MENGENANG Ratu Elizabeth II Kunjungi Indonesia Tahun 1974, Kedatangannya Disambut Presiden Soeharto

Diposting pada

TRIBUN-MEDAN.COM – Duka menyelimuti Inggris Raya, Ratu Elizabeth II wafat di usia ke 96 tahun.

70 tahun menduduki singgasana, Ratu Elizabeth II menjadi pemimpin monarki terlama dalam sejarah Inggris.

Ucapan duka terus mengalir bersama karangan bunga dari warga di depan Istana Balmoral, Skotlandia.

Di tahun 1974, Ratu Elizabeth II bersama Pangeran Philip pernah berkunjung ke Indonesia.

Ratu sempat berkunjung ke Bali, Jakarta, dan Yogyakarta.

Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya menyatakan Ratu Elizabeth II punya kenangan manis saat berkunjung ke Indonesia.

Ratu Elizabeth masuk ke Indonesia menggunakan pesawat melalui Bali.

Dari Bali, sang ratu dan pangeran menggunakan kapal pesiar Kerajaan Brittania menuju Jakarta.

Di Jakarta, Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II disambut Presiden Soeharto dan Ibu Tien.

Setelah Jakarta, Ratu dan Pangeran menuju Yogyakarta dan dan bertemu Sri Sultan Hamengku Buwono IX di Keraton Yogyakarta.

Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip pernah mengunjungi Indonessia pada 18 Maret sampai 22 Maret 1974. Bali menjadi destinasi pertama selama lawatannya di Indonesia. Setelah sampai di Bali, Sang ratu dan Pangeran berlayar menggunakan kapal pesiar kerajaan Britania menuju Jakarta. 

Di Jakarta, Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip disambut oleh Presiden Soeharto dan ibu Tin. Keduanya bahkan menjadi tamu kenegaraan pertama Pemda DKI Jakarta. Mereka disambut secara meriah dengan sajian khas budaya Betawi seperti pawai ondel-ondel, tanjidor, gambang kromong, rebana, pencak silat, dan cokek. Pada kesempatan ramah tamah di Balai Kota, Gubernur Alli Sadikin memberikan cinderamata berupa lukisan “Sunda Kelapa” karya S Sudjojono yang menggambarkan suasana Dermaga Pelabuhan Jakarta zaman dahulu. Setelah pertemuan di Balai Kota yang berlangsung 30 menit, Gubernur Ali Sadikin juga mengajak keduanya berkeliling ke kawasan Kota Tua, Monas, dan Taman Makam Pahlawan Kalibata. 

Setelah di Jakarta, Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip menuju Yogyakarta menggunakan pesawat Andover turbo. Yang menarik, saat hendak menuju Keraton Yogyakarta, rute awal yang harusnya melewati Malioboro diubah. Alasannya Sri Sultan Hamengkubuwono IX tidak mau tamu agung ini melihat kondisi Malioboro yang sedang direnovasi. 

Saat tiba di Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX beserta sekitar 400 prajurit keraton berpakaian seragam tradisional lengkap dengan senjata mereka yg beraneka ragam menyambut keduanya. Ratu Elizabeth sangat tertarik dengan pertunjukan wayang kulit, sementara Pangeran Philip tertarik dengan koleksi keris Keraton. Rampung di Keraton Yogyakarta, Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip berkunjung ke Candi Borobudur. Meski terlihat kelelahan, Ratu Elizabeth sampai juga di puncak candi

Pada Jumat (22 Maret 1974) sore, Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip mengakhiri kunjungannya di Indonesia dan bertolak ke London dengan pesawat VC-10 british Airways melalui Bandara Udara Halim Perdana Kusumah.
PRESIDEN SOEHARTO SAMBUT RATU ELIZABETH II: Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip pernah mengunjungi Indonessia pada 18 Maret sampai 22 Maret 1974. Bali menjadi destinasi pertama selama lawatannya di Indonesia. Setelah sampai di Bali, Sang ratu dan Pangeran berlayar menggunakan kapal pesiar kerajaan Britania menuju Jakarta. Di Jakarta, Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip disambut oleh Presiden Soeharto dan ibu Tin. Keduanya bahkan menjadi tamu kenegaraan pertama Pemda DKI Jakarta. Mereka disambut secara meriah dengan sajian khas budaya Betawi seperti pawai ondel-ondel, tanjidor, gambang kromong, rebana, pencak silat, dan cokek. Pada kesempatan ramah tamah di Balai Kota, Gubernur Alli Sadikin memberikan cinderamata berupa lukisan “Sunda Kelapa” karya S Sudjojono yang menggambarkan suasana Dermaga Pelabuhan Jakarta zaman dahulu. Setelah pertemuan di Balai Kota yang berlangsung 30 menit, Gubernur Ali Sadikin juga mengajak keduanya berkeliling ke kawasan Kota Tua, Monas, dan Taman Makam Pahlawan Kalibata. Setelah di Jakarta, Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip menuju Yogyakarta menggunakan pesawat Andover turbo. Yang menarik, saat hendak menuju Keraton Yogyakarta, rute awal yang harusnya melewati Malioboro diubah. Alasannya Sri Sultan Hamengkubuwono IX tidak mau tamu agung ini melihat kondisi Malioboro yang sedang direnovasi. Saat tiba di Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX beserta sekitar 400 prajurit keraton berpakaian seragam tradisional lengkap dengan senjata mereka yg beraneka ragam menyambut keduanya. Ratu Elizabeth sangat tertarik dengan pertunjukan wayang kulit, sementara Pangeran Philip tertarik dengan koleksi keris Keraton. Rampung di Keraton Yogyakarta, Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip berkunjung ke Candi Borobudur. Meski terlihat kelelahan, Ratu Elizabeth sampai juga di puncak candi Pada Jumat (22 Maret 1974) sore, Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip mengakhiri kunjungannya di Indonesia dan bertolak ke London dengan pesawat VC-10 british Airways melalui Bandara Udara Halim Perdana Kusumah. (KOMPAS.ID)

Ratu Elizabeth II telah wafat pada usia 96 tahun.

Dia mengakhiri pemerintahan terlama dalam sejarah monarki Inggris.Ratu Memerintah Inggris sejak 1953.

Sang ratu meninggal dunia dengan tenang.

Dia dikelilingi oleh keluarga besarnya di Kastil Balmoral yang terletak di dataran tinggi Skotlandia.

Dilansir dari BBC, berikut rencana persemayaman dan prosesi pemakaman kenegaraan Ratu Elizabeth II.

Persemayaman sang Ratu

Setelah jasadnya dibawa ke London, Ratu Elizabeth akan disemayamkan di Westminster Hall.Jenzahnya diperkirakan selama empat hari sebelum upacara pemakaman.

Ini memungkinkan anggota masyarakat untuk melihat peti jenazahnya.

Westminster Hall adalah bagian tertua dari Istana Westminster, di jantung pemerintahan Inggris.

Anggota terakhir Keluarga Kerajaan yang disemayamkan di aula tersebut adalah Ibu Suri pada tahun 2002.Saat itu, lebih dari 200.000 orang mengantre untuk melihat peti jenazahnya.

Baca Juga :   Mengubah mindset agar naik kelas

Peti jenazah Ratu Elizabeth II akan diletakkan di atas platform tinggi, yang dikenal sebagai catafalque, di bawah aula beratap kayu dari abad ke-11.

Setiap sudut platform akan dijaga oleh tentara dari unit yang melayani Rumah Tangga Kerajaan.

Jenazah akan dibawa ke Westminster Hall dari Istana Buckingham dalam sebuah prosesi yang berjalan lamban, diiringi parade militer dan anggota Keluarga Kerajaan.

bola dan tongkat kerajaan


Warga juga akan dapat menyaksikan prosesi yang melewati jalan-jalan di jantung kota London.

Adapun layar lebar yang menyiarkan proses tersebut diperkirakan akan disiapkan di sejumlah taman kerajaan di London.

Peti jenazahnya akan diselimuti panji kerayaan Royal Standard dan ketika berada di Westminster Hall, mahkota kerajaan Imperial State Crown dan simbol kerajaan lainnya seperti orb dan spectre akan ditempatkan di atas peti tersebut.

Setelah peti mati ditempatkan di aula, misa singkat akan diadakan. Setelah itu masyarakat diperbolehkan masuk.

Kapan pemakaman Ratu digelar?

Pemakaman kenegaraan Ratu diperkirakan akan digelar di Westminster Abbey, dalam waktu kurang dari dua pekan. Kepastian kapan pemakaman digelar menunggu konfirmasi dari Istana Buckingham.

Pemakaman kenegaraan Ratu diperkirakan akan berlangsung di Westminster Abbey dalam waktu kurang dari dua minggu. Namun, hari persisnya akan dikonfirmasi oleh Istana Buckingham.

Westminster Abbey adalah gereja bersejarah tempat raja dan ratu Inggris dinobatkan, termasuk penobatan Ratu Elizabeth II pada 1953.

Gereja itu juga menjadi tempat ia menikah dengan Pangeran Philip pada tahun 1947.Belum ada upacara pemakaman raja atau ratu di Westminster Abbey sejak abad ke-18, kendati pemakaman ibu Ratu digelar di sana pada tahun 2002.

Kepala negara dari seluruh dunia akan bergabung dengan anggota keluarga kerajaan dalam pemakaman tersebut

Baca Juga :   CATALOG PRODUCT PRAMBORS INI BISNIS GUE 29 AGUSTUS

Politisi senior Inggris dan mantan perdana menteri juga akan hadir.

Hari itu akan dimulai saat peti jenazah Ratu dibawa dari Westminster Hall ke Westminster Abbey menggunakan kereta meriam State Gun Carriage of the Royal Navy.

ibadah pemakaman westminster abbey


Kereta meriam itu terakhir digunakan pada 1979 dalam pemakaman paman Pangeran Phillip, Lord Mountbatten, yang ditarik oleh 142 anggota Angkatan Laut Kerajaan.

Anggota senior keluarga kerajaan, termasuk Raja baru, kemungkinan akan mengikuti prosesi pemakaman.

Misa tersebut kemungkinan akan dipimpin oleh Pendeta di Westminster, David Hoyle. Kemudian Uskup Agung Canterbury Justin Welby akan menyampaikan khotbah.

Adapun Perdana Menteri Inggris, Liz Truss, mungkin dipanggil untuk menyampaikan pernyataan.

di dalam westminster abbey


Setelah upacara pemakaman, peti jenazah Ratu Elizabeth II akan dibawa dalam prosesi berjalan kaki dari Westminster Abbey ke Wellington Arch, di Hyde Park, London, sebelum menuju ke Kastil Windsor dengan mobil jenazah.

Peti jenazah Ratu akan melakukan perjalanan terakhirnya sore itu ke Kapel St George di Kastil Windsor.

Raja dan anggota senior keluarga kerajaan diharapkan bergabung dengan prosesi di Quadrangle di Kastil Windsor sebelum peti mati memasuki Kapel St George untuk sebuah prosesi.

prosesi ke windsor


Kapel St George adalah gereja yang kerap dipilih oleh keluarga kerajaan untuk pernikahan, pembaptisan, dan pemakaman.

Di sinilah Duke dan Duchess of Sussex – Pangeran Harry dan Meghan – menikah dan tempat ibadah pemakaman mendiang suami Ratu, Pangeran Philip diadakan.

kapel st george



Banner of the Queen




Artikel ini bersumber dari : medan.tribunnews.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *