Festival Komunitas Seni Media 2022 Ditaja di Bengkulu

Diposting pada

Dirjen Kebudayaan Kemendilbudristek Hilmar Farid ( Dokumen)

Bengkulu – Direktorat Perfilman, Musik, dan Media – Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia bekerja sama dengan ARCOLABS, UPTD Taman Budaya Bengkulu, dan Asosiasi Seniman Bengkulu menggelar Festival Komunitas Seni Media (FKSM) 2022.

Helat FKSM 2022 yang mengusung tajuk : “Medi(t)asi Ritus/Rute” ditaja di Taman Budaya Bengkulu, Jl. Pembangunan, Padang Harapan, Bengkulu, mulai Rabu (05/10/2022) dan akan berlangsung hingga 12 Oktober 2022.

FKSM 2022 yang dikuratori Sudjud Dartanto ini menampilkan 15 komunitas seni media dan pertunjukan dari berbagai daerah di Indonesia. FKSM sebelumnya dikenal sebagai Pekan Seni Media, ini pernah diselenggarakan di Bandung (2015 & 2016), Riau (2017), Palu (2018), Samarinda (2019), Bandung (2020), dan Tangerang Selatan (2021).

Pada gelaran FKSM tahun ini, karya-karya yang dipamerkan dan dipentaskan dalam Festival Komunitas Seni Media merupakan karya yang diseleksi oleh kurator Sudjud Dartanto, Jeong Ok Jeon, dan Yudi Ahmad Tajudin, termasuk diantaranya dipilih dari komunitas yang tampil pada Parade Pertunjukan Seni Media Baru (2020, 2021), yakni terdiri dari 15 komunitas, yaitu: Asosiasi Seniman Bengkulu (Bengkulu), BAJRA (Pasuruan, Jawa Timur), GaraGara Artist Initiative (DKI Jakarta), Jonas Sestakresna – Ruang Asah Tukad Abu & Seniman Pertunjukan Bengkulu (Bali & Bengkulu), Kecoak Timur & KAE (Gresik, Jawa Timur), Komunitas Gubuak Kopi (Solok, Sumatera Barat), Komunitas Lintas Seni (Bengkulu), Komunitas Seni Pertunjukan Bengkulu (Bengkulu), Prehistoric Soul (Bali), Prewangan Studio (Tuban, Jawa Timur), SARANA (Samarinda, Kalimantan Timur), Sinau Kinetik Seni (Yogyakarta), Studio DKV Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (DKI Jakarta), S. Sophiyah Kosasih & Tilik Sarira Creative Process (Solo, Jawa Tengah), Tomy Herseta & Convert Textured (Bandung, Jawa Timur) dan Waft Lab (Surabaya, Jawa Timur).

Pemilihan karya dan komunitas tersebut berangkat dari kerangka kurasi “Medi(t)asi Ritus/Rute,” yang bertumpu pada pembacaan atas kehadiran media dan teknologi yang semakin luas dan tajam dalam membentuk praktik hidup sehari-hari dan relasi-relasi sosial, baik dalam konteks lokal (Bengkulu) maupun konteks global (Indonesia dan dunia luas). Konvergensi media membuka jalan pada praktik kerja lintas disiplin sebagai cermin dari semangat inklusif.

Baca Juga :   Lokasi Yang Startegis, 27 BPD HIPMI Seluruh Indonesia Usulkan Jawa Timur Sebagai Tuan Rumah Munas XVII

Berangkat dari gagasan kuratorial ini, FKSM “Medi(t)asi Ritus/Rute” mempertemukan berbagai praktik produksi pengetahuan dari beragam komunitas dan kumpulan individu yang banyak bekerja dengan pendekatan teknologis dan silang-media.

Menurut kurator pameran,Sudjud Dartanto. Seni juga merupakan moda produksi pengetahuan yang lahir dari refleksi mendalam, sebagaimana praktik meditasi. Dalam hal ini, identitas Bengkulu sebagai tempat juga terbentuk melalui mediasi teknologi dan budaya media.

“Pembentukan itu terjadi melalui berbagai rute – perjalanan/mobilitas/transit sosial dan budaya, dan ritus – memori kolektif masyarakat atau tradisi yang termanifestasikan dalam berbagai imajinasi sosial dan praktik hidup sehari-hari.” Papar Sudjud.

Sedangkan Proses kurasi komunitas seniman cukup bervariasi; melibatkan undangan dari tim kuratorial, proses seleksi dari panggilan terbuka yang dilaksanakan selama Mei–Juni 2022, dan program lokakarya seni media dan pertunjukan silang-media yang dilaksanakan di Samarinda pada bulan Juli 2022.

Menurut seniman Bengkulu, John Hery Susanto dari Komunitas Lintas Seni, pengalaman ini sangat inspiratif. Seluruh mentor dan rekan-rekan yang terlibat sangat enerjik dan terbuka. “Proses berkarya ini menjadi kesempatan melakukan pertukaran budaya, pengetahuan, dan perluasan jaringan bagi kami di Bengkulu dan juga rekan-rekan seniman dari seluruh Indonesia,” ujar John Hery.

Hal senada juga diakui Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, adanya proses pertukaran budaya, pengetahuan, dan perluasan jaringan dalam helat FKSM ini.

“Para pelaku seni media dengan berbagai kemungkinan mediumnya ini tentu merupakan mereka yang tidak lagi hanya berbicara dalam satu perspektif teknologi, tetapi juga membuka wacana baru mengenai keselarasan manusia berteknologi dengan dirinya sendiri, masyarakat, dan alam. Karya-karya ini sudah bukan lagi berfokus pada sebuah diskursus daerah saja, melainkan telah menjadi karya-karya yang juga merespon sebuah fenomena global, ” tandas Hilmar Farid.

Baca Juga :   Adanya Politik dari Naskah Ajaran Tahuid Wujudiyah Kalimatan Selatan

Sementara, Direktur Perfilman, Musik dan Media, Ahmad Mahendra, menyebutkan bahwa Festival Komunitas Seni Media ini memperlihatkan berbagai karya dengan platform seni media atau karya seni berbasis pada teknologi media.

“Seni Media sesungguhnya memiliki dimensi yang khas karena melibatkan berbagai unsur seperti kinetik, sensorik, suara, cahaya, imersif, video, animasi, digital konten atau kecerdasan buatan (artificial Intelligence) lainnya yg melibatkan partisipasi publik, hal ini sesuai dengan semangat zaman di mana format festival ini mengakomodir generasi muda yang akrab dengan hal-hal tersebut,” terang Ahmad Mahendra

FKSM yang berlangsung selama seminggu ini akan diisi dengan rangkaian kegiatan pameran, tur galeri, wicara seniman, dan pertunjukan silang-media. Pentas silang-media akan tampil “Human is Alien”, karya kolaborasi Jonas Sestakresna bersama Ruang Asah Tukad Abu (Bali) dan Seniman Pertunjukan Bengkulu, Video mapping fasad gedung teater oleh UVisual dari Bandung berkolaborasi dengan Sanggar Rentak Gading dari Bengkulu, Program Publik Pertunjukan Orkes Atas Nama Masyarakat, Fake Island, “How Erectus are We?”, S. Sophiyah.K & Tilik Sarira Creative, Process, “Pentas World;Music ; ” Kelompok SAIEJANG dan KA.GA.NGA, Wicara Seniman, “Pentas 5 Sanggar

Musik Dhol”, Sanggar Malabero,, Sanggar Gratil, Sanggar Anggrek Bulan, Sanggar Hentak Muharram, dan Sanggar Lahore, “Di Balik Layar?”, Komunitas Seni Pertunjukan Bengkulu, Program Publik Pameran, Wicara Seniman, Pameran, dan Tur Galeri.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai rangkaian acara Festival Komunitas Seni Media 2022 dapat menghubungi: nara hubung Dayna Fitria Asisten Kuratorial di [email protected], HP/WA 0813-8410-7508 (Christian Saputro)

Artikel ini bersumber dari : sumaterapost.co.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *