Menilik Keunikan Seni Lukis Kaca Cirebon, Dibuat Terbalik dan Jadi Media Dakwah

Diposting pada

Menilik Keunikan Seni Lukis Kaca Cirebon, Dibuat Terbalik dan Jadi Media Dakwah
Pelukis kaca Cirebon. ©Portrait of Indonesia

Merdeka.com – Wilayah Cirebon, Jawa Barat memiliki karya seni khas yang tidak ditemukan di daerah lain yakni lukisan kaca. Seni lukis kaca Cirebon terbilang unik lantaran dibuat di bidang kaca, dengan cara terbalik. Diperlukan kesabaran dan ketelitian saat membuat karya visual tersebut.

Selain di bidang kaca, keunikan lain dari seni lukis kaca adalah tema besar dari objek yang Digambar. Pada lukisan jenis ini, para ahli gambar kebanyakan mengangkat kisah seputar keagamaan sebagai media dakwah.

Dikutip dari laman resmi Kemdikbud, Selasa (30/8) daerah persebaran seni lukis kaca ini kebanyakan berada di wilayah Kabupaten Cirebon, meliputi Kecamatan Gegesik, Kecamatan Klangenan, Kecamatan Kapetakan, Kecamatan Sumber, Kecamatan Cirebon Barat hingga Kecamatan Susukan.

2 dari 4 halaman

Sudah Ada Sejak Abad ke-17

seni lukis kaca cirebon

Lukis kaca Cirebon ©2022 Kemdikbud/Merdeka.com

Terdapat beberapa versi tentang asal usul kemunculan seni lukis kaca di Cirebon. Namun yang jelas seni visual itu sudah muncul di paruh abad ke-17 hingga ke-18 saat keraton masih memegang kekuasaan pemerintahan.

Ketika itu disebutkan jika sultan di Cirebon membuat desain lambang keraton dengan gambar macan. Untuk media yang digunakan pada masa itu yakni media kaca.

Seiring berjalannya waktu, kesenian ini membaur dengan pesatnya perkembangan Agama Islam di Jawa Barat hingga tema-temanya mulai dihiasi muatan kaligrafi hingga unsur peribadahan seperti lambang ka’bah dan lainnya.

3 dari 4 halaman

Memadukan Tema Wayang dan Ajaran Islam

Diwartakan laman Disbudparpora Kabupaten Cirebon, dulunya objek yang digambar merupakan tokoh pewayangan yang dimainkan para wali saat mengenalkan sejarah Islam.

Baca Juga :   Pameran Kriyanusa 2022 Bantu Pemasaran Produk-Produk Binaan Dekranasda

Tokoh-tokoh yang biasa ditampilkan di antaranya Kresna, Arjuna, Rama, Lesmana dan yang lainnya. Kemudian si pembuat menambahkan unsur kaligrafi hingga potongan ayat suci Al Quran dan hadist sebagai pembawa pesan.

Hingga perkembangannya di masa sekarang, tema yang dibuat kian beragam seperti kereta kencana (Paksi Naga Liman), pola batik megamendung sampai kreasi masjid.

4 dari 4 halaman

Dibuat dengan Keahlian Khusus

Jika dilihat sepintas, lukisan kaca Cirebon sedikit mirip dengan lukisan serupa khas warga Solo, Jawa Tengah. Namun bedanya, lukisan kaca Cirebon dibuat dengan teknik terbalik dari belakang.

Sehingga saat disentuh dari depan, teksturnya masih berupa kaca dan bukan goresan cat.

Pembuatannya sendiri harus dilakukan secara teliti dan hati-hati, agar objek yang dihasilkan bisa tetap bagus dan terlihat sempurna dari balik kaca.

Pewarnaannya menganut gelap ke terang dan terang ke gelap, alias tidak bisa dicampurkan sesuka hati agar tidak menabrak kontour (garis gambar).

[nrd]


Artikel ini bersumber dari : www.merdeka.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *