Perempuan Kristen di NTT Diharapkan Tanam Kelor Sebagai Aktualisasi Iman

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Perempuan Kristen yang ada di NTT diharapkan ikut berpartisipasi dalan pembangunan di NTT. Maksudnya sebagai bentuk aktualisasi nyata keimanan. 

Selain itu, Gereja juga harus turut berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi di Nusa Tenggara Timur dengan menanam 1 juta hektar pohon kelor yang menjadi wujud nyata hukum kasih. 

“Dengan menanam pohon kelor di pekarangan rumah Gereja dapat mewujudkan iman sekaligus memberi harapan bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Menanam pohon kelor membuktikan bahwa kalian turut terlibat dalam pekerjaan memulihkan lingkungan untuk kehidupan manusia,” jelas Gubenur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Jumat 16 September 2022. 

“Potensi daerah yang sangat mahal nilainya ini akan meningkatkan perekonomian NTT. Sehingga, saya ingin perempuan GMIT juga berpartisipasi dengan menaman 1 juta hektar pohon kelor sebagai bukti perwujudan perempuan cerdas, berani dan peduli dalam aktualisasi iman Kristen,” tambah Gubenur Viktor. 

Sewaktu menerima kunjungan Ketua Majelis Klasis  Kota Kupang Pdt. Jeheskial Adam, S.Th., M.Hum bersama jajaran Panitia Pelaksana Pesparawi Perempuan GMIT tahun 2022, Gubenur Viktor Laiskodat berkata demikian. 

Panitia bertemu Viktor Laiskodat untuk membahas tentang Pelaksanaan Lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi)  ke-III yang akan dilaksanakan pada tanggal 3-4 November 2022 mendatang di Gereja GMIT Paulus Kota Kupang.

Baca juga: Kuliner Khas NTT : Bubur Kelor Panas vs Ikan SardinTepung Goreng Makan Dengan Telur Asin Rebus

Pada kesempatan tersebut Gubernur Laiskodat mendorong Panitia Pelaksana Pesparawi Perempuan GMIT agar dapat berkolaborasi dengan pihak eksternal seperti Bank NTT dan Dekranasda dalam menyukseskan pelaksanaan Pesparawi tahun ini. 

“Saya mendukung pelaksanaan Pesparawi tahun 2022 dan saya berharap panitia bisa berkolaborasi dengan Bank NTT dan Dekranasda agar kegiatan ini dapat menjadi wadah yang berkesinambungan untuk mengembangkan UMKM dan Program Pemberdayaan Perempuan GMIT di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya. 

Ketua Majelis Klasis Kota Kupang, Pdt. Jeheskial Adam, S.Th., M.Hum menjelaskan, selain pelaksanaan Pesparawi, pihaknya juga telah melaksanakan kegiatan pemberdayaan perempuan GMIT, seperti mengadakan pelatihan pengolahan kelor dan budidaya tanaman obat di pekarangan rumah jemaat. 

“Kami juga telah mengadakan pelatihan-pelatihan bagi para perempuan GMIT dalam mengelola tanaman kelor dan tanaman obat di pekarangan rumah mereka sendiri agar dapat menjadi bekal pengetahuan dan keterampilan sebagai bentuk aktualisasi diri dalam gereja,” jelas Pdt. Jeheskial. (Fan)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Baca juga: Kuliner Khas NTT: Ikan Tongkol Suwir Balek Tomat, Bahan Kaki Lima Rasa Bintang Lima, Lezat Bro

PESPARAWI – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat menerima kunjungan Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Pdt. Jeheskial Adam, S.Th., M.Hum bersama jajaran Panitia Pelaksana Pesparawi Perempuan GMIT tahun 2022. Jumat 16 September 2022.


Artikel ini bersumber dari : kupang.tribunnews.com.

Tinggalkan komentar