Kolotik, Cinderamata di Situs Cagar Budaya Galuh Salawe Ciamis

Diposting pada

Listen to this article

Diterbitkan 5 Mei, 2022 by NKRIPOST

Video Alat Musik Kolotik saat di mainkan oleh Abah Latief sang Penemu Kolotik

 

NKRI post Ciamis – Situs cagar budaya, Galuh Salawe merupakan salah satu peninggalan dari jaman kerajaan Galuh tempo dulu yang berada di wilayah kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat tepatnya terletak di dusun tunggal Rahayu , Desa Cimaragas, Kecamatan Cimaragas kabupaten Ciamis.

Patilasan tersebut banyak mengandung unsur budaya, terlihat banyaknya batu -batu yang menjadi ciri pernah terjadi adanya kehidupan di daerah tersebut.

Hal tersebut disampaikan Abah Latief,  juru kunci Situs cagar budaya Galuh Salawe Saat awak media ini berkunjung, selasa (3/5/2022).

Alat Musik Kolotik

BACA JUGA:

Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya Lounching Kampung Kerukunan, Potret Kebhinekaan Nusantara

Hardiknas 2022: Abah Latif Juru Kunci Situs Cagar Budaya Galuh Salawe, Ternyata seorang Akademisi

Banyak nya pengunjung yang datang ke Galuh Salawe dan juga tak asing lagi, Tentunya bagi orang – orang kebudayaan dari daerah Ciamis sendiri, maupun dari luar kota Ciamis.

Ada yang menarik dari situs tersebut, yaitu alat musik “Kolotik‘, benda yang terbuat dari tempurung kelapa dan berbentuk setengah lingkaran yang di bagian tengahnya bolong, dan juga tergantung sebatang kecil bambu, sehingga bisa menimbulkan banyak bunyi, bahkan menjadi nada diatonis.

Baca Juga :   Kunjungi Unnes, Unja Bersiap PTN BH
Abah Latief Adi Wijaya Bsc, Juru Kunci Situs Cagar Budaya Galuh Salawe

Alat Kesenian Kolotik ini merupakan temuan atau inovasi dari seniman Ciamis Abah Latief bersama rekannya yang berasal dari Cimaragas.

Sesuai namanya, Kolotik merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Kabupaten Ciamis dengan berbahan utama batok kelapa. Bunyinya yang terdengar unik, membuat alat musik tersebut kerap dijadikan buah tangan dari Kecamatan Cimaragas, Ciamis.

Salah satu yang unik dari Kolotik adalah urutan nadanya yang berbeda dengan alat musik lainnya, yakni Kolotik hanya memiliki satu nada pentatonis Sunda. Nada tersebut tidak do-re-mi-fa-so-la-si-do, melainkan da-mi-na-ti-la-da yang merupakan ciri khas tradisi setempat.

“Kolotik ini dahulunya bernama Kolotok, yang mana dahulu kolotok identik dengan kalung yang di pasang pada hewan kerbau atau sapi yang bila hewan tersebut bergerak maka akan berbunyi dan ukuran kolotoknya besar,” kata Abah Latief.

BERITA TERKAIT:

Mengenal Kolotik di Situs Cagar Budaya Galuh Salawe Ciamis

Lebih lanjut menurut Abah Latif, jebolan sarjana Keuangan bertitel Bsc yang sekaligus sebagai juru kunci situs Galuh Salawe – Cimaragas saat ditanyai di sela sela waktunya menyampaikan alat musik Kolotik ini telah dijadikan hak Peten Olen Pemerintah Kabupaten Ciamis.

“Kolotik sudah di hak patenkan oleh pemerintah, sebagai alat musik, khas dari kabupaten Ciamis” kata Abah Latif, menjelaskan .

Alat musik Kolotik ini mulai di perkenalkan kepada para pengunjung situs tersebut sebagai cindera mata, namun menurut pria dengan nama lengkap Abah Latief Adi Wijaya Bsc, kolotik akan diperkenalkan secara resmi pada Hari Jadi Kabupaten Ciamis nanti.

“Rencananya Kolotik akan di perkenalkan ke khalayak umum pada Hari jadi Kota Ciamis” kata Abah Latief Bsc.(SH)

Artikel ini bersumber dari : nkripost.co.

Baca Juga :   Danlantamal XIII Laksanakan Kunjungan Kerja di Kantor Bupati Berau
  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *