Pecel Lele Lamongan, Kuliner Paling Ekspansif Halaman all

Diposting pada

JAKARTA, KOMPAS.com – Pecel lele lamongan adalah kuliner asal Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur.

Berbahan dasar ikan air tawar, biasanya, lele, pecel lele lamongan disantap dengan sambal, mentimun, kol mentah, hingga daun kemangi.

Sumber literatur dari Harian Kompas edisi 16 Februari 2014 mencatatkan ikhwal pecel.

Pecel adalah sambal khas berbahan dasar kacang tanah.

Baca juga: Kisah Sukses Owner Pecel Lele Sambal Rampai, Pantang Menyerah meski Diterjang Pandemi

Biasanya, pecel adalah teman untuk menyantap gado-gado maupun karedok.

Pada pecel lele lamongan, tak ada sambal pecel.

Pecel lele lamongan adalah kuliner tanpa sambal kacang tanah.

Warga saat membagikan pecel lele kepada wisatawan yang berkunjung ke Malioboro, Rabu (3/6/2021)KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO Warga saat membagikan pecel lele kepada wisatawan yang berkunjung ke Malioboro, Rabu (3/6/2021)

Kata pecel pada pecel lele lamongan boleh jadi berawal dari kata pecek.

Di Jawa Timur, pecek adalah sambal dari cabai, bawang, dan tomat untuk santapan kuliner ikan air tawar goreng.

Ekspansif

Warga menikmati soto ayam dan pecel lele Lamongan di Jalan Palmerah Barat, Kamis (16/1/2014). Saat ini setidaknya ada 20 pedagang soto ayam dan pecel lele asal Lamongan yang membuka warung di sepanjang jalan Palmerah hingga jalan Kemandoran.KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Warga menikmati soto ayam dan pecel lele Lamongan di Jalan Palmerah Barat, Kamis (16/1/2014). Saat ini setidaknya ada 20 pedagang soto ayam dan pecel lele asal Lamongan yang membuka warung di sepanjang jalan Palmerah hingga jalan Kemandoran.

Pecel lele lamongan adalah kuliner khas Indonesia yang paling ekspansif penyebarannya.

Bahkan bisa diklaim, pecel lele lamongan tersedia dari Sabang hingga Mareuke dan Rote ke Talaud.

Ekspansifnya pecel lele lamongan erat kaitannya dengan urbanisasi warga Lamongan ke berbagai kota di Indonesia.

Alasan urbanisasi adalah kondisi alam Lamongan yang tidak mendukung bagi warganya untuk mencapai kesejaheraan lebih.

Urbanisasi warga Lamongan kali pertama terjadi pada 1965-1966.

Ilustrasi pecel lele.DOK.SHUTTERSTOCK/MOHD SYIS ZULKIPLI Ilustrasi pecel lele.

Berikutnya, terjadi pada 1970-an dan 1980-an.

Baca Juga :   Emak-emak Harus Waspada, di Pangkalpinang Ada Jual Body Pelakor

Di tanah perantauan warga Lamongan mencoba peruntungan denngan mendirikan warung makan pecel lele lamongan.

Kesuksesan membuat para warga Lamongan kembali melakukan urbanisasi.

Mereka, lazimnya, menjadi karyawan magang di warung pecel lele lamongan yang sudah terbukti berhasil membangun bisnis kuliner.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini bersumber dari : www.kompas.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *