Mengenal 22 Senjata Tradisional dari Berbagai Daerah Indonesia

Diposting pada

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki banyak keragaman budaya. Tidak hanya soal musik, makanan, dan pakaian saja, namun termasuk juga senjata tradisional dari berbagai daerah di Tanah Air.

Yap, hampir setiap daerah di Indonesia memiliki senjata tradisional masing-masing lho detikers. Mungkin sebagian detikers pernah mendengar nama senjata tradisional seperti keris, parang, kujang, sumpit, hingga golok.

Nah ternyata senjata tradisional tidak hanya itu saja, masih banyak lagi beragam senjata tradisional dari berbagai daerah. Lantas apa saja nama-nama senjata tradisional di berbagai daerah? Simak penjelasannya dalam artikel ini yuk detikers.



Nama Senjata Tradisional dari Berbagai Daerah

Ada banyak sekali jenis-jenis senjata tradisional yang dipakai oleh masyarakat kita. Biar nggak penasaran, berikut nama-nama senjata tradisional dari berbagai daerah di Tanah Air.

1. Keris

Ratusan keris dipajang dalam acara Blantikan (bursa) Tosan Aji yang digelar paguyuban tosan aji Klaten (Patosaka).Foto: Achmad Syauqi

Keris adalah senjata tikam gugusan belati yang termasuk salah satu budaya khas Indonesia. Walau banyak sumber mengenai asal usul keris, namun mayoritas sejarah mengatakan jika keris berasal dari Jawa.

Pada zaman dahulu, keris digunakan sebagai senjata dalam berperang sekaligus digunakan sebagai pelengkap sesajen. Namun seiring berjalannya waktu, kini banyak masyarakat yang mengoleksi keris di rumahnya.

Sayangnya, dijelaskan dalam buku Keris dalam Perspektif Keilmuan terbitan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2011, sejarah terciptanya keris masih dianggap kurang jelas. Menurut Denys Lombard, sejarawan dunia dalam bukunya Nusa Jawa: Silang Budaya, mengatakan kalau pemakaian keris muncul sejak masa akhir majapahit.

Lalu menurut pakar sastra Jawa dan kebudayaan Indonesia, Zoetmulder mengungkapkan jika keris sudah digunakan oleh masyarakat di pulau Jawa sejak abad ke-6 atau ke-7. Sebagian bentuk awal keris dari periode tersebut masih bisa dikenali, namun ada juga yang belum diidentifikasi.

2. Rencong

Senjata tradisional Aceh.Senjata tradisional Aceh. Foto: Tropenmuseum/Wikimedia Commons

Rencong/Rincong/Rintjoeng adalah senjata tradisional dari Aceh. Senjata ini merupakan simbol keberanian, keperkasaan, pertahanan diri, serta perjuangan masyarakat Aceh dari tahun ke tahun.

Dilansir situs Pemerintah Aceh, rencong sudah muncul pada masa Kesultanan Islam sekitar abad ke-13. Kemudian masyarakat Aceh menggunakan rencong sebagai senjata untuk melawan penjajah Portugis dan Belanda.

3. Pedang Jenawi

Pedang jenawi adalah senjata tradisional dari Riau. Pada zaman dahulu pedang jenawi sering digunakan oleh masyarakat Riau sebagai senjata untuk menghadapi penjajah.

Bila dilihat secara sekilas, pedang jenawi memiliki wujud seperti senjata samurai khas Jepang, lalu ukurannya juga cukup panjang yaitu sekitar satu meter. Lantas, banyak sejarawan yang mengungkapkan jika pedang jenawi berasal dari budaya Jepang, lalu mengalami akulturasi dengan budaya Melayu.

4. Kerambit

KarambitFoto: Feyd Greenman/Wikimedia Commons

Kerambit adalah senjata tradisional dari daerah Minangkabau, Sumatra Barat. Senjata ini memiliki wujud seperti pisau genggam dengan ujungnya yang melengkung. Meski berukuran kecil, namun kerambit merupakan salah satu senjata tradisional yang sangat berbahaya dan bisa menaklukan musuh dari jarak dekat.

5. Pisuwe

Senjata tradisional berikutnya adalah Pisuwe yang merupakan senjata dari daerah Papua, terutama digunakan oleh masyarakat suku Asmat. Ndam pisuwe atau Ndam emak pisuwe memiliki panjang sekitar 30 cm, lalu dibuat dari tulang femur manusia dan pi piswue dibuat dengan tulang burung kasuari.

Baca Juga :   Fasad Boxy Asimetris untuk Rumah Hook

6. Parang

Ilustrasi ParangFoto: iStock

Parang atau juga disebut sebagai ambang adalah senjata tradisional dari daerah Kalimantan. Selain itu, parang juga merupakan senjata tradisional masyarakat Melayu di Jawa dan Sumatra. Pada zaman dahulu parang digunakan sebagai senjata untuk melawan para penjajah.

Parang sendiri terbuat dari pohon pisang dengan bentuk sederhana tanpa ada ukiran atau pernak pernik tertentu. Kini parang banyak digunakan oleh masyarakat sebagai alat potong, alat tebas ketika memasuki hutan, dan bidang pertanian.

7. Kujang

Senjata tradisional Jawa Barat.Foto: Amin Pnd/Wikimedia Commons

Kujang adalah senjata tradisional dari Jawa Barat. Nama kujang sendiri diambil dari kata Kudihyang dengan akar kata dari Kudi dan Hyang, di mana kata “Kudi” diambil dari bahasa Sunda yang artinya senjata yang memiliki kekuatan sakti, sementara kata “Hyang” memiliki arti kedudukan di atas dewa.

Kujang pertama kali ditemukan sekitar abad ke-8 hingga ke-9, senjata tradisional ini terbuat besi dan baja serta memiliki panjang sekitar 20-25 cm. Pada zaman dahulu, kujang digunakan oleh masyarakat Sunda dalam bidang pertanian serta perlawanan terhadap para musuh.

8. Sumpit

Senjata tradisional Kalimantan.Foto: Tropenmuseum/Wikimedia Commons

Sumpit atau sumpitan adalah senjata tradisional dari Kalimantan. Senjata ini digunakan oleh masyarakat untuk berburu, namun juga bisa dipakai untuk bertempur melawan musuh.

Berbeda dari senjata tradisional sebelumnya, cara menggunakan sumpit adalah dengan ditiup. Meski begitu, sumpit memiliki kelebihan dari senjata lainnya yakni dapat menembak musuh dari jarak jauh hingga mencapai 200 meter.

9. Badik

Pameran badik ratusan tahun di Maros, Sulsel.Foto: Bakrie-detikcom

Badik adalah senjata tradisional dari daerah Sulawesi. Senjata jenis pisau ini memiliki wujud seperti keris, namun badik tidak memiliki penyangga bilah.

Tidak hanya digunakan untuk melawan musuh, badik juga memiliki nilai kepercayaan tersendiri bagi masyarakat Sulawesi. Bagi masyarakat Bugis, baik memiliki kekuatan gaib dan memiliki nilai seni yang sangat tinggi.

10. Mandau

Senjata tradisional Kalimantan.Foto: Tropenmuseum/Wikimedia Commons

Mandau atau Mando adalah senjata tradisional dari suku Dayak di Kalimantan. Senjata ini pertama kali dibuat pada abad ke-17 dan ke-18. Senjata ini digunakan oleh masyarakat Dayak dalam berperang melawan musuh.

Salah satu keunikan dari Mandau adalah terdapat ukiran-ukiran unik di bagian bilahnya. Sehingga, mandau tidak hanya digunakan sebagai senjata perang, namun juga memiliki nilai seni yang sangat tinggi.

11. Golok Ciomas

Golok ciomas adalah senjata tradisional dari daerah Banten. Meski wujudnya sama seperti golok pada umumnya, namun golok ciomas dianggap sebagai senjata tradisional yang memiliki daya magis.

Membuat golok ciomas juga tidak bisa sembarangan detikers, sebab senjata tradisional ini dibuat pada bulan Mulud menurut kalender Jawa atau Rabi’ul Awal dalam kalender Hijriah.

12. Dohong

Dohong adalah senjata tradisional milik masyarakat Kalimantan Barat, khususnya masyarakat Dayak Ngaju. Dohong memiliki wujud seperti mata tombak yang bisa beralih fungsi sebagai pisau.

Pada zaman dahulu dohong digunakan sebagai senjata untuk berperang melawan musuh. Namun seiring berjalannya waktu, dohong kini berfungsi untuk memotong tali pusar dan menyembelih hewan qurban.

13. Badik Tumbuk Lada

Senjata tradisional berikutnya adalah Badik Tumbuk Lada yang berasal dari daerah Riau. Senjata ini digunakan oleh masyarakat zaman dahulu untuk berperang melawan musuh. Karena senjata ini memiliki panjang sekitar 27-29 cm, badik tumbuk lada digunakan untuk pertempuran jarak dekat.

14. Wamilo

Wamilo adalah senjata tradisional dari daerah Gorontalo. Wujudnya sekilas memang mirip sekali dengan golok, namun yang jadi pembeda yakni di bagian ujung bawah wamilo, di mana sedikit melengkung ke arah bawah sehingga lebih nyaman saat digenggam.

Baca Juga :   Cocok Buat Malam Minggu, Jalan Lengkong Kecil Jadi Alternatif Surga Kuliner Bandung

Wamilo digunakan oleh masyarakat zaman dahulu untuk berperang melawan musuh. Selain itu wamilo juga berfungsi sebagai senjata ketika sedang menjelajah hutan.

15. Lembing

Lembing adalah senjata tradisional berbentuk tombak. Senjata ini cukup efektif untuk menghabisi lawan dari jarak jauh, namun kamu perlu tenaga yang kuat untuk melemparnya dan akurasi yang pas agar tidak meleset. Seiring perkembangan zaman, kini lembing masuk ke dalam cabang olahraga atletik yang disebut sebagai lempar lembing.

16. Pasatimpo

Pasatimpo adalah senjata tradisional dari daerah Sulawesi Tengah. Pasatimpo merupakan senjata jenis pedang dengan bagian hulu berbentuk bengkok ke bawah, sementara di bagian sarungnya terdapat tali.

Pada zaman dahulu masyarakat Sulawesi Tengah menggunakan pasatimpo untuk memotong hewan dan bertarung saat melawan musuh. Namun saat ini senjata tradisional tersebut berfungsi sebagai pajangan di rumah-rumah dan pelengkap pakaian adat dari Sulawesi Tengah.

17. Keris Bujak Beliung

Keris bujak beliung merupakan senjata tradisional dari daerah Kalimantan Selatan. Senjata ini memiliki panjang sekitar 30 cm serta memiliki ciri khas pada bagian ujung bawahnya, di mana terdapat ukiran khas suku Kalimantan Selatan yang terdapat filosofi di dalamnya.

18. Keris Bali

Keris tradisional nusantara dari Bali yang diberikan Menhan Prabowo Subianto untuk Putra Mahkota Abu Dhabi, Paduka Yang Mulia Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) (Instagram @kemhanri)Foto: Instagram @kemhanri

Sesuai dengan namanya, senjata tradisional ini berasal dari Bali. Keris yang satu ini memiliki wujud yang cukup besar dan panjang, lalu pada bagian ujungnya dibuat dari kayu dan dihiasi oleh susunan batu permata berwarna-warni.

Keris Bali jarang menggunakan pendongkok, sehingga hanya dilengkapi dengan bentuk cincin logam berukuran tebal lalu dihiasi dengan permata.

19. Terapang

Terapang adalah senjata tradisional dari daerah Lampung. Nama lain dari terapang adalah keris gabus, sebab senjata ini memang memiliki bentuk menyerupai keris yang ada di pulau Jawa.

Pada zaman dahulu terapang digunakan oleh masyarakat Lampung untuk bertahan diri dan berperang melawan musuh. Namun seiring perkembangan zaman, terapang kini digunakan sebagai pelengkap pakaian adat pengantin pria, serta digunakan dalam sejumlah acara adat di Lampung.

20. Senjata Siwar Panjang

Senjata tradisional Bangka Belitung.Foto: Tropenmuseum/Wikimedia Commons

Siwar panjang merupakan senjata tradisional dari daerah Bangka Belitung. Bentuk dari siwar panjang sekilas mirip dengan pedang panjang, sebab bentuknya lurus dan meruncing di bagian ujung. Pada zaman dahulu, siwar panjang digunakan oleh masyarakat Bangka Belitung sebagai senjata untuk melawan para musuh.

21. Bambu Runcing

Senjata tradisional Indonesia.Foto: Crisco 1492/Wikimedia Commons

Bambu runcing adalah salah satu senjata tradisional yang banyak digunakan masyarakat Indonesia di berbagai daerah. Seperti namanya, senjata ini dibuat dari bambu kemudian bagian ujungnya dibuat runcing sampai tajam.

Pada zaman dahulu, bambu runcing digunakan oleh masyarakat di berbagai daerah untuk melawan penjajah. Hal ini karena keterbatasan biaya untuk bisa mempunyai senjata api, sehingga masyarakat mengandalkan bambu sebagai senjata.

22. Alameng

Alamang adalah senjata tradisional dari daerah Sulawesi Selatan. Pada zaman dahulu senjata ini digunakan untuk melawan para musuh, namun seiring berjalannya waktu alameng sudah beralih fungsi sebagai senjata yang sakral dan banyak dikoleksi oleh sejumlah masyarakat.

Nah itu dia detikers macam-macam senjata tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Semoga artikel ini dapat membantu detikers untuk mengenal lebih jauh kebudayaan di Indonesia, tak hanya soal makanan dan pakaiannya saja namun juga senjata tradisionalnya.

Simak Video “Ada Terduga Teroris, Standar Masuk MUI Dipertanyakan
[Gambas:Video 20detik]
(ilf/fds)

Artikel ini bersumber dari : www.detik.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *