Irianto Lambrie: IKN Momentum Strategis Melakukan Akselerasi Pembangunan

Diposting pada

DR. Ir. H Irianto Lambrie, MM memberikan kuliah umum bagi mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim) Tahun Akademik 2022/2023, Samarinda 03 Oktober 2022. (Foto Istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Disahkannya UU Nomor 3 Tahun 2022  tanggal 15 Pebruari 2022 tentang Ibu Kota Negara Nusantara di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara dan Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, bagi Provinsi Kaltim dan masyarakat  Kaltim dapat menjadi momentum strategis, peluang dan sekaligus tantangan untuk melakukan akselerasi pembangunan daerah secara menyeluruh dalam upaya mempercepat terwujudnya pemerataan dan keadlilan pembangunan nasional.

Hal itu disampaikan DR. Irianto Lambrie dalam kuliah umumnya bagi mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim) Tahun Akademik 2022/2023, Samarinda 03 Oktober 2022.

Doktor Ilmu Ekonomi Pembangunan Unair, Surabaya 2010 ini membawakan kuliah umum dengan jdul” Menyiapkan Sumberdaya Manusia yang Kompetitif Menuju Ibu Kota Nusantara”,  menjelaskan, menurut menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahap awal pembangunan IKN 2022 – 2024 diperlukan sekitar 260.000 tenaga kerja konstruksi (TKK), dengan rincian tahun 2022  sebanyak 30.000 orang, tahun 2023  lebih kurang 123.000 orang dan tahun 2024  sebanyak 107.000 orang.

“Lowongan kerja di IKN yang saat ini sangat terbuka antara lain meliputi; desain interior, ahli sanitasi dan limbah, ahli manajemen proyek, ahli iluminasi, ahli air minum, ahli manajemen mutu, ahli mekanikal, ahli green building, akuntan, ahli hukum, dan sebagainya,” kata Irianto Penjabat Gubernur Kalimantan Utara (2013 – 2014 dan 2014 – 2015) dan Gubernur Kalimantan Utara (2016 – 2021).

Kemudian, dalam jangka menengah dan panjang akan terbuka kesempatan menjadi ASN, Pegawai BUMN, Anggota DPR RI, Anggota DPD RI, Anggota lembaga tinggi/lembaga negara lainnya, Diplomat, Pegawai organisasi/lembaga internasional dan perwakilan asing di IKN Nusantara.

Baca Juga :   Besok Kya-Kya Resmi Dibuka, Pemkot Surabaya Gandeng 58 UMKM
DR. Ir. H Irianto Lambrie, MM bersama Rektor UNU Kaltim, DR. Drs. Farid Wajdy, MPd, para Wakil Rektor, para Dekan, Dosen dan Mahasiswa, khususnya Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2022/2023. (Foto Istimewa).

Menurut Irianto, bagi masyarakat Kaltim penetapan IKN di Kaltim hendaknya dijadikan momentum strategis untuk memacu perubahan fundamental cara berpikir (mindset), bertindak, bersikap dan berprilaku dalam kehidupan sehari hari maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Perubahan mindset diperlukan mengingat kita menghadapi apa yang disebut dengan era VUCA (Volatility/Perubahan naik turunnya harga secara cepat dalam periode waktu yang pendek, karena dipengaruhi sejumlah faktor; Uncertainty/ketidakpastian; Complexity/Kompleksitas – keruwetan, kerumitan; Ambiguity/ambiguitas adalah suatu kontruksi yang dapat ditafsirkan lebih dari satu arti. Arti dari ambigu adalah ide atau situasi yang bias dipahami lebih dari satu makna),” uajar mantan Sekda Kaltim 2009-2015 ini.

SDM Unggul

Diterangkan pula, saat ini, Indonesia dan khususnya Provinsi Kaltim menghadapi tantangan untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa bangsa lain dan daerah lain yang telah lebih dahulu maju.

“Dewasa ini kita hidup didunia dengan perubahan yang sangat cepat, tidak terduga, sulit diprediksi, dipengaruhi oleh banyak faktor yang sulit dikontrol serta bersifat kompleks – multi dimensi. Mustahil kita mampu mencapai kemajuan dan kemandirian bangsa dan daerah, apabila kita mengabaikan pembangunan yang semestinya bertitikberat pada keunggulan SDM,” katanya.

“Hanya melalui SDM Unggul kita mampu mengahadapi era VUCA dan mampu berkompetisi dengan bangsa dan daerah lain. Era VUCA harus kita hadapi dengan membangun dan menyiapkan SDM Unggul Kaltim dan Indonesia,” kata Irianto lagi.

Rektor UNU Kaltim, DR. Drs. Farid Wajdy, MPd menyerahkan cinderamata kepada DR. Ir. H Irianto Lambrie, MM usai memberikan kuliah umum bagi mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim) Tahun Akademik 2022/2023, Samarinda 03 Oktober 2022. (Foto Istimewa)

SDM Unggul adalah SDM yang mampu beradaptasi, menerima dan merangkul perubahan sebagai bagian dari lingkungan yang tidak dapat diprediksi. SDM yang mampu memahami sekaligus melaksanakan tugas pekerjaannya secara tuntas dan berkualitas dengan visi kerja yang jelas dalam menghadapi tantangan dan ketidak pastian, yang mampu berkolaborasi dan bersinergi secara efektif dengan kolega, tim kerja, dan menjadi insan penggerak perubahan serta inovasi dalam menghadapi kompleksitas kehidupan.

Baca Juga :   Lapsus- DPRD Banjarmasin gelar rapat paripurna Harjad ke-496

“SDM Unggul harus mampu mengatasi ambiguitas dengan agilitas (kemampuan dalam menggunakan pengetahuan untuk mengekploitasi kesempatan yang menguntungankan dalam market place yang volatile) serta memiliki ketangkasan dan kecerdasan dalam menjalankan tugas pekerjaannya,” kata Irianto.

Oleh karena itu, lanjutnya, pembangunan SDM Unggul perlu diarahkan pada upaya membangun SDM yang memiliki mental pekerja keras, dinamis terampil, menguasai iptek, serta mengundang talenta – talenta global untuk bekerja sama.

Pembangunan SDM dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2022 – 2024 sesungguhnya sudah sangat kompeherensif, yaitu diarahkan pada upaya menyiapkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing; memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan; mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan.

Kemudian; memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar; membangun lingkungan hidup; meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim; memperkuat stabilitas polhukam dan tranformasi pelayanan.

Tapi masalahnya, kata Irianto lagi,  adalah bahwa fakta dan pengalaman membuktikan,

‘Orang Indonesia sangat pandai membuat konsep dengan narasi yang indah dan redaksi yang tertata rapi; bahkan seperti setengah bermimpi, tetapi sangat lemah dalam implementasi untuk mewujudkannya secara nyata.’

Sehingga ada guyonan setengah mengejek dari orang Malaysia; ‘Biarlah orang Indonesia yang membuat konsepnya, tetapi kami yang melaksanakannya’.

Irianto mengajak generasi penerus Indonesia dan Provinsi Kaltim harus berani dan mampu mengubah stigma seperti ini, dengan janji; “Kami mampu menyusun konsep dan perencanaan yang berkualitas serta sekaligus kami mampu melaksanakan dan mewujudkannya secara nyata, agar dapat dinikmati oleh diri sendiri bersama rakyat secara merata dan berkeadilan.”

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Anda mungkin juga menyukai:

Tag: IKN Nusantara

Artikel ini bersumber dari : www.niaga.asia.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *