Pengisian Balasuji, Ritual Pelepasan Perahu Sandeq Siap Berlayar

Diposting pada

[*]

Ritual pelepasan perahu sandeq pada Festival Sadeq Polewali Mandar berlangsung di pantai Silopo, Kecamatan Binuang, Selasa (30/8/2022) malam hari.

Ritual di lakukan dengan mengisi Balasuji kemudian memohon kepada sang pencipta agar para nahkoda perahu sandeq selamat sampai ke Ibu Kota Negara Balikpapan, Kalimantan Timur yang akan berangkat pada 31 Agustus 2022.

Seniman Mandar Ishaq Janggo, isi Balasuji sebagai seserahan, terdapat tujuh macam yaitu: minyak kelapa, dua buah Kelapa bertunas, sarung sutera. Selain itu, terdapat juga cinderamata perahu sandeq, gula merah dan air yang di ambil Masjid Imam Lapeo.

Isi Balasuji itu, kata Ishaq, nantinya akan di serahkan kepada Gubernur Kalimantan Timur dan Walikota Balikpapan setelah para nahkoda sandeq telah sampai di kota tersebut.

“Ini sebagai bentuk Mapalotto Tinjaq di Lalute agar bisa sampai dengan selamat sampai di IKN. Karena ini bukan sekedar lomba tetapi ini ritual perjalanan suci bagi passandeq,” Terang Ishaq di panggung.

Ritual Pelepasan Perahu Sandeq Dihadiri Gubernur Sulbar

Gubernur Sulawesi Barat Akmal Malik, juga hadir pada malam pelepasan para nahkoda perahu sandeq yang berlansung di pantai Silopo.

PJs Gubernur sulbar tersebut mengaku bangga dan kagum dengan warisan kebudayaan yang di miliki Sulbar seperti sandeq. Menurutnya itu adalah salah satu mahakarya maritim yang tidak ada duanya di Indonesia.

“Sandeq bermakna sangat luar biasa, ini menterjemahkan sesungguhnya Sulbar. Sandeq ini kecil tajam tetapi memiliki nyali yang kuat mengarungi samudera. Semoga filosofi sandeq mewarnai masyarakat Sulbar,” ungkapnya dalam sambutannya. “Kita boleh kecil, kita boleh memiliki anggaran kecil tetapi Sulbar memiliki nyali yang besar untuk IKN, dan untuk menghadapi tantangan global kedepan,”Tambahnya.

Baca Juga :   Rangkaian HUT ke-58 Provinsi Sulawesi Utara Berlangsung Sukses  – SulutAktual.com

See also

Penyandang Disabilatas Dapat Bantuan

Sementara itu, Bupati Polman menuturkan Festival Sandeq sudah di rancang selama dua bulan atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulbar. Malam ini, merupakan pelepasan Festival Sandeq.

Ia berharap, kedepannya kegiatan Festival Sandeq bukan lagi Pemerintah yang menjadi panitia. Tapi ada Yayasan Sandeq yang akan di bentuk Gubernur Sulbar nantinya.

Selain itu, pelepasan lampion yang melibatkan siswa(i) yang ada di Kecamatan Binuang dan Polewali, yang juga sebagai tanda salah satu rangkaian pelepasan perahu Festival Sandeq.[*]

Artikel ini bersumber dari : pattae.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *