Peringatan Hari Jadi Sunbar ke-77, DPRD Dapat Apresiasi Wapres ke-10 Jusuf Kalla

Diposting pada

Padang–Peringatan Hari Jadi Sumatera Barat kali ini dilaksanakan dengan penuh harapan dan kegembiraan, ditengah sinyal berakhirnya pandemi covid-19, hal ini terlihat dari rangkaian kegiatan dan event peringatan Hari Jadi yang penuh semarak yang sudah dimulai semenjak tanggal 19 September 2022 dan berakhir pada tanggal 7 Oktober 2022 mendatang.

Ketua DPRD Sumbar Supardi juga berterima kasih, pada Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 H. Muhammad Jusuf Kalla dan Asvi Warman Adam yang atas kehadiran dalam memberikan sambutan pada hari jadi ke-77 Sumatera Barat .

Supardi mewakilai anggota DPRD lainnya juga menucapan terima kasih juga
Gubernur, Wakil Gubernur, Forkopimda, Anggota DPR RI dan Anggota DPD RI daerah pemilihan Sumatera Barat, Gubernur dan Ketua DPRD provinsi tetangga, Mantan Ketua DPRD Sumbar, Mantan Sekretaris Daerah Sumbar, Pimpinan Instansi vertikal, Pimpinan BUMN, Pimpinan BUMD, Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, Bupati/Walikota, Ketua DPRD se-Sumatera Barat, Ketua MUI, LKAAM, Bundo Kanduang, Tokoh Masyarakat yang juga hadir pada Rapat Paripurna sangat istimewa kali ini.

“Jarum hilang ditengah jerami
Kain Kebaya didalam peti
Selamat datang ditempat kami
Moga bahagia melekat dihati, Bunga selasih ditepi selokan
Meja makan buat angkringan
Terima kasih kami ucapkan
Kepada tamu dan para undangan,” pantun pembuka ketua DPRD Sumbar saat paripurna istimewa, Sabtu (1/10/2022).

Dikatakannya, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2019 telah ditetapkan tanggal 1 Oktober 1945, maka pada setiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari jadi Sumatera Barat dengan menyelenggarakan sidang paripurna DPRD.

“Hari ini, Sabtu tanggal, 1 Oktober 2022 merupakan Peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-77, dengan mengusung tema “ Bangkit Lebih Kuat Menuju Sumatera Barat yang Madani, Unggul Berkelanjutan”.
Tentunya kita berharap dengan semangat peringatan Hari Jadi Sumatera Barat, dapat dijadikan momentum evaluasi dari berbagai sudut pandang guna meningkatkan produktifitas, karya, kinerja dan cara berkerja dalam pengabdian guna kemajuan dan kesejahteraan Sumatera Barat yang lebih baik lagi dimasa-masa mendatang,” tutur Supardi.

 

Ditambahkannya, guna memeriahkan hari jadi Sumatera Barat ke-77, DPRD Sumatera Barat disamping menyelenggarakan Rapat Paripurna juga menggelar kuliner rakyat untuk tamu, undangan dan masyarakat umum, sebagai salah satu upaya melestarikan budaya kuliner Sumatera Barat yang beragam dengan rasa yang enak dan enak sekali.

“Tanggal 1 Oktober 1945, merupakan Hari Jadi Sumatera Barat sebagai kesatuan masyarakat dan daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penetapan tanggal 1 Oktober 1945 tidak mengurangi makna dan eksistensi daerah Sumatera Barat yang telah ada jauh sebelum penetapan Hari Jadi ini.


Perjalanan panjang sejarah provinsi Sumatera Barat baik sebelum maupun setelah penetapan Hari Jadi Sumatera Barat pada tanggal 1 Oktober 1945, telah mengalami pasang surut dari waktu ke waktu. Banyak kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dalam perkembangan peradaban kehidupan masyarakat Sumatera Barat, namun tidak pula dapat diingkari masih banyak kekurangan-kekurangan yang perlu kita benahi bersama,” tambah Supardi.

Ia juga menyampaikan beberapa gambaran terhadap Sumatera Barat diusia yang ke-77 hari ini, yakni:

Masyarakat Sumatera Barat dikenal dengan karakter budaya, adat dan keagamaan serta jiwa kegotong-royongan serta raso badunsanak yang cukup kuat dalam kehidupan sehari-hari. Ada tigo tungku sajarangan, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai sebagai unsur kemimpinan yang terus menyesuaikan dengan tataran kondisi kekinian. Istilah kepemimpinan tungku tigo sajarangan di ibaratkan dengan bejana di atas tungku. Jika bejana dalam posisi seimbang di atas tungku, bejana tidak akan jatuh ke api. Artinya pemerintah berjalan dengan posisi dan kedudukan masing-masing, maka masyarakat akan terhindar dari permasalahan.

Baca Juga :   Naomy Finalis Miss Indonesia 2022 dari Riau Suka Gulai Patin

Pemecahan masalah di Minang sangat unik yaitu dengan musyawarah dan mufakat, Sesuai dengan pepatah lama,
Alang tukang tabuang kayu,
Alang cadiak binaso adat,
Alang alim rusak agamo,
Alang sapaham kacau nagari.

Dek ribuik kuncang ilalang,
Katayo panjalin lantai,
Hiduik jan mangapalang,
Kok tak kayo barani pakai.

“Sumatera Barat juga dikenal sebagai masyarakat yang identik memiliki jiwa dagang tinggi dengan idealisme kemandirian tidak suka diatur atau dikekang, mereka berani memulai usaha dari nol dengan usaha sendiri. Motivasi orang minang berdagang karena ingin melawan dunia orang, suatu falsafah yang mengandung amanat untuk hidup bersaing terus menerus mencapai kemuliaan, kenamaan, kepintaran dan kekayaan. Sedangkan bagi orang minang, profesi sebagai pedagang merupakan salah satu diantara aktualisasi peran fungsional dalam mencari nafkah hidup.
Menjadi Saudagar, adalah suatu cita-cita. Fungsi ini akan berbeda diantara profesi yang lain, karena ada yang menjadi ; petani, tukang, penghulu, ulama, dan lainnya” ulasnya lagi.

Sekaitan dengan hak tersebut Supardi juga menerangkan Falsafah alam yang menjadi pedoman hidup “orang Minang”, yaitu ;
Nak mulia batabua urai,
Nak tuah tagak di nan manang,
Nak cadiek sungguah baguru,
Nak kayo kuaik mancari.

Maka, dengan keluarnya Undang-undang Nomor 17 tahun 2022 tentang provinsi Sumatera Barat yang didasari pada pertimbangan, bahwa provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu daerah wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dibentuk untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang efektif sesuai amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, yang diselenggarakan secara berkelanjutan dalam satu kesatuan wilayah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Dalam penyelenggaraan pemerintahan provinsi Sumatera Barat harus memperhatikan potensi daerah, kearifan lokal, kondisi geografis dan demokrafis, serta tantangan dinamika masyarakat dalam tataran lokal, nasional dan internasional untuk mencapai kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat dalam NKRI.

Itu juga terlihat dalam pasal 5, UU nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat yang berbunyi, Provinsi Sumatera Barat memiliki karakteristik yaitu : a. kewilayahan dengan ciri geografis utama kawasan daratan rendah berupa pasir dan pantai, kawasan perairan berupa danau, kawasan dataran tinggi berupa perbukitan, kawasan taman nasional, kawasan lindung dan konservasi, kawasan kepulauan serta warisan alam geologi; b. potensi sumberdaya alam berupa kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, energi dan sumberdaya mineral serta potensi pariwisata dan potensi perdagangan;dan c.adat dan budaya minangkabau berdasarkan nilai falsafah adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah sesuai dengan aturan adat salingka nagari yang berlaku, serta kekayaan sejarah, bahasa, kesenian, desa adat/ nagari, ritual, upacara adat, situs budaya dan kearifan lokal yang menunjukan karakter religius dan ketinggian adat istiadat masyarakat Sumatera Barat.

Lebih rinci ia katakan, pada pasal penjelasan pasal 5 huruf (a), yang termasuk taman nasional antara lain Taman Nasional Daerah Singgalang, sebagai Taman Nasional Kerinci Seblat dan taman nasional pulau Siberut. Dan penjelasan huruf pasal 5 huruf (c) pelaksanaan nilai falsafah adat bansandi syara’, syara’ basandi kitabullah berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Jikapun ada perbedaan pendapat dalam keberadaan pasal 5 UU nomor 17 tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat, dimana ada ketersingungan masyarakat Mentawai terhadap Undang-Undang ini tidaklah perlu dibesar-besarkan karena sudah jelas dan tegas dalam penjelasan pasal 5 menyatakan budaya ritual dan kawasan kepulauan Mentawai bahagian tidak terpisahkan dalam kewilayahan provinsi Sumatera Barat.

Alah bauriah bak sipasin,
kok bakiek alah bajajak,
habih tahun baganti
musim sandi Adat jangan dianjak

Baca Juga :   Ribut-Ribut KDRT Lesti Kejora, Ternyata Rizky Billar Keturunan Minang: Sang Ayah Pengusaha Rendang

Adat biaso kito pakai,
limbago nan samo dituang,
nan elok samo dipakai
nan buruak samo dibuang.

Anak-anak kato manggaduah,
sabab manuruik sakandak hati,
kabuik tarang hujanlah taduah,
nan hilang patuik dicari.

“Semua hal tersebut diatas perlu kita renungkan bersama, banyak hal yang mesti kita kerjakan bersama untuk mewujudkan visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD 2021-2024) Mewujudkan Sumatera Barat yang Madani, Unggul Berkelanjutan. Kita berharap Peringatan Hari Jadi Sumatera Barat Sumatera Barat ke-77 tahun 2022 ini, menjadi momentum kebangkitan Sumatera Barat untuk mengejar ketertinggalan dan kemajuan provinsi lainnya,” ulas Supardi ketika memimpin paripurna istimewa.

Sukardi juga berharap, peringatan Hari Jadi Sumatera Barat kali ini hendaknya menjadi inspirasi, motivasi dan inovasi dalam memajukan pembangunan Sumatera Barat dengan mengedepankan semangat kebersamaan, gotong royong dan potensi lainnya yang merupakan ciri khas masyarakat Sumatera Barat.

Pada kesempatan tersebut, guna melihat Sumatera Barat dengan segala permasalahan dan potensinya saat ini, maka pada kesempatan ketua DPRD Sumbar juga meminta selayang pandang dan sambutan dari tokoh masyarakat terhadap perspektif Sumatera Barat ke depan. Dr. Drs. H. Muhammad Yusuf kalla, urang sumando masyarakat Sumatera Barat yang sudah malang melintang sebagai salah seorang sosok pebisnis sukses dan dikenal dekat dengan orang Minang, telah banyak kiprahnya ditingkat nasional maupun internasional. Beliau nanti akan memberikan pandangan terkait dengan “Etos Dagang Orang Minang” dengan melihat filosofi dagang orang minang dulu dan sekarang, karena dari dulu sampai sekarang orang minang tetap bisa menjadikan perdagangan sebagai mata pencaharian.

Prof. Dr. Asvi Warman Adam, seorang profesor dibidang sejarah dan sosial politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).Urang awak yang berhasil meraih gelar doktornya dibidang seajarah di Ecole des Hautes Etudes en Science Sociales (EHESS) Paris, beliau akan memberikan pandangannya terkait kultur tradisi politikus Minangkabau memerdekan Indonesia sehingga masyarakat Minang tidak terjebak dengan memori masa lalu namun menjadikan memori tersebut menjadi kekuatan utuk perubahan lebih baik di masa depan. untuk itu kepada para tokoh masyarakat yang bersangkutan.

Selain memberikan apresiasi pada DPRD dan Provinsi Sumatera Barat,
Yusuf Kalla juga membuka secara resmi kuliner rakyat di halaman Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat dan nanti bersama-sama marilah kita nikmati sebagai salah satu bentuk syukur perayaan hari jadi Sumatera Barat.

Sebelum menutup secara resmi sidang paripurna istimewa, ketua DPRD Sumbar juga membaca pantun, Menanam padi pergi ke sawah
Jangan lupa cangkul dan asahannya
Andai ada tutur kata yang salah
Mohon maaf yang sebesar besarnya

Cincin berlian, diberi kekasih
Cukup sekian, terima kasih.

Acara perpaduan formalitas dan adat berjalan dengan khidmad, penuh keharuan bahagia, menunjukkan kalau DPRD Sumbar bersama stakeholder lainnya siap untuk berbuat pada masyarakat lebih baik.

Usai paripurna istimewa, Jusuf Kalla di dampingi ketua DPRD dan wakil serta gubernur Sumbar meresmikan klinik pertama DPRD Sumbar, dilanjutkan dengan makan bersama di pasar Kuliner yang sudah dipersiapkan.

Semua rangkaian kegiatan berjalan sukses, tanpa kendala sesuai dengan rencana yang sudah ada, di bawah kordinator sekretaris DPRD Sumbar, H. Raflis, SH,MM.

Semua yang hadir tanpa terkecuali Jusuf Kalla dan rombongan merasa puas, bahkan dengan senyum ceria meninggalkan lokasi acara.

Diantara yang hadir saling berbisik menyatakan kepuasan dan pujian terhadap penyelenggara hari jadi Sumatera Barat ke-77 di DPRD Sumbar.(***)


Artikel ini bersumber dari : www.tribunsumbar.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *