda yang tampil di SEA Games Vietnam 2021, menargetkan raihan podium.

Baca Juga :   Kemendikbudristek: Hidupkan Kebaya Lebih Penting daripada Masuk UNESCO
Pesepeda melintasi jalan lintas Jawa Barat selatan di Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (6/8/2022). Jelajah sepeda Cycling de Jabar, yang menggabungkan keindahan alam dan rute yang menantang sepanjang 367,5 kilometer, akan diadakan di jalur selatan Jabar pada 27-28 Agustus mendatang.
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Pesepeda melintasi jalan lintas Jawa Barat selatan di Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (6/8/2022). Jelajah sepeda Cycling de Jabar, yang menggabungkan keindahan alam dan rute yang menantang sepanjang 367,5 kilometer, akan diadakan di jalur selatan Jabar pada 27-28 Agustus mendatang.

Ia menambahkan, Cycling de Jabar 2022 adalah kegiatan positif untuk mempromosikan wilayah selatan Jabar yang kurang diangkat selama ini. ”Ajang ini bagus untuk mengenalkan potensi selatan Jabar. Di sela-sela lomba, peserta bisa diajak menikmati wisata yang ada di sekitarnya, terutama bagi peserta umum (non-atlet),” ujar Gita.

Selain balapan, panitia akan menyuguhkan sejumlah atraksi seni, budaya, dan kuliner khas dari lima kabupaten yang menjadi bagian rute perlombaan itu. Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika, saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (25/8/2022), pihaknya juga akan menggelar serangkaian kegiatan pendamping untuk memancing interaksi antara peserta dan warga lokal.

Wilayah selatan memiliki banyak potensi. Alamnya luar biasa. Itu coba kita angkat, salah satunya lewat ’sport tourism’ yang efektif menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Ada sejumlah kegiatan yang disiapkan untuk memancing interaksi itu, antara lain lomba layangan, sepak bola api, serta pameran usaha mikro kecil menengah, di Palangpang, Sukabumi; dan Festival Pindang Gunung di Paamprokan.

Mengangkat perekonomian

Ia menambahkan, Cycling de Jabar didukung penuh oleh pemerintah daerah di lima kabupaten yang menjadi rute perlombaan itu. Menurut dia, ajang itu menjadi bagian dari upaya besar untuk mengangkat perekonomian wilayah selatan Jabar yang masih tertinggal dibandingkan dengan pesisir utara Jabar.

”Sejauh ini, pendapatan dan kemajuan antara Jabar bagian utara dan selatan sangat berbeda. Maka dari itu, kami fokus memacu pertumbuhan ekonomi di selatan agar menjadi satu-kesatuan kemajuan di Jabar. Wilayah selatan memiliki banyak potensi. Alamnya luar biasa. Itu coba kita angkat, salah satunya lewat sport tourism yang efektif menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19,” ucap Dewi.

Baca Juga :   Potret Estetik Keuken van Elsje, Restoran Belanda di Bandung yang Jadi Cagar Budaya

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/_EOsfEvljZhha46cRgC8qv2pOSs=/1024x2650/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2021%2F07%2F05%2F20210705-HKT-Sepeda-mumed-01_1625495013_jpg.jpghttps://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Q74eEGSEAQYltGcBNKdPUwLe7S0=/1024x884/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2021%2F03%2F27%2F20210327-TCJ-Bersepeda-MRT-2-mumed_1616856862_png.png

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, panitia dan pemda akan mengerahkan tim gabungan dari Satpol PP, Polri, dan TNI, untuk menjaga penerapan protokol kesehatan selama gelaran itu. ”Kami sadar pandemi belum berakhir, bahkan ada kecenderungan meningkat. Untuk itu, kami menjaga agar semua yang terlibat tetap disiplin menerapkan prokes,” ujar Dewi.

Ia menambahkan, hingga Kamis, persiapan penyelenggaraan Cycling de Jabar 2022 sudah mencapai 90-95 persen. ”Jalan (rute) yang akan dilalui sudah dievaluasi dan dipastikan siap digunakan,” ucap Dewi.

Baca juga: Strategi Pangan Pebalap Sepeda Tour de France

Adapun Manajer Event Harian Kompas Sri Aswito Zainul menyampaikan, pihaknya berusaha memastikan para peserta datang tepat waktu di Geopark Ciletuh, Jumat siang. Tujuannya, agar mereka punya cukup waktu mempersiapkan sepeda masing-masing, mendengarkan arahan panitia, dan beristirahat sebelum perlombaan. ”Ajang ini memang lebih bersifat touring, tetapi ada tantangan di tengah perjalanannya,” ujarnya.

Artikel ini bersumber dari : www.kompas.id.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *