Paskas Banten Konsisten Salurkan Beras ke Berbagai Pondok Pesantren · Faktabanten.co.id

 

SERANG – Aksi sosial Pasukan Amal Sholeh (Paskas) Banten konsisten mendistribusikan beras terbaik ke berbagai pondok pesantren di Banten.

Pasalnya, sejak dibentuk Paskas Banten pada tahun 2018 hingga sekarang melalui Gerakan Infak Beras, Paskas Banten sudah menyalurkan sebanyak 437 ton ke 145 Ponpes dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 390.777 santri.

Gerakan Infak Beras sendiri berawal digagas oleh KH.Luqmanul Hakim (Founder Gerakan Infak Beras) yang menemukan banyak fakta cerita dari pondok pesantren, bahwa para santri ini makan dengan kondisi penuh dengan keterbatasan.

Berasnya patah-patah, berkutu, kotor, makan hanya pakai kecap dan lauknya hanya dengan ikan asin bahkan terkadang makan sehari hanya sekali dan seringkali para santri puasa karena tidak ada yang bisa untuk dimakan.

Padahal santri-santri yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren ini mereka adalah para calon generasi terbaik yang akan menjadi para pemimpin dimasa depan, pimpinan pondok dengan ikhlas mempersiapkan generasi terbaik bangsa dengan tetap menjaga marwah pondok pesantren dengan tidak meminta-minta bantuan karena hanya berharap akan bantuan dari Allah SWT.

Penasihat Paskas Banten, Agus Khairul mengatakan, Gerakan Infak Beras merupakan gerakan yang bertujuan untuk memuliakan, melayani dan membahagiakan para santri yatim, penghafal Qur’an dan para fii sabilillah di pondok-pondok pesantren dengan cara mensupport kebutuhan pangan utama yaitu beras setiap bulannya.

“Kenapa kami berikan berupa beras, karena beras-beras yang dimakan para santri akan menjadi darah daging mereka dan setiap kebaikan yang dilakukan akan mengalir juga pahala kebaikannya bagi yang ikut mensupport gerakan ini,” ujar Agus, Senin, (19/9/2022).

Lanjut Agus, dengan gerakan infak beras yang dilakukan Paskas banyak cerita dari pondok seperti yang diungkapkan Ustad Safari dari Pondok Pesantren Basyariah Kasemen Kota Serang.

Ia mengatakan, adanya bantuan ini santri jadi bisa fokus menghafal Qur’an dan tidak perlu sering pulang ke rumah untuk membawa bekal beras.

“Alhamdullah melalui bantuan beras yang dikirim oleh Paskas, yang sebelumnya beras harus dibeli kini dana tersebut bisa untuk ditabung untuk membebaskan lahan pondok sehingga bisa menerima santri lebih banyak lagi,” ucapnya.

“Cerita lainnya banyak diantara pondok-pondok pesantren ini yang tadinya kesulitan dalam merenovasi kamar mandi, kamar santri kini bisa dialihkan dananya semula untuk kebutuhan beras menjadi perbaikan infrastrukur seperti yang diungkapkan oleh H Ali Syamsudin Pimpinan Ponpes Hidayatuthalibin Kota Serang yang merupakan pondok pertama penerima manfaat Gerakan Infaq Beras Banten,” tutup Agus.

Saat ini, Paskas Banten memiliki 200 anggota yang tersebar di beberapa wilayah yang ada di Provinsi Banten, yaitu Paskas Serang Raya dipimpin oleh M. Abdul Latif, Paskas Cilegon dipimpin oleh Fian Afandi, Paskas Lebak dipimpin oleh Ustad Abdullah Yazid Dzul Fitriyadi, Lc, Paskas Pandeglang dipimpin oleh dr. Aep Saepudin, Sp.PD dan Paskas Pontirta dipimpin oleh Lutfiansyah Ahmad.

Diketahui, ada sekitar 4.500-an Pondok di Banten, ratusan ribu santri yatim, penghafal Qur’an yang menanti beras terbaik setiap bulannya.

Sementara itu, Komandan Paskas Banten Rifky Heriansyah mengatakan, Gerakan Infak Beras ini dijalankan oleh para Pasukan Amal Sholeh atau biasa dikenal dengan Paskas. Paskas adalah sekelompok orang yang berjamaah dengan memiliki niat baik untuk sama-sama bahu membahu beramal sholeh yaitu dengan menjadi jembatan amal sholeh para orang baik dalam mengantarkan amanah terbaik untuk orang baik.

“Paskas ini memiliki ciri khas yaitu selalu menggunakan pakaian serba hitam menandakan bahwa kita semua makhluk pendosa pernah berbuat salah namun siap bertaubat dan memperbaiki diri, maka siapapun boleh menjadi Paskas dari berbagai macam latar belakang apapun baik tua, muda, yang berlatar belakang profesional, pengusaha, dosen, mahasiswa, buruh, pelajar atau bahkan yang belum memiliki pekerjaan semua bisa menjadi Paskas,” pungkasnya. (*/Nas)

Pemkot perpustakaan

Artikel ini bersumber dari : faktabanten.co.id.

Tinggalkan komentar