Kerja Keras Melestarikan Tarian Tradisional Khas Kalbar

Diposting pada

Fransiskus Sukardi yang merupakan jebolan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 1997 ini mengembangkan sanggar tari sebagai wadah untuk anak-anak muda mengenal dan mencintai seni tari.

Fransiskus Sukardi yang merupakan jebolan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 1997 ini mengembangkan sanggar tari sebagai wadah untuk anak-anak muda mengenal dan mencintai seni tari.

Fransiskus Sukardi melatih siswa di Sanggar Pabayo Tarigas, Bengkayang, Kalimantan Barat, Rabu (7/9/2022). Sanggar yang didirikan sejak tahun 2006 ini telah mencetak lebih dari 200 anggota.

Fransiskus Sukardi melatih siswa di Sanggar Pabayo Tarigas, Bengkayang, Kalimantan Barat, Rabu (7/9/2022). Sanggar yang didirikan sejak tahun 2006 ini telah mencetak lebih dari 200 anggota.

Bersama sang istri ia melatih puluhan anak yang tergabung di dalam sanggar tari miliknya.

Bersama sang istri ia melatih puluhan anak yang tergabung di dalam sanggar tari miliknya.

Dalam satu minggu biasanya anak-anak akan berlatih sebanyak 3 kali, dengan durasi waktu 1 hingga 2 jam.

Dalam satu minggu biasanya anak-anak akan berlatih sebanyak 3 kali, dengan durasi waktu 1 hingga 2 jam.

Pada awalnya para siswa diperkenalkan dengan teknik menari hingga tari-tarian tradisional.

Pada awalnya para siswa diperkenalkan dengan teknik menari hingga tari-tarian tradisional.

Tak cukup disitu, Fransiskus juga mengajarkan anak-anak tari kreasi yaitu perpaduan tari tarian tradisional. Di Kalimantan sendiri terdapat beragam tarian, anak-anak di sanggar ini diperkenalkan tari Benayang, Bekati, dan Bidayuh. Setelah mengenal tari tarian tradisional ia lantas memadukannya hingga menjadi tarian kreasi yang inovatif.

Tak cukup disitu, Fransiskus juga mengajarkan anak-anak tari kreasi yaitu perpaduan tari tarian tradisional. Di Kalimantan sendiri terdapat beragam tarian, anak-anak di sanggar ini diperkenalkan tari Benayang, Bekati, dan Bidayuh. Setelah mengenal tari tarian tradisional ia lantas memadukannya hingga menjadi tarian kreasi yang inovatif.

Hasilnya anak-anak sanggar Pabayo Tarigas pun kerap tampil di beberapa event baik dalam kota maupun mewakili Kalimantan di tingkat Nasional. Meski anak-anak tengah digempur oleh gadget dan sosial media, niat baik Fransiskus perlu diapresiasi sebab budaya tradisional harus tetap dipertahankan dan terus diperkenalkan kepada anak-anak penerus bangsa.

Hasilnya anak-anak sanggar Pabayo Tarigas pun kerap tampil di beberapa event baik dalam kota maupun mewakili Kalimantan di tingkat Nasional. Meski anak-anak tengah digempur oleh gadget dan sosial media, niat baik Fransiskus perlu diapresiasi sebab budaya tradisional harus tetap dipertahankan dan terus diperkenalkan kepada anak-anak penerus bangsa.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

Artikel ini bersumber dari : travel.detik.com.

Baca Juga :   Besok Kya-Kya Resmi Dibuka, Pemkot Surabaya Gandeng 58 UMKM
  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *