Nyongkolan, Tradisi Mengarak Pengantin Diiringi Gendang

Diposting pada

beritabali/ist/Nyongkolan, Tradisi Mengarak Pengantin Diiringi Gendang.

Salah satu tradisi yang paling menarik menurut para wisatawan yang sedang berkunjung ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah tradisi Nyongkolan. 

Nyongkolan merupakan sebuah tradisi dimana sepasang pengantin di arak beramai-ramai layaknya seorang raja menuju rumah sang pengantin wanita. Arak-arakan ini diiringi dan diramaikan dengan berbagai macam alat musik tradisional dan kesenian khas suku Sasak, salah satunya adalah musik tradisional Gendang Beleq (Gendang besar) dan Kecimol. 

Tujuannya agar para warga sekitar mengetahui bahwa pasangan pengantin tersebut sudah menjadi sepasang suami istri yang sah.

Saat pelaksanaan tradisi nyongkolan ini berlangsung, arak-arakan pasangan pengantin didampingi oleh para terune dan dedare (muda mudi) Sasak. Juga ditemani oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, atau pemuka adat beserta sanak saudara berjalan mengelilingi dusun dan desa. Nyongkolan umumnya dilaksanakan di akhir pekan, Sabtu atau Minggu.

Seperti yang terlihat di Dusun Kerandangan, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat pada Sabtu sore (27/8). Tampak para peserta arak-arakan nyongkolan tersebut antusias turun ke jalan sambil mengenakan pakaian khas adat suku Sasak. Untuk pakaian pengiring wanita menggunakan baju Lambung, ada juga menggunakan baju kebaya, kain songket (sarung khas Lombok), penghias kepala, anting dan asesoris lainnya. 

Artikel ini bersumber dari : www.beritabali.com.

Baca Juga :   Tembus Pasar Dunia, Jaleela Berdayakan Puluhan Penjahit Perempuan Lokal NTB 
  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *