Masuk 50 Basar ADWI 2022, Intip Pesona Desa Wisata Pahawang

Diposting pada

Senin, 12 September 2022 – 21:29 WIB

VIVA Lifestyle – Pulau Pahawang menjadi destinasi kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Kedatangan Mas Menteri, sapaan Sandiaga Uno ke desa yang terletak di Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, tersebut dalam rangkaian roadshow Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Mas Menteri, tiba di titik drop off di Dermaga Jelarangan Pulau Pahawang langsung disambut oleh warga desa dengan menggunakan paddle board. Ritual penyambutan diselenggarakan dengan membasuh kaki Mas Menteri menggunakan air kelapa oleh kepala adat. 

Mas Menteri pun dihibur dengan penampilan Tari Sambai. Para penari Sambai berjalan mengiringi Mas Menteri dan rombongan sampai di jalan pertigaan musala. Salah seorang penari memayungi Mas Menteri selama berjalan. Tampak Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menyambut hangat. 

Dalam kunjungan tersebut, Sandiaga Uno juga mengunjungi beberapa produk-produk usaha kecil menengah seperti dodol mangrove khas Pulau Pahawang. Kemudian dilanjutkan dengan meninjau stand pembuatan miniatur Kapal Pinisi. Selanjutnya Sandiaga Uno melihat secara langsung pembuatan suvenir alat tangkap ikan, yang biasa dipakai nelayan untuk menangkap ikan.

Dalam sambutannya, Sandiaga Uno mengatakan, program desa wisata Kemenparekraf pada tahun lalu mendapatkan predikat Pandemic Winner. Karena jumlah kunjungan wisata meningkat 30 persen berdasarkan big data Kemenparekraf. Oleh karena itu, pihaknya mengajak sektor dunia usaha dan swasta untuk mengembangkan destinasi desa wisata dan produk ekonomi kreatifnya. ”Kita harapkan Pulau Pahawang ini menjadi destinasi desa wisata berkelas dunia,” ujar Sandiaga disambut riuh masyarakat, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima VIVA.

Desa Wisata Pulau Pahawang masuk dalam daftar 50 besar desa wisata terbaik dalam ADWI 2022. Tentu bukan perkara mudah. Mereka telah melalui proses uji standar penilaian tim juri yang terdiri dari tujuh kategori. Yakni 1. Daya tarik pengunjung (alam dan buatan, seni dan budaya), 2. Suvenir (kuliner, fesyen, dan kriya), 3. Homestay, 4. Toilet umum, 5. Digital dan kreatif, 6. Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE), dan 7. Kelembagaan Desa.

Baca Juga :   10 Desa Wisata Mitra Bakti BCA Dipersiapkan Jadi Destinasi Kelas Dunia

Artikel ini bersumber dari : www.viva.co.id.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *