Gelar Penampil Pentas Seni Pelajar Jogja Museum Expo 2022

Diposting pada

Kulon Progo. Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Jogja Museum Expo di Exhibition Hall Ground Floor Sleman City Hall, Jalan Gito Gati, Padukuhan Denggung, Kalurahan Tridadi, Kabupaten Sleman. Pameran ini melibatkan 39 museum di Jogja dan Barahmus DIY. Kegiatan diselenggarakan selama 5 hari, mulai dari tanggal 15 hingga 19 Agustus 2022. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Satu Dasawarsa Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (UUK DIY).

Sebagai salah satu rangkaian Festival Museum Yogyakarta yaitu ”Jogja Museum Expo 2022″ dimeriahkan oleh berbagai acara antara lain Pameran Tematik, Pameran Promo Museum, dan Pentas Seni Pelajar Pertunjukan dari 24 SD/SMP/SMA se-DIY. Bagi sekolah penampil pentas seni akan mendapatkan kesempatan mengikuti Wajib Kunjung Museum pada tahun 2023.

Dalam rangka meningkatkan kreativitas dan keterampilan siswa, SD Negeri 2 Sentolo menjadi salah satu peserta Jogja Museum Expo (JME) tahun 2022. SD Negeri 2 Sentolo menampilkan Pentas Seni Pelajar Sekolah dengan judul Tari Gembira yang disajikan oleh empat orang siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Selasa, 16 Agustus 2022 pukul 15.30 WIB.

Tepat pukul 15.30 WIB pentas dimulai, keempat siswa melenggak-lenggok saat musik mulai dibunyikan. Tari Gembira ditampilkan dengan cantik di atas panggung berukuran 6×4 meter. Empat siswa tersebut adalah Shallom Meluisa Mekrad, Syahla Ayu Asnantya, Khoirunnisa Nur Sefrina dari kelas 6, dan Desita Putri Ariyani dari kelas 5. ‘Tari Gembira’ merupakan garapan Budiyati, guru SD Negeri 2 Sentolo. Tema ‘Tari Gembira’ diambil dari lingkungan hidup, yang menggambarkan kegembiraan petani ketika selesai panen padi. Adapun musiknya bersumber dari google dengan judul ’Konco Tani’.

Selesai tampil, keempat siswa diajak berdialog oleh pembawa acara tentang nama dan kegiatan ekstrakurikuler yang diajarkan di sekolah serta pelatih tari. Anak-anak menjawab dengan senyum dan antusias. Suka duka yang dialami yaitu selama masa pandemi tidak ada pelatihan, sehingga membutuhkan waktu agak lama untuk membentuk keluwesan siswa. Motivasi yang dilakukan kepala sekolah dan pelatih membuat anak begitu antusias dan semangat berlatih setiap hari, sehingga ketika menari terlihat luwes.

Baca Juga :   Komitmen Kolaborasi Pentahelix Sektor Pariwisata Terus Didorong

Dinas Kebudayaan DIY melalui Sie Permuseuman Wismarini, S.E,M.Hum., menyarankan agar setelah tampil untuk mengunjungi pameran museum. Kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa berkeliling mengunjungi pameran museum. Mereka berdialog di stand pameran museum yang dikunjungi. Saat di stand Museum Tino Sidin, siswa dan guru menggambar yang dipandu oleh Pak Tino Sidin melalui televisi. Hasil menggambar berupa gambar seekor burung dan diperbolehkan dibawa pulang.

Selanjutnya berkunjung ke stand Museum Batik. Di dalamnya ditampilkan berbagai karya batik seperti batik tulis, kontemporer, dan lain-lain. Motif batik ini berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Terdapat pula brosur yang berisi tentang pelatihan membatik bagi pemula maupun yang sudah berpengalaman dengan biaya yang bervariasi. Berikutnya adalah stand Museum Merapi. Di dalamnya terdapat miniatur Gunung Merapi yang dapat memperagakan terjadinya luncuran lahar panas ketika gunung meletus. Kemudian dilanjutkan berkunjung ke beberapa stand pameran museum lainnya, dimana sebagian memberikan cinderamata dan tiket masuk gratis ke museum.

Semoga dengan adanya Jogja Museum Expo dapat menambah semangat berkarya dan berprestasi bagi guru dan siswa. Selain itu dengan adanya program Wajib Kunjung Museum, siswa dapat belajar dan mencintai museum khususnya yang ada di DIY. (Juniarti Siti DMS).

 

#JogjaIstimewa

#MuseumJaya

#SalamBudayaLestariBudayaku


Artikel ini bersumber dari : pendidikan.kulonprogokab.go.id.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *