Ketika Puluhan Wartawan Menikmati Masakan Khas Gayo

Diposting pada

UDARA memang kerap sejuk. Kendati pohon pinus sudah mulai berkurang mengelilingi Danau Lut Tawar. Itu lah negeri endatu berjuluk di atas awan. Kota Takengon, Aceh Tengah, keindahannya tak perlu diragukan lagi.

Sebagai wartawan yang selalu sibuk mencari berita, sangat senang rasanya ketika humas PT Pema Global Energi (PGE), menghubungi untuk mengikuti media gathering. Ya, di Hotel Park Side-Gayo Petro Dolar, selama empat hari. Senin-Kamis, 22/25 Agustus 2022.

Ada 80 wartawan dari empat kabupaten kota di Provinsi Aceh yang ketiban undangan. Tentu saja dari berbagai media cetak, on line dan elektronik yang ada di Lhokseumawe, Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur dan Kota Banda Aceh.

Berbungkus edukasi media gathering, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) berkolaborasi PT Pema Global Energi, kumpul wartawan.

Saya sendiri menggunakan sepeda motor tidak ikut mobil rombongan. Karena punya program lanjutan yaitu sambil menyelam minum air.

Ya, coba liputan usai ikut media gathering ambil moment pacuan kuda memeriahkan HUT Ke 77 Republik Indonesia, yang berlangsung di Gelanggang HM Hasan Gayo, Belang Bebangka, Takengon.

Uniknya, pacuan tanpa menggunakan pelana ini diikuti oleh 246 ekor kuda yang datang dari Bener Meriah, Takengon, Gayo Lues, Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Banda Aceh dan Aceh Tenggara.

Senin, pukul 16.30 WIB saya sudah tiba di hotel. Iya, pertama tiba. Rekan lain masih menerobos hujan dan kabut. Pukul 18.15 WIB, tiba semua.

Keesokannya, setelah sarapan pagi di hotel, Selasa pagi, pukul 09.WIB langsung acara pembukaan.

Mewakili managemen BPMA Aceh, Achyar menyebutkan kehadiran PGE sangat mendukung kemajuan industry hulu migas di Propinsi Aceh. Dimana keberadaan PGE mengelola blok B yang ada di 13 kecamatan dalam wilayah Aceh Utara dan satu Kecamatan Madat di Aceh Timur merupakan sebuah prestasi terbesar.

“Dukungan pengawasan dari rekan-rekan jurnalis untuk menjalankan peran kontrol social kegiatan eksplorasi dan ekploitasi migas di Aceh dapat berjalan lancar. Tentunya semua dapat memberikan manfaat multi ekonomi bagi masyarakat Aceh,” ujarnya.

Baca Juga :   Bukit Barisan Adventure Resmi Start, 184 Offroader Dilepas

Begitu pula, Eksternal Relation PGE, Agus Salim mengatakan kegiatan ini berupaya meningkatkan pemahaman wartawan tentang kegiatan Industri Hulu Migas.

PGE saat ini mengelola blok B setelah 44 tahun dikelola oleh Exxon Mobil, sehingga cadangan migas sudah sangat menipis. Namun demikian, PGE berkomitmen memberikan kontribusi terbaik untuk pembangunan Aceh, kata Agus.

Ujung-ujungnya, PT PGE menyikapi cadangan yang menipis, maka dalam waktu dekat melakukan seismic atau mencari sumber cadangan migas yang baru. Tentu setelah menginves dana sekitar 33,9 miliyar dollar.

Asam Jing
Hujan cukup deras mengguyur Kota Takengon, malam itu. Suhu udara pun sudah mendekati 20 derajat celcius. Jaket tebal wartawan terbungkus rapi di badan. Setelah seharian mengikuti edukasi, giliran makan malam. Kali ini khas masakan Gayo. Keluar dari hotel Parkside, 10 unit mobil sewa sudah menunggu. Itu belum lagi beberapa wartawan membawa mobil pribadinya.

Jam menunjukkan pukul 20.05 WIB. Rombongan masuk mobil, kaca mobil pun telah berembun. Perut keroncongan hampir tidak bisa diajak kompromi. Mobil pertama bergerak. Lain pun menyusul segera. Arahnya ke kampung Bebesan. Ya, itu tempat makan malam.

Setelah melewati jalan berliku-liku keluar dari kota Takengon, terlihatlah pondok Gegarang Resto. Aroma masakan sudah terasa menyengat hidung. Selera ingin melahap sudah sampai ke puncaknya.
Meja panjang dua jejer sudah tersedia lengkap masakan.

Tanpa ada yang komando, langsung penuh terisi. Tak cukup dengan itu. Beberapa pondok pun dikuasi sang pemburu berita. Maklum yang tiba bersama panitia dan para driver mencapai 100 orang. Tanpa basa basi lagi, segera bakul nasi yang masih mengepul asap jadi sasaran.

Erwin didampingi Armia, mencoba mengambil ikan asam Jing. Ya, ikan mujahir yang diembel-embel dengan kuah pedas plus penyedap daun gegarang. “Wah, ini baru pas. Sudah pedas, harum lagi kuahnya,” kata Erwin.

Lirik sana sini, Armia dan Maimun langsung sodor lagi ayam goreng di potong kecil-kecil kepada Erwin. Ini pun dihajar habis. Sesekali, pucuk labu jipang yang dijadikan sayur rebus, juga dilahap wartawan bertumbur tambur ini.

Baca Juga :   Ketika Mantan Walikota Tinggalkan ‘Luka’ di Pasar Boswesen – Suara Papua

Rintik hujan terus memberikan irama syahdu saat menerpa atap Gegarang Resto. Jus terong belanda mana. Tiba-tiba suara Deni terdengar, Sehingga beberapa wartawan ikut juga merasakan jus asli tanaman penduduk setempat. Padahal, jus jeruk sudah ditegak. Ha.ha.

Setelah hampir ludes area meja iringan pertama. Sirajur Munir nersama rombongan baru tiba. Terlambat, karena sempat hilang sasaran lokasi.

Belum pantat menyentuh kursi, Munir langsung ambil piring. Dengan gesit melibas ikan mas panggang.

“Mana ikan depik khas Gayo,” celotehnya. Ini yang sudah digoreng dengan tepung, kata saya. Bukan ambil sepotong-sepotong dia, malah satu piring kecil berpindah ke piring Munir.

Zulkifli wartawan dari Aceh Utara, ikut melirik. Lihat Munir dengan nikmat hantam ikan depik. Eh, giliran Zul ikut merasakan.
Tak sampai hitungan menit, Munir melihat ada ikan dilapisi daun kincung. Sayur apa ini. Asam Jing khas Gayo, jawab aku.

Hanya sayang, sambal terong belanda tak meyertai malam itu.

Ini perlu dirasa, kata Munir lagi. Kok enak. Minta sepering lagi. Coba lihat disana. Apa kawan kita doyan. Eh, ternyata ada satu piring lagi yang nganggur. Itu milik bang One. Segera tangan Seorang wartawan dari Aceh Timur dibantu Hamdani Elsintha memberikan kepada Munir.Ikan ludes, sayur kincung penyedam pun habis.

Makan malam BPMA dan PT PGE bersama puluhan wartawan pun ditutup dengan secangkir kopi khas Gayo. Mulyadi dan Irmansyah bilang cukup nikmat.

Sedangkan Ayi Jufridar, ternyata sudah sering menikmati bersama keluarga masakan khas Gayo ini. Semoga berkah dan menjadi darah daging yang bermanfaat. Terlebih lagi, keesokan ada agenda Outbond dan nikmati arung jeram, pungkas Robi pangkilan Blank. (Idris Bedung)

Artikel ini bersumber dari : harianrakyataceh.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *