Masa Depan Jabar Ada di Jalur Selatan

Diposting pada

Peserta balap sepeda Cycling de Jabar 2022 menikmati pemandangan pantai di Rancabuaya, Garut, sebelum memulai perlombaan etape kedua, Minggu (28/8/2022). Cycling de Jabar digelar salah satunya untuk mempromosikan potensi baik pariwisata, ekonomi, kesenian, maupun kebudayaan di wilayah pesisir Jabar selatan.
KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Peserta balap sepeda Cycling de Jabar 2022 menikmati pemandangan pantai di Rancabuaya, Garut, sebelum memulai perlombaan etape kedua, Minggu (28/8/2022). Cycling de Jabar digelar salah satunya untuk mempromosikan potensi baik pariwisata, ekonomi, kesenian, maupun kebudayaan di wilayah pesisir Jabar selatan.

PANGANDARAN, KOMPAS — Masa depan pembangunan Jawa Barat berada di jalur selatan. Daerah tersebut kaya potensi keindahan alam, perkebunan, perikanan, hingga energi baru terbarukan, tetap tetap dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk memanggungkan keunggulan itu.

Kerja bersama itu tampak dalam ajang Cycling de Jabar 2022, Sabtu-Minggu (27-28/8/2022). Kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Jabar, Bank Jabar Banten (BJB), dan harian Kompas ini merupakan perjalanan sepeda dari Pantai Palangpang, Geopark Ciletuh, Sukabumi, hingga Pangandaran, sejauh 319 kilometer. Dalam perjalanan perdana ini, tercatat ada 69 peserta, dua di antaranya dari Rusia dan Latvia.

Ketika finis di Alun-alun Paamprokan, pesepeda disambut warga, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan, dan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Tri Agung Kristianto. Turut hadir CEO Regional 3 BJB Lina Risnaeni Ahmad serta Direktur Bisnis Kompas Lukminto Wibowo.

Pemerintah setempat juga menggelar lomba memasak pindang gunung, kuliner khas Pangandaran. Aneka produk lokal ikut dipamerkan. Acara itu juga diisi akad program kredit BJB mesra (masyarakat ekonomi sejahtera) kepada 50 penerima manfaat. Acara itu juga menjadi puncak peringatan Hari Jadi ke-77 Jabar yang jatuh pada 18 Agustus.

Menurut Uu, Cycling de Jabar merupakan ide Gubernur Ridwan Kamil. Selama ini, hari jadi Jabar kerap dilaksanakan di Gedung Sate, Bandung. ”Pak Gubernur ingin hari jadi Jabar dinikmati masyarakat sehingga ikut meningkatkan kebahagiaan warga,” ujarnya.

Baca Juga :   Ini Pantun Prabowo untuk Ridwan Kamil

Tri Agung mengapresiasi kerja sama berbagai pihak dalam Cycling de Jabar. ”Ini bagian dari langkah Kompas menampilkan potensi daerah. Media juga harus menampilkan hal inspiratif. Kami berharap, program ini berkelanjutan, termasuk dengan kabupaten dan kota lainnya,” ujarnya.

Baca juga: Cycling de Jabar Bawa Jalur Selatan Mendunia

Potensi

Peserta balap sepeda Cycling de Jabar 2022 melintas di dekat gerombolan sapi yang sedang digembala pemiliknya di Kecamatan Cibalong, Garut, untuk menyelesaikan etape kedua, Minggu (28/8/2022). Cycling de Jabar digelar salah satunya untuk mempromosikan potensi baik pariwisata, ekonomi, kesenian, maupun kebudayaan di wilayah pesisir Jabar selatan.
KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Peserta balap sepeda Cycling de Jabar 2022 melintas di dekat gerombolan sapi yang sedang digembala pemiliknya di Kecamatan Cibalong, Garut, untuk menyelesaikan etape kedua, Minggu (28/8/2022). Cycling de Jabar digelar salah satunya untuk mempromosikan potensi baik pariwisata, ekonomi, kesenian, maupun kebudayaan di wilayah pesisir Jabar selatan.

Salah satu inspirasi lahir dari potensi perikanan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Hermansyah mengatakan, dari 10.000 hektar lahan tambak udang, misalnya, baru ratusan hektar yang dikembangkan. ”Sudah ada investor dalam dan luar negeri berminat mengembangkannya,” ujarnya.

Pihaknya juga tengah melatih sejumlah petani milenial untuk memanfaatkan potensi perikanan di jalur selatan. Mereka belajar cara budidaya hingga pemasaran berbasis teknologi.

Potensi energi terbarukan, seperti matahari dan angin, juga cukup besar di jalur selatan. Terlebih, pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Presiden No 87/2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan. Beberapa proyek yang dinantikan adalah pemanfataan pembangkit listrik tenaga bayu.

Pembangunan jalan juga diyakini bakal mendongkrak wisata. Saat ini, aksesibilitas masih menjadi tantangan. Dari Bandung menuju Ciletuh, misalnya, menghabiskan waktu 6-7 jam. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Benny Bachtiar mengatakan, pihaknya bakal bekerja sama dengan 11 pemangku kebijakan untuk mengembangkan Jabar selatan.

Sutrisno (48), pemandu wisata body rafting di Citumang, Pangandaran, menambahkan, kunjungan wisatawan terus meningkat hingga mencapai ribuan orang per hari. Lonjakan wisatawan, katanya, membutuhkan tambahan fasilitas, seperti pelampung.

Baca Juga :   HARI PELANGGAN NASIONAL, Sekda Jabar Berikan Hadiah Pada Pelanggan bank bjb Batam

”Untungnya, kami dapat kredit BJB mesra jadi bisa beli sekitar 200 pelampung baru,” ujarnya.

Baca juga: Jelajah Keindahan Tepi Pantai di Etape 2 Cycling De Jabar 2022

Kesejahteraan warga

Peserta balap sepeda Cycling de Jabar 2022 disambut siswa sekolah yang memberikan semangat saat menyelesaikan etape kesatu sejauh 150 kilometer, Sabtu (27/8/2022). Etape kesatu ini dimulai dari Pantai Palangpang, Kawasan Geopark Ciletuh, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, dan finis di Karang Potong, Cianjur.
KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Peserta balap sepeda Cycling de Jabar 2022 disambut siswa sekolah yang memberikan semangat saat menyelesaikan etape kesatu sejauh 150 kilometer, Sabtu (27/8/2022). Etape kesatu ini dimulai dari Pantai Palangpang, Kawasan Geopark Ciletuh, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, dan finis di Karang Potong, Cianjur.

Pemilik Manta Liberta, produsen peralatan sepeda asal Jakarta, Andi Ananda, menyebut, Jabar selatan layak menjadi jalur sepeda yang ideal. ”Kalau ini tetap dipertahankan, semuanya bisa membuka peluang usaha warga setempat,” katanya yang mengirimkan 10 pesepeda dalam Cycling de Jabar.

Reinis Simanovskis (28), salah satu peserta Cycling de Jabar, mengatakan, Jabar selatan punya potensi besar dikembangkan. Pesepeda asal Latvia ini bahkan menyebut rute sepeda kali ini adalah yang terbaik yang pernah dia datangi.

”Pemandangan pantai biru dan alam hijaunya sangat luar biasa. Beberapa pesepeda (Latvia) tertarik untuk datang saat saya mengunggah perjalanan ini ke media sosial,” ujar Reiner.

Reiner yang menjadi yang terbaik kategori intermediate sprint di etape kedua, Rancabuaya-Pangandaran. Dia mencatatkan waktu 1 menit 38 detik saat menempuh jarak 1 kilometer ini.

Bagi atlet muda, ajang ini juga menjanjikan menggali kemampuan. Pesepeda putri asal Kabupaten Bogor, Putri Sefia Ardianti (18), terkesan dengan tanjakan etape Ciletuh-Sindangbarang sepanjang Km 12-34 di kawasan Ciletuh.

”Jalurnya cukup menantang. Jalannya lumayan menanjak tinggi dan sempit dengan tikungan tajam. Semoga ke depan levelnya bisa meningkat ke ajang internasional,” ungkap Putri.

Dalam kategori intermediate sprint putri dengan jarak 1 kilometer, ia berada di peringkat ketiga dengan catatan waktu 3 menit 7 detik. Di peringkat pertama adalah Gita Widya Yunika dengan catatan waktu 1 menit 41 detik.

Baca juga: Panorama Pantai Jadi Suguhan Utama Etape Kedua Cycling de Jabar

Artikel ini bersumber dari : www.kompas.id.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *