Pengembangan Pariwisata Kampoeng Tige Oerang Belum Maksimal, Yasin: Harus Bekerjasama

Diposting pada

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Belum adanya konten yang jelas membuat pengembangan pariwisata di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung belum maksimal. Bahkan beberapa kawasan yang ada dan memiliki potensi wisata saat ini belum dilirik oleh masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, M Yasin mengatakan, pengembangan pariwisata di daerah memang memerlukan kolaborasi antara pihak serta keterlibatan atau kerjasama antar perangkat daerah terkait. Dimana saat ini pengembangan sektor ini masih berjalan sendiri-sendiri.

“Jadi memang kalau sektor pariwisata mau maju harus bekerjasama dengan semua pihak,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (2/9/2022).

Yasin menuturkan, terdapat beberapa kawasan wisata di Pangkalpinang yang belum optimal. Hal dapat dilihat dari kadar popularitas, seperti halnya Kampoeng Tige Oerang di Tuatunu. Dimana daerah itu telah dicanangkan sebagai destinasi wisata baru di Kota Pangkalpinang.

Namun sampai saat ini diakui dia, masih banyak masyarakat yang mengetahui kawasan destinasi wisata tersebut. Hal ini lantaran konten pemasaran yang belum begitu menarik, sehingga masyarakat tidak tertarik untuk berkunjung. Padahal di sana terdapat wisata kuliner dan budaya.

“Kampoeng Tige Oerang itu kan banyak orang belum tahu, kontennya belum jelas belum ada konsepnya jadi belum begitu menarik,” beber Yasin.

Maka dari itu lanjut dia, untuk memaksimalkan pariwisata pada sektor itu pihaknya tengah menyusun beberapa konsep pemasaran. Satu di antaranya dengan mendorong para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) untuk dapat meningkatkan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan memanfaatkan digital marketing atau pemasaran digital.

Langkah tersebut dilakukan agar potensi wisata lokal bisa tersampaikan dengan menarik melalui media digital. Pihaknya sendiri tengah menggencarkan pelatihan digitalisasi branding, pemasaran dan penjualan pada desa wisata, homestay atau pondok wisata, kuliner, souvenir dan fotografi.

Baca Juga :   Museum Sri Baduga, Wisata Edukasi Sejarah dan Budaya Sunda

Digital marketing merupakan media yang saat ini sedang digandrungi oleh masyarakat. Dengan memasarkan atau mempromosikan sebuah brand atau produk melalui dunia digital ini diharapkan akan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Dampaknya ekonomi warga akan bergerak dan meningkatkan kesejahteraan warga.

“Untuk ajang promosinya tentu harus ditingkatkan konten-konten yang menggunakan digital marketing. Jadi saat ini tengah kita masifkan,” ucapnya.

Meskipun demikian kata Yasin, pihaknya saat ini telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pangkalpinang untuk mempermudah akses jalan menuju kawasan itu. Dimana jalan menuju daerah itu dinilai belum representatif jika dilalui para pelancong yang menggunakan bus.

“Kita juga akan edukasi masyarakat setempat, fungsi-fungsi kelembagaan di situ akan kita kita efektifkan dengan infrastruktur yang mendukung. Karena branding itu penting karena akan mempengaruhi mindset (Pola pikir-Red) orang,” kata Yasin.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)


Artikel ini bersumber dari : bangka.tribunnews.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *