Keren euy! di Tahura Sudah Ada Wisata Paralayang dan Gantole, Segini Tarifnya

Diposting pada

MARTAPURA – Sekarang warga Kalimantan Selatan tak perlu jauh-jauh ke luar daerah untuk merasakan sensasi terbang dengan paralayang dan gantole.

Keduanya sudah hadir di Taman Hutan Raya (Tahura) Mandiangin, Kabupaten Banjar.

Paralayang dan gantole di Mandiangin itu diresmikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Sabtu (24/9).

Lokasinya di puncak Bukit Besar, tak jauh dari pesanggrahan atau bekas benteng Belanda yang tingginya 425 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Paket-Meeting-Fave-Hotel-Radar-Banjarmasin

Di sana disediakan dua titik landasan. Satunya di sebelah tenggara Bukit Besar, satu lagi berada di sisi barat.

Meski berada di atas bukit, untuk menuju ke lokasi wisatawan bisa langsung membawa sepeda motor atau mobil.
Di lokasi itu, pengunjung akan disambut pemandangan perbukitan Tahura Sultan Adam.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzzahra menyatakan,Tahura Sultan Adam memang cocok dijadikan objek wisata paralayang dan gantole.
“Unik karena punya dua lokasi, sehingga ke mana pun arah angin bertiup, tetap bisa terbang. Bisa digunakan sepanjang tahun,” katanya.

Dijelaskannya, pengembangan objek wisata ini sudah melalui tahapan kajian. Jadi dipastikan aman dan nyaman bagi pengunjung. “Agar aman, sementara terbang tandem dulu,” sarannya.

Dishut bekerja sama dengan operator dari Wasaka Merapi, salah satu komunitas paralayang di bawah naungan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kalsel.

Lalu berapa tarifnya? Untuk menikmati paralayang dan gantole di Mandiangin, wisatawan diminta membayar Rp500 ribu untuk satu sekali terbang. Menurutnya, tarif ini lebih murah dibandingkan dengan provinsi lainnya.

“Sepekan setelah buka, antusias masyarakat untuk mencoba luar biasa,” klaimnya.

Pemprov berharap ini akan mendongkrak pendapatan Tahura Sultan Adam bisa semakin bertambah. Pada 2023 ditarget meraup Rp5 miliar, bahkan sampai Rp 10 miliar. “Insyaallah bisa tercapai, syukur-syukur kalau bisa melebihi target,” sebut Aya, sapaan akrabnya.

Baca Juga :   Wisata ke Air Terjun Cunca Rede Setinggi 43 Meter di TWA Ruteng NTT

Sementara untuk tahun ini, pemasukan dari Tahun Sultan Adam sudah mencapai Rp2,9 miliar dari target Rp3 miliar.
Selain untuk rekreasi, paralayang dan gantole juga dimanfaatkan untuk pembinaan atlet FASI.

Dalam sebuah kesempatan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengajak warganya untuk memberdayakan pariwisata lokal.

“Kalau orang Jakarta mau ke puncak, ya ke Bogor. Kalau orang Bandung mau ke puncak, ya ke Lembang. Kalau orang Kalsel mau berwisata, ya ke Tahura saja” pesannya. (ris/gr/fud)

Artikel ini bersumber dari : radarbanjarmasin.jawapos.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *