Penanaman Mangrove dan PLTSa Jadi Upaya Paiton Energy-POMI Mitigasi Perubahan Iklim

Diposting pada

PROBOLINGGO, investor.id – PT Paiton Energy dan POMI telah melakukan penanaman 3.000 batang tanaman bakau (mangrove) di Pantai Grinting, Kabupaten Probolinggo, di Jawa Timur pada 2 September 2022, sebagai upaya memelihara lingkungan pesisir dan mitigasi perubahan iklim, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui program Desa Wisata.

Oleh karena itu kegiatan penanaman 3.000 tanaman mangrove, tidak hanya melibatkan partisipasi dan kolaborasi antara Paiton Energy-POMI, namun juga dengan masyarakat Grinting yang difasilitasi oleh Perempuan Tani HKTI Kab. Probolinggo.

Sebagai informasi, tumbuhan mangrove memiliki banyak daun sehingga berpotensi menyerap karbon lebih banyak dari tumbuhan lain. Bahkan hasil penelitian menunjukkan, satu hektare hutan mangrove dapat menyerap 110 kilogram karbon.

Baca Juga: Paiton Energy dan POMI Giatkan UMKM untuk Membangkitkan Ekonomi Indonesia

Chief Financial Officer (CFO) Paiton Energy Bayu Widyanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program perusahaan di bidang lingkungan hidup dan mitigasi perubahan iklim. “Perusahaan ingin meningkatkan kesadaran masyarakat Grinting terhadap potensi sumber daya alam (hutan mangrove) yang harus dilindungi dan dijaga kelestariannya,” ujar dia dalam siaran pers, Rabu (5/10).

Selain giat menanam mangrove, Paiton Energy-POMI pun melakukan mitigasi perubahan iklim melalui melalui Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Waste to Energy (WTE) yang telah diresmikan pada Desember tahun lalu.

Proyek PLTSa Waste to Energy merupakan hasil kerja sama Paiton Energy dengan Laboratorium Parangtopo Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia (FMIPA UI). Bahkan PLTSa ini menjadi salah satu program unggulan sehingga ditampilkan dalam Acara Peluncuran Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UI Tahun 2022 pada 15 Agustus. Kemudian pada 20 September digelar acara Open House Laboratorium Parangtopo di Universitas Indonesia, Depok Jawa Barat.

Baca Juga :   Wisata di Jawa Barat, Ada 5 Lokasi Menawan yang Menyimpan Kisah Legenda, Layak Untuk Liburan Keluarga

Baca Juga: Paiton Energy Kembangkan Pertanian Permaculture

Terkait proyek PLTSa, Bayu menuturkan bahwa kerja sama antara UI dan Paiton Energy didasarkan pada Sustainable Development Goals (SDGs) ke-7, 12 dan 13, yaitu energi bersih yang terjangkau; konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; serta penanganan perubahan iklim. UI dan PT Paiton Energy mencoba untuk menangani sampah dari skala paling kecil, yaitu di lingkungan kampus UI.

“Melalui kerja sama dengan Laboratorium Parangtopo FMIPA UI, kami mendonasikan 8 unit bio digester untuk pengelolaan hingga 2 ton sampah. Output dari kegiatan ini adalah terciptanya pembangkit listrik tenaga sampah yang dapat menghasilkan 234 kilowatt hours listrik, menghasilkan pupuk padat dan cair, serta mengurangi emisi karbon 187 ton CO2/tahun,” tambah Bayu.

Desa Wisata Guyangan

Paiton Energy-POMI meluncurkan Desa Wisata Guyangan di Probolinggo, Jawa Timur pada 25 September yang tujuannya menghidupkan kembali perekonomian desa pasca pandemi Covid-19 melalui pembukaan desa wisata air terjun Jaran Goyang.

Baca Juga: TBS Energi Jual Saham Paiton Energy ke Medco

Desa Guyangan adalah desa wisata binaan CSR Paiton Energy-POMI dengan program pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi, yaitu Program Perlindungan Mata Air (PERMATA).

Peresmian Desa Wisata itu telah dilakukan dalam bentuk penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Probolinggo Drs. H.A. Timbul Prihanjoko didampingi ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Desa Guyangan.

Menurut Human Resources Manager POMI Rochman Hidayat, melalui peluncuran Desa Wisata Guyangan, perusahaan ingin memperkenalkan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Mangrove Indonesia untuk Perubahan Iklim Dunia

“Perusahaan berupaya mengajak masyarakat peduli kepada lingkungan dengan melakukan penanaman pohon dan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Guyangan,” ungkap Rochman.

Baca Juga :   Berpiknik di Perkebunan Kopi Tertua di Jawa Timur

Desa Guyangan memiliki lebih dari satu air terjun, diantaranya Air Terjun Jaran Goyang, Air Terjun Dewi Rengganis, Air Terjun Batu Rantai. Ke depannya di lokasi tersebut dapat dibangun pembangkit listrik tenaga air terjun.

Ada pun potensi alam lainnya adalah Sendang Biru dan Batu Petapan. Untuk potensi alam yang indah, Desa wisata Guyangan dinobatkan sebagai pemenang “One Village One Destination” (OVOD) di Kabupaten Probolinggo pada 2019.

Paiton Energy telah melaksanakan program CSR sejak 2000 yang dirancang setiap tahun dan dipantau oleh Komite Pengembangan Masyarakat. Adapun program-programnya dikategorikan dalam tiga fokus yaitu mendukung keberlanjutan perusahaan (pembangkit), keberlanjutan sosial ekonomi, serta keberlanjutan energi dan lingkungan.


 

Editor : Happy Amanda Amalia ([email protected])


Artikel ini bersumber dari : investor.id.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *