Mengenal Leong Khas Mamasa, Kuliner Olahan Beras Ketan Kaya Rempah

Diposting pada

Mamasa

Kabupaten Mamasa tidak hanya terkenal dengan keindahan panorama alamnya, namun juga makanan khas yang menggugah selera, salah satunya Leong. Kuliner khas Mamasa yang terbuat dari beras ketan bercampur aneka rempah.

Proses pembuatan Leong ditampilkan usai penutupan pelaksanaan Tondok Bakaru Village Festival yang berlangsung di kawasan wisata hutan pinus Lenong, Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Minggu (28/8). Meski sederhana, Leong memiliki cita rasa khas yang membuat ketagihan.

“Ini makanan khas Mamasa, biasanya dibuat usai musim panen,” ujar salah satu warga Desa Tondok Bakaru, Thabita Febriani kepada wartawan, Minggu (28/8/2022).

Leong dibuat warga menggunakan beras ketan sebagai bahan utama. Sementara bawang putih, bawang merah, kunyit, sereh, jahe, merica, santan kelapa, merica, garam hingga daun pandan menjadi bumbu pelengkap untuk memberi cita rasa.

“Leong itu isinya beras ketan, yang dimasak dengan bumbu, seperti bawang putih, bawang merah, santan kelapa, kunyit, merica dan daun pandan,” tutur Thabita.

Tidak sulit untuk membuat Leong. Beras ketan terlebih dahulu dicuci hingga bersih. Setelah itu bumbu yang telah halus diambil sarinya, lalu dituang ke dalam wadah berisi santan kelapa, kemudian diaduk secara merata bersama beras ketan.

Beras ketan yang telah bercampur dengan sari rempah, kemudian dimasukkan ke dalam potongan bambu sepanjang 50 centimeter. Jenis bambu lemang umumnya dipilih warga untuk memasak Leong.

Sebelum proses memasak dilakukan, bagian dalam bambu terlebih dahulu diberi lapisan menggunakan daun pisang. Tujuannya, agar beras ketan tidak lengket pada kulit dalam bambu ketika sudah matang.

Leong, Makanan Khas Mamasa yang Dimasak dalam BambuLeong, Makanan Khas Mamasa yang Dimasak dalam Bambu Foto: Leong, Makanan Khas Mamasa yang Dimasak dalam Bambu.(detikcom/Abdy Febriady)

Thabita menjelaskan, proses memasak leong dilakukan dengan cara dibakar menggunakan api sedang. Selama proses pembakaran berlangsung, potongan bambu harus selalu diputar, agar Leong matang secara merata.

Baca Juga :   PETS dan GSM Bersih-bersih di Objek Wisata Pohon Cinta

“Proses memasak Leong masih dilakukan secara tradisional. Potongan bambu diletakkan di atas bara api dari kayu bakar,” terang Thabita.

Menurut Thabita, Leong sangat pas dihidangkan selagi masih hangat apalagi saat cuaca dingin. Leong memiliki aroma dan rasa yang khas, karena telah bercampur aneka rempah. Tidak mengherankan, leong tetap nikmat disantap kendati tanpa makanan pendamping.

“Leong rasanya gurih, karena terbuat dari beras ketan bercampur santan yang telah diberi sari rempah, aromanya yang khas karena menggunakan bumbu alami,” tuturnya.

Salah satu penggiat seni dan budaya Mamasa, Andre Sambokaraeng menyebut beberapa macam masakan Leong khas warga di daerah ini, sesuai bahan utama yang digunakan dalam proses pembuatan.

“Leong itu ada beberapa jenis, ada leong beras, ada leong daging, ada juga leong sayur, intinya kalau di masak dalam bambu itu dinamakan leong,” pungkas Andre.

Umumnya, proses membuat dan memasak leong dilakukan secara beramai-ramai, sebagai simbol kebersamaan warga.

(hsr/sar)

Artikel ini bersumber dari : www.detik.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *