Lelaki Surabaya Ini Bikin Wayang dari Pelepah Pisang, Awalnya Hobi Jadi Ladang Rezeki

Diposting pada

Merdeka.com – Pisang termasuk salah satu tanaman yang seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan menjadi hal yang bernilai guna.

Selain buahnya merupakan sumber vitamin andalan, daun pisang juga menjadi salah satu elemen yang paling sering dimanfaatkan masyarakat terutama untuk membungkus berbagai jenis makanan.

Bahkan, pelepah pisang pun bisa dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan yang bernilai jual tinggi. Seorang lelaki di Kota Surabaya Jawa Timur, Santo Wijoyo, membuat kerajinan wayang dengan bahan baku pelepah pisang.

2 dari 4 halaman

Ciri Khas

Lelaki yang akrab disapa Ki Santo Wijoyo itu bukan satu-satunya orang yang memanfaatkan pelepah pisang menjadi kerajinan. Pelepah pisang yang memiliki guratan serat khas dan cenderung awet menarik banyak perajin untuk membuat produk sesuai daya kreativitas masing-masing. Apalagi pengadaan pelepah pisang cukup mudah karena tanaman ini banyak dijumpai. 

Sementara itu, harga jual kerajinan yang menggunakan bahan baku pelepah pisang cenderung cukup tinggi, terlebih jika kualitasnya bagus. 

Ki Santo Wijoyo, warga Keputij Tegal Timur Kota Surabaya itu pertama kali membuat kesenian wayang dari pelepah pisang pada tahun 2011. Produk wayangnya terbilang unik dibanding wayang-wayang yang umum dijumpai di pasaran. 

“Kami menciptakan wayang debog (pelepah pisang) bukan untuk tujuan aneh-aneh, tetapi pelepah pisang ini memang dapat dimanfaatkan menjadi kerajinan wayang. Sekaligus saya bermaksud untuk memperkenalkan budaya Jawa,” terangnya, dikutip dari laman resmi Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur. 

3 dari 4 halaman

Cara Pembuatan

lelaki surabaya membuat wayang dari pelepah pisang

©2022 Merdeka.com/Dok. Disperpusip Jatim

Ketertarikan Santo membuat wayang dari pelepah pisang berkaitan erat dengan kemampuannya mendalang sekaligus sebagai pembawa acara berbahasa Jawa. 

Baca Juga :   Rahasia di Balik Filosofi Batik Sasambo

Adapun jenis-jenis wayang yang telah dihasilkan antara lain para punakawan yakni terdiri dari Semar, Gareng, Petruk, Bagong. Selain itu, ada pula Limbuk, Cangik dan Togog. 

Proses pembuatan wayang dimulai dari mengeringkan dan menghaluskan pelepah pisang. Selanjutnya, membuat pola wayang yang diinginkan di kertas karton. Kemudian, pola wayang di kertas karton itu dilapisi pelepah pisang dengan cara dilem. Setelah lengket, wayang dari pelepah pisang itu divernis. 

Jika wayang dari pelepah pisang sudah siap, saatnya menyiapkan aksesoris yang melengkapi ketokohan masing-masing wayang. Bahan baku yang digunakan untuk aksesoris wayang adalah biji-bijian dan tali. 

4 dari 4 halaman

Ladang Rezeki

ilustrasi uang

©shutterstock.com/Robbi

Produk wayang dari pelepah pisang itu dijual dengan harga beragam, yakni antara Rp100 ribu hingga Rp1 juta, tergantung ukurannya. 

Awalnya, Ki Santo memang coba-coba membuat wayang dari pelepah pisang untuk mengenalkan budaya Jawa kepada masyarakat di sekitarnya, khususnya anak-anak muda. Ternyata tujuan mulia itu juga berdampak pada rezeki yang diperolehnya, di mana wayang dari pelepah pisang bikinannya cukup diminati. 

Dulu, lelaki asal Yogyakarta itu memproduksi sendiri  wayang dari pelepah pisang. Kini, ia membuka diri bagi kalangan muda yang berminat mempelajari pembuatan wayang dari pelepah pisang.

Agar wayang pelepah pisang semakin dikenal luas oleh masyarakat, Ki Santo telah beberapa kali mengikuti pameran di Kota Pahlawan untuk memperkenalkan produk kesenian dengan bahan baku terjangkau itu.

(mdk/rka)

TOPIK TERKAIT


Artikel ini bersumber dari : m.merdeka.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *