Kopi Telur Ayam Kampung Kobeng, Laris Manis Tidak Bau Amis

Diposting pada


Kopi Telur Ayam Kampung Kobeng, Laris Manis Tidak Bau Amis
Seorang pramusaji menyuguhkan kopi telur ayam kampung di Kedai Kobeng, Pekanbaru, Riau (Foto Heru Maindikali).

PEKANBARU – Kota Pekanbaru dikenal memiliki beragam kuliner. Bukan hanya kudapan bolu kemojo dan kue bangkit. Di Ibu Kota Provinsi Riau itu, juga ada minuman yang cukup unik, yakni kopi telur. 

Poses pembuatan kopi telur menggunakan kopi robusta. Diaduk dengan satu butir telur ayam kampung. Bisa juga telur bebek, lalu dikocok dipadu dengan susu kental manis dan satu sendok teh gula pasir. 

Aroma bau amis telur pasti terbayang ketika ingin mencicipi minuman ini. Namun, tak perlu risau, aroma dan rasa amis itu pudar setelah mencoba tegukan pertama. Perasan jeruk nipis membuatnya tak lagi terasa atau tercium.

“Cara pembuatanya, telur ayam kampung dikocok di dalam gelas dengan cara manual selama 5 menit hingga berbusa. Bisa juga diaduk menggunakan alat mikser,” kata M Haris Prasetia, membuka awal perbincangan, Sabtu (29/8/2022) di Kedai Kopi Bengkalis, Jalan Ronggowarsito Pekanbaru. 

Kopi telur (Foto Heru Maindikali) 

Lebih lanjut Haris menjelaskan, setelah telur tersebut tercampur rata, air kopi robusta yang sudah dipanaskan hingga mendidih disaring, lalu dituangkan ke dalam gelas yang sudah berisi telur itu. 

“Lalu tuangkan susu kental manis dan ditambah gula pasir. Supaya tidak bau amis dikasih perasan jeruk nipis,” jelas pramusaji Kedai Kopi Bengkalis itu. 

Kedai Kopi Bengkalis atau yang lebih di kenal Kobeng memang cukup tersohor di Pekanbaru. Sajian kudapan khas melayu dengan harga relatif murah, membuat Kobeng ramai dikunjungi pemburu kuliner dari berbagai daerah. 

Seorang warga Pekanbaru, Widiarso (40) mengaku, bahwa, hampir setiap hari ia sarapan di Kobeng bersama rekan kerjanya. 

Baca Juga :   Pawai lampion di Tanjungpinang ikut majukan pariwisata dan ekonomi kreatif - ANTARA News Kepulauan Riau

Dikatakan dia, untuk meningkatkan stamina sebelum memulai aktivitas kerja, ia selalu memesan kopi telur plus lontong pecal khas Bengkalis. 

“Biasanya saya minum kopi dengan 1 butir telur ayam kampung. Ini pas untuk meningkatkan stamina. Harganya 13 ribu rupiah. Kalau lontong pecal 14 ribu rupiah,” ujar pria yang akrab disapa Widi itu, sembari tersenyum. 

Jika ingin mencicipi kopi telur dan kuliner khas Melayu Bengkalis, Kobeng sangat cocok untuk disinggahi. Alamatnya di Jalan Ronggowarsito, nomor 43. Tidak jauh dari Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau, Pekanbaru. 

Sertifikasi CHSE Kemenparekraf (Foto: Heru Maindikali) 

Pada 18 September 2021 lalu, lantaran dinilai telah terapkan prokes COVID-19, kedai kopi ini telah tersertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability). Memenuhi kriteria dan indikator dalam Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 13 Tahun 2020.

Setelah dilakukan penilaian dan verifikasi oleh Lembaga Sertifikasi, berdasarkan Sertifikat Nomor CHSE03352/2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyatakan, Kedai Kopi Bengkalis telah memenuhi standar CHSE. 

Pernyataan ini berlaku dengan ketentuan, bahwa Kobeng selalu memenuhi kriteria sebagaimana ditetapkan oleh Kemenparekraf. Melalui sertifikat No : SRT/L04.02/3352/M-1G/2021. Berlaku dari 18 September 2021 sampai 17 September 2022.

(Mediacenter Riau/MC Riau)


Artikel ini bersumber dari : mediacenter.riau.go.id.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *