Mengenal Leong, Kuliner Khas Mamasa yang Kaya Rempah Halaman all

Diposting pada

MAMASA, KOMPAS.com – Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, tak hanya terkenal dengan kekayaan objek wisata alam dan budayanya yang unik. Kabupaten termuda di Sulawesi Barat ini juga punya banyak kuliner khas yang menggoda selera. Salah satunya adalah masakan khas leong.

Masakan yang kaya rempah-rempah alami ini dimasak dengan cara dipanggang menggunakan batang bambu. Cara memasak seperti ini memberi sensasi rasa dan wangi yang khas.

Leong merupakan masakan yang terbuat dari beras ketan dicampur santan dan beragam bumbu alami pilihan dari bumi Kondosapa. Mamasa. Bahan itu lantas dipanggang menggunakan kayu bakar.

Baca juga: Serunya Tradisi Mangatti, Tangkap Ikan dengan Tangan Kosong Usai Panen Padi di Mamasa

Nikmat dan Wanginya Leong, Kuliner Khas Mamasa yang Kaya Rempah, Dipanggang dengan Batang Bambu *** Local Caption *** Nikmat dan Wanginya Leong, Kuliner Khas Mamasa yang Kaya Rempah, Dipanggang dengan Batang BambuKOMPAS.COM/JUNAEDI Nikmat dan Wanginya Leong, Kuliner Khas Mamasa yang Kaya Rempah, Dipanggang dengan Batang Bambu *** Local Caption *** Nikmat dan Wanginya Leong, Kuliner Khas Mamasa yang Kaya Rempah, Dipanggang dengan Batang Bambu

Hal ini dilakukan agar cita rasa dan wangi leong yang terkenal lezat dan gurih tetap terjaga.

Biasanya, kuliner leong disuguhkan untuk para tamu terhormat atau hajatan ritual adat dan pesta keramaian lainnya di Mamasa.

Marina, seorang warga yang terkenal mahir meracik kuliner leong, mengatakan, proses pembuatan leong biasanya memakan waktu sekitar 4 jam dan melalui beberapa tahapan. Diawali dengan mencampur beras ketan dengan santan kelapa murni, kemudian diberi rempah-rempah berupa bawang putih, bawang merah, jahe, merica, serai, garam, kunyit, dan daun pandan. Semua bahan tersebut dicampur menjadi satu.

Baca juga: Sudah 20 Hari, Kasus Pembunuhan Kepsek dan Istrinya di Mamasa Masih Misterius, 40 Saksi Telah Diperiksa

Tahap selanjutnya, setelah bahan tersebut tercampur atau teraduk rata, dimasukkan ke dalam bambu yang sudah dilapisi dengan daun pisang. Selain memudahkan leong dibuka dan disantap, lapisan daun pisang segar juga bisa menambah wangi dan rasa leong menjadi lebih gurih dan nikmat.

Baca Juga :   Promo 10.10 GrabFood, Belanja Makan Seharian Ada Diskon Sampai 90% - Semua Halaman

“Sekitar empat jam dibikin karena harus dibakar selama dua jam lamanya,” kata Marina saat ditemui saat di sela pembuatan leong di rumahnya di Tondok Bakaru, Mamasa, pekan lalu.

Marina mengatakan, proses pembuatan leong, terutama dalam jumlah besar, secara keseluruhan tidak menemukan kesulitan jika cuaca cerah. Sebab, proses pembakaran leong bisa memakan waktu selama dua jam.

Nikmat dan Wanginya Leong, Kuliner Khas Mamasa yang Kaya Rempah, Dipanggang dengan Batang Bambu *** Local Caption *** Nikmat dan Wanginya Leong, Kuliner Khas Mamasa yang Kaya Rempah, Dipanggang dengan Batang BambuKOMPAS.COM/JUNAEDI Nikmat dan Wanginya Leong, Kuliner Khas Mamasa yang Kaya Rempah, Dipanggang dengan Batang Bambu *** Local Caption *** Nikmat dan Wanginya Leong, Kuliner Khas Mamasa yang Kaya Rempah, Dipanggang dengan Batang Bambu

Untuk mendapatkan cita rasa leong yang lebih nikmat dan gurih, leong umumnya dipanggang menggunakan bara api.

Awalnya, masakan leong disuguhkan untuk tamu kehormatan, atau disajikan dalam pesta adat dan pesta kemeriahan lainnya. Namun, belakangan masakan khas Mamasa ini banyak diperjualbelikan untuk meperkenalkan kepada wisatawan yang datang berkunjung ke Mamasa.

Thabita Febriani, seorang penikmat leong, mengatakan, leong merupakan makanan khas Mamasa yang nikmat. Cita rasanya menyatu dengan berbagai rempah-rempah alami yang dipetik dari bumi Kondosapata, Mamasa.

“Rasanya gurih, nikmat dan sangat pas dengan alam Mamasa yang dingin,” katanya.

Mamasa sendiri, selain terkenal dengan panorama alamnya yang indah, Mamasa juga terkenal kaya dengan objek wisata budaya dan kuliner khasnya.

Rere Kumampung Bikin Egg roll dan salad ternyata enggak sesulit itu lho! Coba bikin yuk!!


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini bersumber dari : regional.kompas.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *