Kripik Balado 4×7 Kota Padang, Sumatera Barat

Diposting pada

Kripik Balado 4×7 Kota Padang, Sumatra Barat

KRIPIK Balado 4×7 adalah salah satu merek dagang dari usaha Keripik di Kota Padang. Usaha keripik ini memproduksi 2 jenis produk unggulan yaitu Keripik Balado dan Keripik Sanjai.

Proses produksi dan bahan tambahan untuk menghasilkan ke 2 produk ini berbeda, sehingga menghasilkan nilai tambah yang berbeda pula. 

Selain keripik balado, Toko Keripik Balado 4×7 juga menjual makanan khas tradisional berupa sanjai, arai pinang, kue sapik serta berbagai sajian makanan kecil, yang biasa menjadi oleh-oleh pelancong yang berlibur ke Ranah Minang.

Kripik Balado 4×7 terletak disalah satu tempat pusat kuliner yang berada di Jl. Belakang Olo 1 No.22, Kp. Jao, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat. 

“Nama 4×7 berasal dari empat minggu dalam sebulan, dan tujuh hari dari seminggu. Artinya tidak ada hari libur dalam pengoperasian toko kami,” ungkap salah satu Karyawan Kripik Balado 4×7.

Pandemi Covid-19 berimbas relatif besar bagi para pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

Para pemilik usaha, memutar otak agar roda keuangan terus berputar dan kemudi kapal operasional tidak macet di tengah jalan. Kondisi inilah yang dirasakan oleh Ten-ten pemilik Keripik Balado 4 x 7 yang beralamat di jalan Belakang Olo 1 No 22, di Kota Padang.

Ia mengakui pendapatannya anjlok sampai 60 persen selama pandemi Covid-19 kemarin.

Demi mempertahankan Keripik Balado 4 x 7 yang telah berdiri sejak 1970 ini, segala cara dan upaya telah dilakukan mulai dari menekan biaya operasional, dan memakai layanan daring atau online. 

Makanan cemilan berbahan dasar ubi kayu ini telah menjadi peluang usaha yang bagus bagi pengusaha oleh-oleh, khususnya makanan ringan. 

Walau dilanda pandemi, toko-toko yang menjual oleh-oleh berupaya bertahan dari lesunya industri pariwisata di Sumatera Barat.

Baca Juga :   Komisi C DPRD Sumut Kunker ke Batu Bara Bahas Hibah RS Indrapura - Portal Berita Sumatera Barat Medan

Ten-ten mengungkapkan, bagaimanapun kondisi harus tetap berjualan. Walau penjualan tidak sebanyak sebelum pandemi, tetapi saat ini sudah mulai membaik di bandingkan dengan awal-awal pandemi. 

“Pemasaran keripik balado 4 x 7 saat pandemi kemarin banyak dilakukan secara online. Pandemi kemarin  kita dapat bertahan karena banyak permintaan dari Jakarta, Surabaya, Batam, Sulawesi, dan kota-kota lainnya,” ujar Ten-ten Pemilik Kripik Balado 4×7.

Mengintip ke dapur 4 x 7, terlihat dapur yang cukup luas dan bersih. Di masa pandemi kemarin tampak juga belasan pekerja tengah memakai masker dan sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

 700 kg ubi yang teronggok pagi tadi, kini tak banyak yang bersisa. Ubi-ubi yang didatangkan dari Pariaman tersebut telah berubah menjadi berbagai produk jajanan ringan yang siap untuk dipasarkan.

Walaupun sudah dua kali kesana, saya masih ingin yang ketiga keempat dan seterusnya, dikarenakan banyaknya berbagai macam makanan yang ditawarkan dan juga rasanya yang enak membuat banyak wisatawan lokal yang berkunjung ke ranah minang untuk mencobanya.

*Penulis: Ibnu Syahreza Daulay, Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas.


Artikel ini bersumber dari : www.bentengsumbar.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *