Lima Warga Mengaku Relawan Parpol Mengku Bekerja Tanpa Dokumen, Murni Ingin Miliki Rumah

Diposting pada

POS-KUPANG.COM – Lima oknum warga Sumba Barat Daya yang mengangku relawan parpol tertentu  ditemui wartawan di Mapolres Sumba Barat Daya, Selasa 30 Agustus 2022 pagi, membenarkan aksi mereka itu tanpa mengantongi dokumen kelengkapan administrasi dari sebuah partai politik.

Mereka mengaku menjalankan aksi pungutan itu berdasarkan permintaan YL yang mengaku sebagai koordinator relawan sebuah parpol se-wilayah Sumba.

Meski demikian, kelima orang itu mengaku aksi yang dilakukan itu bukan secara tertutup tetapi dilakukan secara terbuka.

Biasanya, kalau ada calon yang mau ikut maka mereka melakukan sosialisasi secara terbuka dengan peserta adalah warga atau tetangga sekitar.

Mereka juga mengaku YL belum pernah datang ke wilayah Kecamatan Wewewa Selatan. Mereka sendiri mengaku belum pernah   bertemu YL. Hanya melalui telepon saja. Mereka mengenal YL melalui salah satu anggota keluarganya yang tinggal di Kota Waikabubak, Sumba Barat.

Kelima warga tersebut juga mengaku menjadi relawan sebuah parpol, bukan secara gratis tetapi menyetor uang sebesar Rp 620.000 ke rekening YL melalui koordinator wilayah SBD, Margaretha Katoda agar resmi menjadi relawan sebuah parpol.

Baca juga: Kuliner Khas NTT : Babi Rica vs Kamangi Hutan yang Lecker Pake Kurus Padi ala Ferry Ndoen

Selain itu, mereka juga mendaftar sebagai salah satu calon penerima rumah layak huni dengan menyetor lagi Rp 200.000 ke YL melalui Margaretha Katoda. Jadi total uang yang mereka setor masing-masing Rp 840.000 termasuk Rp 20.000 untuk biaya pengiriman uang ke rekening YL.

Sebagai masyarakat kecil, masyarakat kampung, mereka percaya begitu saja seketika datang orang menawarkan rumah layak huni dengan hanya cukup menyetor Rp 200.000. Karena ingin memiliki rumah itu, mereka lalu mengajak anggota keluarga lain bergabung agar sama-sama mendapatkan rumah layak huni sebelum Pilres 2024 mendatang. Nilai atau harga rumah layak huni yang akan diperoleh itu sebesar Rp 40 juta. Angka fantastis dan menggiurkan setiap warga manakalah mendengarkan janji manis itu.

Baca Juga :   Resep Angeun Lada Khas Banten yang Super Pedas dan Nikmat

Kelima warga tersebut mengaku mulai beroperasi mengumpulkan uang itu sejak Mei 2022 dengan rincian  Margaretha Katoda selaku koordinator relawan parpol wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya sebanyak 170 orang, Simon Katoda sebanyak 257 orang, Kornelia Kadi sebanyak 70 orang, Dominikus Daka Dana sebanyak 107 orang dan  Agustinus Surulena sekitar 105 orang. Mereka hanya meminta menyetor Rp 200.000. Tidak lebih.

Mereka mengaku pula, setiap uang setoran warga, langsung diserahkan ke koordinator wilayah SBD dan seterusnya koordinator langsung setor ke YL. Sebab YL menekankan uang itu paling lambat hanya dua hari berada ditangan 5 relawan itu.

Koordinator relawan PDIP wilayah SBD, Margaretha Katoda, mengaku, berlima bekerja tanpa gaji. Mereka bekerja secara sukarela karena berharap mendapatkan bantuan rumah layak huni nanti. Margaretha Katoda menyatakan memiliki bukti setoran uang pungutan itu secara terperinci dan lengkap ke rekening YL mulai setoran pertama hingga terakhir.

Baca juga: Antisipasi Gejolak Jelang Harga BBM Naik, Polda NTT Siap Kawal Distribusi BBM

Kini, berlima menyatakan diri siap menjalani proses hukum demi mempertanggungjawabkan perbuatanya. Walau demikian, mereka berharap penyidik dapat mempertimbangkan keterangannya. Sebab apa yang dilakukan tidak bermaksud menipu masyarakat tetapi berawal dari sebuah kepolosan dan  keinginan murni mendapatkan sebuah rumah layak huni dengan cukup menyetor Rp 200.000 sebagaimana janji manis YL.

Bagi kami orang kampung, ini hal sungguh luar biasa. Karena itu, jangan hanya kami, mari kita sama-sama mendapatkannya dengan cukup menyetor Rp 200.000. Karenanya, mengajak bergabung adalah dari keluarga ke keluarga. Sungguh hal ini ironi bagi kami. Bermaksud baik menggapai sebuah harapan manis mendapat sebuah rumah layak huni justru berujung malapeka berurusan dengan hukum dan menghuni sel  tahanan. Sesuatu tak pernah terbayangkan, jauh dan jauh dari angan-angan kami.  Menyesatkan dan sulit terelakan. Mungkin ini takdir kami, semoga terlewatkan penuh amanah.***

Baca Juga :   Bank NTT Hadirkan Mesin CRM di 33 Titik, Miliki 218 Jaringan Kantor Unit – PENA TIMOR

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

OKNUM - Lima warga SBD mengaku relawan PDIP dengan mengenakan baju merah PDIP siap menjalani pemeriksaan penyidik di Polres SBD, Selasa  30 Agustus 2022
OKNUM – Lima warga SBD mengaku relawan PDIP dengan mengenakan baju merah PDIP siap menjalani pemeriksaan penyidik di Polres SBD, Selasa 30 Agustus 2022 (FOTO POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER)


Artikel ini bersumber dari : kupang.tribunnews.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *