Hujan Disertai Angin Kencang Rusak Rumah Warga

Hujan disertai angin kencang telah merusak beberapa rumah dan fasilitas umum di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah. JURNALISA/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – Sabtu sore cuaca di seputaran kota wisata Takengon memang terlihat sangat tidak bersahabat. Langit terlihat mendung hitam, dimana-mana awan bergumpal berarak, awalnya tanpa angin.

Pukul 15.45 WIB awal hitam tadi cair menjadi hujan yang sangat deras di bulan September 2022 ini. Hujan turun merata disetiap kecamatan kota kopi itu. Bersamaan hujan angin kencang juga bertiup hingga merusak beberapa bangunan rumah warga.

Tiga unit rumah dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengalami rusak berat, hingga pemilik harus mengungsi sementara. Hal itu disampaikan Kepala Kantor BPBD, Andalika.

Setiap warga yang mengalami kerusakan telah didata pihaknya dan selanjutnya akan memberikan bantuan masa panik. Angin kencang telah merusak rumah warga di beberapa lokasi antara lain Kecamatan Kebayakan dan Kecamatan Bebesen.

Lain itu sebut Kepala BPBD Andalika, selain angin kencang terpantau air mengenanggi beberapa titik ruas badan jalan.

Ia juga merinci, tiga rumah kategori rusak berat itu adalah milik Eliana, warga Balohen, Satria Warga Lot Kala dan Herman Budi, warga Timangan Gading, Kecamatan Kebayakan.
Andalika juga menyebutkan rumah warga yang mengalami rusak ringan atas kejadian hujan lebat dan angin kencang itu, di antaranya milik, Mak Irfan, warga Gunung Balohen, Fauzi, warga Timangan Gading, Samsul warga, Timangan Gading, Wajir, warga Timangan Gading, Azmi, Gusalimi dan Salwani Munthe adalah warga Perumnas Somol.

Kata dia, selain rumah warga, terdapat dua fasilitas umum seperti tempat parkir Polsek Kebayakan terbawa angin hingga ke halaman rumah masyarakat dan kanopi Masjid Simpang Empat Bebesen dilaporkan ambruk.

“Kami telah melakukan pendataan cepat dengan menerjunkan TRC dan sampai saat ini telah selesai melakukan pendataan,” tutup Andalika.

Bergerak cepat, pada Hari Minggu pihak BPBD dan Dinsos langsung memberikan bantuan senilai uang untuk mengurangi beban warga yang mengalami kerusakan rumah. “Bantuan masa panik telah kami saluran untuk mengurangi beban warga yang tertimpa musibah,” tutup Andalika. (jur/bai)

 

Artikel ini bersumber dari : harianrakyataceh.com.

Tinggalkan komentar