Kerennya Desa Wisata Hanjeli di Sukabumi, Kenalkan Tanaman Pangan yang Hampir Punah

Diposting pada

Kerennya Desa Wisata Hanjeli di Sukabumi, Kenalkan Tanaman Pangan yang Hampir Punah
Desa Wisata Hanjeli. ©2022 YouTube Desa Wisata Hanjeli/ Merdeka.com

Merdeka.com – Desa Wisata Hanjeli di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diresmikan oleh Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, Sabtu (24/9) kemarin.

Kampung edukasi yang terletak persis di Jalan Pamoyan, Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran itu mengusung konsep unik, yakni restorasi pangan alternatif hanjeli atau sejenis biji-bijian sebagai alternatif bahan pangan lokal.

Diketahui, Hanjeli saat ini sudah jarang dikembangbiakkan, dan hampir punah. Desa Wisata Hanjeli yang juga masuk ke kawasan Geopark Ciletuh itu berupaya mengenalkan bahan pangan alternatif yang bisa diolah dengan upaya kearifan lokal setempat.

2 dari 4 halaman

Mengenalkan Hanjeli sebagai Salah Satu Alternatif Bahan Pangan Lokal

desa wisata hanjeli

Desa Wisata Hanjeli ©2022 jadesta.kemenparekraf.go.id// Merdeka.com

Mengutip dari laman Jadesta Kemenparekraf, konsep wisata yang diusung Desa Wisata Hanjeli adalah mengedukasi masyarakat tentang manfaat dari varietas yang termasuk jenis gandum-ganduman itu.

Di sini, pengunjung bisa melihat dan melakukan praktik secara langsung terkait pembudidayaan tanaman hanjeli. Mulai dari mengenal, cara bertanam, cara memanen, menumbuk hasil hanjeli menggunakan lisung sampai memisahkan hanjeli dari kulitnya menggunakan tampah.

3 dari 4 halaman

Mengedukasi Soal Keunggulan Hanjeli

Mengutip laman katadesa.id, penggerak Desa Hanjeli, Asep Hidayat Mustopa mengatakan jika tanaman hanjeli memiliki keunggulan yang melebihi makanan pokok beras.

Disebutkan Asep, jika bulir dari hanjeli mengandung sejumlah gizi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat (76,4%), protein (14,1%), lemak nabati (7,9%), dan kalsium (54 mg per 100 gram).

Selain itu, terdapat kandungan protein di hanjeli yang terhitung lebih tinggi daripada beras. Untuk ketahanan hidup dari tanaman hanjeli juga disebut bagus karena tidak banyak memerlukan pengairan, sehingga bisa lebih beradaptasi dan tahan di musim kemarau.

Baca Juga :   5 Tempat Wisata di Pangururan Samosir, Intip Keindahan Danau Toba dari Puncak Bukit Pangururan

Ia juga menyebutkan jika tanaman hanjeli lebih menguntungkan secara ekonomi, jika dibudidayakan oleh masyarakat.

4 dari 4 halaman

Mencicipi Olahan Hasil Hanjeli

Untuk penggunaannya, hasil panen hanjeli bisa diolah menjadi makanan hingga campuran nasi. Beberapa makanan yang bisa dibuat dari hanjeli di antaranya tapai fermentasi, rengginang, keripik, tepungnya dibuat menjadi bubur, hingga dodol.

Selain itu, hanjeli juga bisa dijadikan tepung sereal cepat saji seperti oatmeal, dan bahkan bisa dijadikan sebagai obat, layaknya di Tiongkok.

Adapun tujuan awal didirikannya Desa Wisata Hanjeli untuk mengonservasi pangan lokal, lalu Membuat olahan dari hanjeli dengan pendekatan eduwisata, sehingga menambah nilai ekonomi di tengah masyarakat di sana.

Bantu Lapangan Kerja Masyarakat

Sementara itu, Sandiaga Salahuddin Uno turut berharap jika Desa Wisata Hanjeli ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat, terutama di masa pasca pandemi Covid-19.

“Saya lihat tadi lapangan kerjanya itu bukan hanya ibu-ibu, tapi juga anak muda terlibat, ini merupakan bagian dari menciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru, sehingga desa wisata bisa menjadi ketahanan pangan kita, dan masyarakatnya bangkit secara ekonomi paska pandemic Covid-19,” kata Sandiaga Uno. 

Kawasan Geopark Ciletuh termasuk Desa Wisata Hanjeli yang di dalamnya memang menyimpan keindahan alam luar biasa dan diakui dunia. Diharapkan, seluruh desa di sekitar geopark tersebut bisa turut mengangkat unsur kearifan lokalnya sehingga sumber daya yang mendukungnya bisa ikut mendunia.

[nrd]


Artikel ini bersumber dari : www.merdeka.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *