Dorong Promosi, Dispar Ende Gelar Pelatihan Digitalisasi Desa Wisata

Ende, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten Ende terus mendorong perkembangan potensi di bidang pariwisata dan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolahannya.

Melaluli Sumber Dana Alokasi Khusus Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Tahun 2022, Dinas Pariwisata Kabupaten Ende menyelenggarakan Pelatihan Digitalisasi bagi 40 peserta dari 20 desa di Kabupaten Ende.

Pelatihan ini berlangsung tiga hari sejak 12-14 September 2022 di Aula St. Fransuskus-Detusoko yang menghadirkan dua narasumber utama yakni Ferry Ferdinand Mince dan Ben Mando.

Wakil Ketua DPRD Ende, Oktavianus Moa Mesi dalam sambutan pembukaan mengatakan, sektor pariwisata harus meningkatkan pelayanan agar dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Vian mengatakan, pelatihan digitalisasi merupakan strategi untuk memberikan efek promosi sekaligus mengeksplorasi potensi wisata baru baik wisata budaya, alam, rohani maupun wisata sejarah.

Kapala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Martinus Satban, dalam arahannya mengatakan, pelatihan digitalisasi berupaya melibatkan warga lokal dalam mengelola potensinya sendiri.

Para peserta dari desa-desa wisata yang ada di Kabupaten Ende saat mengikuti kegiatan/Ekora NTT

Kadis Satban bilang, perkembangan teknologi di bidang digitalisasi menuntut peningkatan sumber daya manusia dalam penguasaan teknologi.

“Kita dorong agar pelaku wisata di desa mampu mengubah pola promosi yang konvensional menuju era digital melalui media mainstream,” ungkap Satban.

Pantauan Ekora NTT, peserta pelatihan yang berasal dari desa-desa wisata di Ende sangat antusias mendengar materi dan praktik seperti teknik editing video, strategi penggunggahan di sosial media agar bisa viral.

Sementara itu, peserta utusan Desa Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Yakobus Aurelius Bai mengaku bangga bisa mengikuti kegiatan pelatihan digitalisasi.

“Sangat bermanfaat. Banyak potensi di desa saya yang belum dipromosi secara profesional melalui media sosial. Di Desa Waturaka ada potensi Air Panas, Kampung Inggris, persawahan dan wisata budaya. Semoga kegiatan ini terus dilakukan ke depannya,” ujar Aurelius.

Artikel ini bersumber dari : ekorantt.com.

Tinggalkan komentar