Konsumsi Haram Berdampak pada Nilai Ibadah

Diposting pada

Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali didampingi Kepala Sekretariat MPU Aceh, H. Murni, SE., MM menyerahkan plakat kepada Kadiskoprindag Aceh Tamiang, Ibnu Aziz, S.KM usai membuka kegiatan Sosialisasi SJPH, di Hotel Sederhana, Karang Baru, Aceh Tamiang, Rabu (28/9/2022). For Rakyat Aceh. 

RAKYAT ACEH | KUALA SIMPANG – Bupati Kabupaten Aceh Tamiang yang diwakili Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Aziz, S.KM secara resmi membuka Kegiatan Sosialisasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) LPPOM MPU Aceh yang dilaksanakan di aula Hotel Sederhana, Karang Baru, Aceh Tamiang, Rabu (28/9).

Ibnu Aziz mengapresiasi MPU Aceh yang telah melaksanakan kegiatan ini. Setiap produk usaha masyarakat jika ingin dikembangkan dan dipasarkan ke tingkat minimarket, salah satunya harus memiliki sertifikasi halal.

“Salah satu syarat kita memasukkan produk UMKM ke indomaret, alfamart dan tempat lainnya, salah satu syaratnya adalah bagaimana caranya agar ada tanda sertifikasi halal,” ujarnya.
Dikatakan, kalau sertifikasi halal itu ada, diikuti dengan aturan-aturan yang diberikan lainnya, insyaallah pelaku usaha nanti akan bisa berkembang.

Dalam kesempatan itu juga, dirinya menyampaikan saat ini pihaknya telah mensosialisasikan adanya akad jual beli sesuai syariat Islam dalam setiap transaksi jual beli di masyarakat Aceh Tamiang.

“Konsep yang sedang kami lakukan, akad jual beli itu ada, kami sudah mensosialisasikan, kami kerjasama dengan Dinas Syariat Islam dan MPU juga bagaimana nanti setiap penjual dan pembeli di Aceh Tamiang ini akan melaksanakan akad jual beli yang baik sesuai dengan syariat Islam,” tambahnya.

Hal tersebut menurutnya menjadi ciri khas tersendiri ketika masyarakat luar yang masuk ke Aceh melalui perbatasan Aceh Tamiang akan merasakan nuansa Islam di Aceh Tamiang khususnya dan di Aceh umumnya.

Sebelumnya, dalam Khutbah Iftitah Ketua MPU Aceh, Tgk H. Faisal Ali menyampaikan kehalalan makanan adalah terbebasnya dari unsur najis.

“Salah satu yang kita maklumi kehalalan makanan adalah terbebasnya dari unsur najis. Maka kegiatan ini dalam rangka kedepan ini kita harus mampu mewariskan akhlakul karimah kepada generasi-generasi masa mendatang, melalui apa yang mereka pakai, apa yang mereka makan harus bebas dari unsur-unsur yang dilarang dalam agama kita,” jelas Abu Faisal.

Baca Juga :   Pemkab Solok Bersama PT Food Station Tjipinang Jaya Berkolaborasi Pasarkan Komoditi Unggulan – Sumut24

Abu Faisal menambahkan, mengkonsumsi yang haram berdampak pada nilai ibadah dan ditolaknya doa.

“Memakan makanan yang haram atau menggunakan produk yang haram maka dari beberapa referensi yang kita temukan adalah membuat doa kita jauh dari dimaqbulkannya oleh Allah SWT,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat MPU Aceh, H. Murni, SE, MM dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini diikuti 50 peserta dari pelaku usaha kecil menengah di Aceh Tamiang.

“Kegiatan ini diiukuti 50 peserta kebanyakannya adalah dari pelaku usaha mikro kecil menengah di Aceh Tamiang,” jelasnya. (rus).

Artikel ini bersumber dari : harianrakyataceh.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *