Pengusaha Sotong di Ciamis Bingung Karena Harga Tepung Aci Sekarang Lebih Mahal dari Tepung Terigu

Diposting pada

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Pengusaha tahu bulat di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis sedang kelimpungan akibat kenaikan harga kacang kedelai. Tak hanya pengusaha tahu builat, puluhan perajin sotong, camilan khas Ciamis yang biasa dijual bersama tahu bulat juga mengeluhkan naiknya harga tepung tapioka (aci) dan tepung terigu.

Dalam dua minggu ini harga tepung terigu naik drastis dari Rp 150.000 per karung (kapasitas 25 kg) menjadi Rp 225.000 per karung. Atau naik dari Rp 6.000 per kg jadi Rp 9.000 per kg. Jadi ada kenaikan Rp 3.000 tiap kilogramnya.

Sedangkan tepung tapioka (aci) naik dari Rp 170.000 per karung (kapasitas 25 kg) naik menjadi Rp 230.000 per karung. Harga aci naik dari Rp 6.800 per kg jadi Rp 9.200 per kg atau rata-rata naik 2.400 tiap kg.

Perajin sotong di Cidolog Ciamis kini terpaksa memperkecil ukuran sotong yang mereka produksi karena harga bahan pokok berupa aci dan terigu naik membubung
Perajin sotong di Cidolog Ciamis kini terpaksa memperkecil ukuran sotong yang mereka produksi karena harga bahan pokok berupa aci dan terigu naik membubung (Tribun Jabar/Andri M Dani)

“Kami cukup bingung juga. Tidak hanya kacang kedelai yang harganya. Tetapi juga aci dan tepung terigu,” ujar H Asep Dudung (60), pengusaha sotong dan tahu bulat “Asdud” kepada Tribun saat ditemui di kediamannya di Dusun Gandapura Rt 02 RW 02 Desa Janggala, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis Kamis (29/9).

Untuk pembuatan sotong, kata H Asep Dudung yang akrab disapa Haji Asdud itu, setiap hari ia membutuhkan 5 kuintal tepung tapioka (aci) dan 7 kuintal tepung terigu.

Baca juga: Perkenalkan Tepung Terigu, Sriboga Ajak Pelaku UKM dan Komunitas Masak dengan Resep Menu Nusantara

Bahan baku utama berupa aci dan tepung terigu tersebut kemudian dibuat adonan dicampur dengan berbagai macam bumbu penyedap berupa vetsin dan garam.

Dengan bahan baku berupa 7 kuintal terigu dan 5 kuintal aci plus berbagai macam penyedap tersebut setiap hari H Asdud memproduksi 100.000 potong sotong mentah.

Baca juga: Terigu Mahal, DPR Dorong Potensi Tepung dari Ketela Pohon, Potensinya Besar Jika Ada yang Produksi

Baca Juga :   Potret Rangkasbitung Fashion Week, Bupati Iti Tampil Kece

Ratusan ribu sotong mentah (setengah jadi) sekitar 90 persen di pasarkan ke berbagai kota di Pulau Jawa terutama pasar Jawa Barat dan Jabodetabek Banten. Hingga ke Lampung. Hanya 10 persen yang dipasarkan di lokal Ciamis, Banjar, Pangandaran, dan Majenang.

“Harga tepung terigu naik mungkin bisa dimaklumi karena bahan bakunya impor (gandum). Apalagi terpengaruh perang Ukraina. Tapi kalau tepung aci kok juga ikut naik, padahal bahan bakunya berupa singkong kan produk dalam negeri. Lebih hebat lagi, tepung aci harganya lebih mahal dari terigu,” ujar H Asdud.

Baca juga: Wagub Uu Ruzhanul Hentikan Operasional Pabrik Tepung Tapioka di Karawang

Ia memperkirakan naiknya harga tepung aci karena terdampak kenaikan harga BBM.

H Asdud sudah memulai usaha pembuatan tahu bulat di kampung halamannya tersebut sejak tahun 2010. Dan kemudian saat booming tahu bulat mulai menurun tahun 2018 lalu sebelum adanya pandemi Covid-19, bapak satu anak tersebut memulai usaha pembuatan sotong.

Perajin sotong di Cidolog Ciamis kini terpaksa memperkecil ukuran sotong yang mereka produksi karena harga bahan pokok berupa aci dan terigu naik membubung
Perajin sotong di Cidolog Ciamis kini terpaksa memperkecil ukuran sotong yang mereka produksi karena harga bahan pokok berupa aci dan terigu naik membubung (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Di pabriknya di sisi jalan raya Janggala-Cidolog tersebut H Asdud tidak hanya memproduksi tahu bulat tetapi juga sotong. Sehingga pemasaran tahu bulat pun selalu ditandem dengan sotong. Sehingga lahirlah, jinggel lagu, tahu bulat aya, sotong aya. Dimasak dadakan.

Kini di Cidolog ada sekitar 30 unit usaha produksi sotong, dan 7 pengusaha diantaranya juga memproduksi tahu bulat.

Baca juga: Terigu Ludes di Pasar Murah Astananyar, Anggota DPRD Kota Bandung Usul Digelar Juga di Tingkat RW

Solusi sementara menghadapi kenaikan harga bahan baku berupa terigu dan aci tersebut, pengusaha sotong di Cidolog tersebut terpaksa memperkecil ukuran sotong produksi mereka.

“Solusinya sekarang, ukuran sotongnya diperkecil. Harga masih tetap. Sama dengan tahu bulat, ukurannya juga diperkecil,” kata H Asdud. (*)

Baca Juga :   Baso Aci Akang Kini Hadir di Pangkalpinang, Kuahnya Gurih Bikin Nagih


Artikel ini bersumber dari : jabar.tribunnews.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *