Destinasi Wisata Bali Pura Geger, Tempat Melukat Untuk Memohon Kesembuhan Hingga Keturunan

Diposting pada

 
TRIBUN-BALI.COM –  Destinasi Wisata Bali dengan menjelajahi wisata religi saat ini sedang menjadi favorit banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
 
Pulau Dewata memang terkenal dengan keindahan Pura yang tak dimiliki di wisata daerah lainnya.
 
Apalagi wisatawan yang berkunjung ke Pura, biasanya tak hanya ingin berwisata saja namun juga ingin melakukan pembersihan diri dengan melukat.
 
Melukat merupakan salah satu aktivitas spiritual yang dilaksanakan oleh umat Hindu Bali dan memiliki makna penyucian atau pembersihan diri dengan menggunakan sarana air suci.
 
Kemudian, beberapa orang juga melakukan pelukatan untuk meminta kesembuhan dari berbagai penyakit dan meminta keturunan.
 
Tribunners yang ingin melakukan prosesi melukat bisa datang ke Pura Geger Dalem Pemutih, yang berlokasi di Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali.

 
Diketahui, Pura kahyangan jagat ini telah ada sejak dahulu kala dan memiliki tempat suci yang disebut taman, atau genah pelinggih Ratu Sedahan,
 
Lokasi tepatnya berada di dekat bibir pantai di depan Pura Geger.
 
 
Prosesi Melukat dan Cerita Pura Geger
 
Tribunners yang ingin melakukan prosesi melukat akan melihat sejumlah anak tangga yang mengarahkan ke sebuah goa.
 
Kemudian, di sebelah kanan anak tangga ini, terletak pelinggih dengan kain kuning, putih dan poleng dan kerap dijadikan tempat metamba atau memohon kesembuhan.
 
Pura Geger memiliki 4 pemangku yang bertugas satu diantaranya adalah Mangku Geger Sania.
 
Mangku Geger Sania mengatakan ia sudah mengabdi menjadi pemangku sejak 1985, menggantikan orang tuanya.

Destinasi Wisata Bali, Pantai Pura Geger
Destinasi Wisata Bali, Pantai Pura Geger (Tribun Bali)

 
Ia menceritakan, Ratu Sedahan dipercayai umat Hindu di Bali adalah penguasa seluruh Bali layaknya seorang penasehat atau panglima.
 
Sehingga banyak masyarakat datang, memohon kesembuhan dan kemudahan rezeki ke Pura Geger. Khususnya ke pelinggih di taman, dekat bibir pantai ini.
 
Bahkan, kadang ada yang membawa tiga banten peras pejati.
Satu dihaturkan di Pura Geger, satu di taman, dan satu di Taru Saba atau Taru Sakti di jaba pura.
 
Mangku Geger Sania menambahkan, Terkadang ada yang kebingungan, sakit yang tidak terdeteksi medis, dan bahkan meminta keturunan datang ke Pura Geger, minta agar diangkat penyakit dan dimudahkan jalannya
 
Ia menegaskan semuanya adalah karunia Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
 
Setelah menghaturkan peras pejati dan di-ayab oleh pemangku, bisa langsung melukat atau mandi di pantai depan pura.
 
Setelah melukat, dan dibersihkan dengan tirta empul, pamedek berganti pakaian dan sembahyang.
 
Sementara, Tirta empul ini, berasal dari 3 klebutan yang ada di bibir pantai dekat pura taman, yakni dua di selatan dan satu di utara.
 
Dua klebutan di selatan cukup mudah dijumpai, apalagi saat air laut surut. Sementara satu klebutan di utara cukup susah ditemui.
 
Ketiga klebutan ini bisa terlihat saat purnama dan saat air surut sekitar pukul 14.00 siang.
Namun tak usah khawatir, jika pamedek tidak beruntung menjumpai tirta empul ini bisa diganti dengan bungkak nyuh gading untuk melukat.
 
Air klebutan ini merupakan air yang muncul dari dalam tanah, dan merupakan air tawar walau terletak di pinggir pantai. Ukurannya pun berbeda, ada yang besar dan ada yang kecil.
 
Jika berjodoh, maka sakitnya akan hilang atau permintaan akan terkabul.
Informasi ini pun, tersebar dari mulut ke mulut dan dari media sosial.
Mangku Geger Sania, setiap hari datang ke pura baik pagi atau sore hari.
 
Namun saat piodalan, dan rainan purnama atau tilem ia stand by seharian di pura melayani pamedek.
 
Tidak ada pantangan atau banten khusus saat tangkil, yang penting pamedek tetap menjaga sopan santun dan etika saja.
 
Melukat pun bisa dilakukan kapan saja, sesuai waktu lenggang pamedek. Namun memang disarankan lebih baik dilakukan saat ada hari baik dalam Hindu Bali, seperti purnama, tilem, atau kajeng kliwon.
 
Kemudian jika ingin mencari tirta empul, harus menunggu saat air laut surut.

Baca Juga :   Danrem 092/Maharajalila Tegaskan Satgas Pamtas yang Baru Jaga Martabat TNI di Perbatasan RI-Malaysia

Rute Menuju Pura Geger
 
Tribunners yang berangkat dari Kawasan Kuta akan menempuh perjalanan sekitar 40 menit melewati Tol Bali Mandara bisa menggunakan sepeda motor dan mobil
 
Jika berangkat dari Pusat Kota Denpasar akan menempuh perjalanan kurang lebih 40 hingga 60 menit melewati Jalan Bypass Ngurah Rai menuju Tol Bali Mandara.
 
Jalan masuk menuju lokasi taman ini, adalah jalan setapak kecil.
Kiri-kanannya, berisi rimbunan pohon yang tidak terlalu tinggi dengan bunga berwarna kuning.(*)


Artikel ini bersumber dari : bali.tribunnews.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *