Healing di Gili Layar, Indahnya Pantai Pasir Putih yang Masih Sepi

Diposting pada

Lombok Barat

Keindahan Gili Layar tidak diragukan lagi. Gili yang masuk wilayah Desa Gili Gede Indah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, NTB ini menyimpan pemandangan alam menakjubkan. Gili Layar berbeda dengan gili lain di Pulau Lombok, karena lebih mirip Pulau Kenawa di Pulau Sumbawa, NTB.

Awaludin (35), warga Dusun Pewaringan, pengusaha perahu jasa angkutan ke Gili Layar mengatakan, pulau kecil ini memiliki kawasan bukit mirip seperti layar kapal. Hal itulah awal mula penamaan gili ini. Sebelah ujung barat pulau, katanya, terdapat bukit setinggi sekitar 45 meter di atas permukaan laut (MDPL), yang bisa didaki wisatawan.

“Gili Layar itu luasnya sekitar 55 hektare. Gili ini menyimpan keindahan yang luar biasa,” kata Awal, Minggu (25/9/2022), via WhatsApp.



Menurut Awaludin, Gili Layar memiliki garis pantai berpasir putih dengan air laut jernih dan batu karang. Di tepian Gili Layar, wisatawan bisa snorkeling dan diving. Selain itu wisatawan juga bisa bermain kano serta memancing ikan di sana.

“Ya lengkaplah di sana. Tapi belum ada lapak atau warung. Jadi kalau datang mending bawa bekal dari pesisir,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bagi wisatawan yang ingin menikmati spot pantai di Gili Layar, bisa memakai perahu milik nelayan melalui pantai pesisir Dusun Pewaringan, Desa Pelangan. Dari sana wisatawan bisa memesan perahu dengan tarif sekitar Rp 150-300 ribu untuk satu perahu, tergantung ukuran perahu dan jumlah penumpang yang ditampung.

“Semakin banyak kan bisa lebih murah karena bisa patungan. Tarifnya ya segitu, Rp 300 ribu itu sudah antar jemput. Karena kan kalau antar tamu nelayan tidak melaut,” katanya.

Pesisir Pantai Dusun Pewaringan, Desa Pelangan,  jalur penyeberangan ke Gili Layar, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, NTB, Minggu (25/9/2022).Pesisir Pantai Dusun Pewaringan, Desa Pelangan, jalur penyeberangan ke Gili Layar, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, NTB, Minggu (25/9/2022). Foto: Ahmad Viqi/detikBali

Waktu tempuh ke Gili Layar tidak terlalu lama, kurang lebih sekitar 30 menit dari lokasi penyeberangan. Namun selama perjalanan, wisatawan dijamin tidak akan bosan dengan keindahan pantai dan pegunungan kawasan Sekotong.

Baca Juga :   Dari Oknum Dokter Puskesmas Selbar Ditangkap hingga Penglipuran Tutup Setengah Hari

Selain itu, dalam perjalanan menuju Gili Layar, wisatawan bisa melihat langsung budidaya mutiara di tengah laut Sekotong, tepat di Desa Pelangan. Suasana di Gili Layar juga tidak terlalu ramai, jadi wisatawan yang datang ke lokasi tidak akan bertemu banyak wisatawan lain.

“Karena jarang yang ke sini. Jadi kalau ada grup wisata yang kami antar paling banyak sampai 20 atau 30 orang,” katanya.

Pengelola Gili Layar hanya memberlakukan tarif “seikhlasnya” kepada para pengunjung saat berwisata di sana. Biasanya hanya membayar kebersihan di Gili Layar sebesar Rp 5 ribu per orang.

Adapun rute menuju Gili Layar, wisatawan bisa memesan kendaraan dari Bandara Internasional Lombok menuju Desa Pelangan Sekotong. Jarak tempuh dari Bandara Internasional Lombok ke Desa Pelangan sekitar 60 kilometer, yang bisa ditempuh selama 1 jam 40 menit.

Simak Video “Pencuri 12 Motor di Masjid-Pasar di Lombok Barat Dibekuk!
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)

Artikel ini bersumber dari : www.detik.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *