Gubernur Jatim Kunjungi Pusat Onde-onde Kota Mojokerto

Diposting pada

TIMESINDONESIA, MOJOKERTO – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengunjungi pusat oleh-oleh onde-onde di Kota Mojokerto. Gubernur Jatim mengunjungi pusat oleh-oleh Bo Liem yang berada di Jalan Empunala, Balongsari, Kota Mojokerto, Minggu (11/9/2022).

Tak hanya melihat langsung proses produksi onde-onde Bo Liem, Gubernur Khofifah juga sempat mencoba menggoreng 250 onde-onde di wajan super besar yang menjadi ciri khas di toko jajanan tradisional yang sudah melegenda ini.

Khofifah mengatakan ia memang berniat mengeksplore berbagai kuliner legendaris di Jawa Timur termasuk onde-onde di Kota Mojokerto. Apalagi, jajanan onde-onde ini sudah menjadi brand yang terkenal baik secara lokal maupun di Jawa Timur dan Indonesia.

menggoreng-onde-onde-2.jpg

Khofifah Indar Parawansa bersama pegawai Bo Liem dalam kunjungannya. (FOTO: Dok. Kominfo Kota Mojokerto)

“Ini kan legend kalau orang bilang onde-onde ya Mojokerto, ini mudah direplikasi di berbagai titik tapi bahwa Bo Liem ini Brand yang cukup legend tidak hanya di Jawa Timur tapi juga di Indonesia,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Senin (12/9/2022).

Jajanan tradisional berbahan baku tepung ketan dan berbalur wijen tentu tidak bisa tahan lama, oleh karena itu Khofifah berharap ada inovasi yang memungkinkan untuk menjadikan makanan tetap tahan lama namun tanpa bahan pengawet.

“Onde-onde ini tanpa pengawet sehingga hanya tahan selama tiga hari, saya rasa ada teknologi pangan yang memungkinkan yang bisa memberikan support,” imbuhnya.

Pada hari yang sama Gubernur Banjarmasin, Ibnu Sina juga mampir ke toko yang telah berdiri sejak tahun 1929 ini. Ibnu Sina pun sempat kagum dengan wajan besar yang digunakan untuk menggoreng onde-onde. Penggorengan ini bisa dilihat secara langsung oleh para pengunjung.

Baca Juga :   Disbud Gelar Lomba Pembuatan Wayang Khas Buleleng

“Saat di Padang saya dikasih onde-onde dan hari ini bisa melihat langsung. Dan ini adalah wajan paling besar yang pernah saya lihat. Onde-onde ini akan kami bawa untuk jadi oleh-oleh ke Kota Banjarmasin,”tutur Ibnu Sina yang berkunjung ke Kota Mojokerto bersama istri.

Ditambahkan pula oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMperindag ) Kota Mojokerto, Ani Wijaya. Ia mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Daerah gencar promosi produk UMKM kuliner saat kegiatan-kegiatan pameran di luar daerah.

“Kita selalu menyediakan onde-onde goreng gratis kita bagi-bagikan, apa yang kami lakukan ini terbukti memberikan kesan ke pengunjung termasuk di antaranya Wali Kota Banjarmasin sehingga saat datang ke Kota Mojokerto yang dicari adalah onde-onde,” terangnya.

Ia menyebut cita rasa onde-onde Bo Liem ini memang berbeda dengan lainnya. Hal yang membedakan adalah tidak memakai bahan pengawet, sehingga tidak tahan lama cuma tiga hari. “Rasanya empuk, kenyal gurih dan banyak variasi rasa,” ujar Ani.

Ani menambahkan, DiskopUKMperindag Kota Mojokerto akan berupaya mengembangkan UMKM kuliner terutama onde-onde untuk mengembangkan berbagai inovasi. Terutama inovasi teknologi pangan meski onde-onde tanpa bahan pengawet namun bisa bertahan lebih lama.

“Ini PR kita bagaimana mengembangkan dan mencari inovasi teknologi pangan produksi onde-onde tanpa bahan pengawet namun bisa tahan lama kita akan teliti lebih jauh,” ucapnya. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.


Artikel ini bersumber dari : www.timesindonesia.co.id.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *