Potret Estetik Keuken van Elsje, Restoran Belanda di Bandung yang Jadi Cagar Budaya


Keuken van Elsje. ©2022 Dokumentasi Humas Pemkot Bandung/ Merdeka.com

Merdeka.com – Kota Bandung di Jawa Barat memiliki ragam destinasi kuliner yang cocok untuk dikunjungi. Beberapa tempat di sana menyimpan daya tarik unik, seperti sebuah restoran bernama Keuken van Elsje.

Di tempat itu, pengunjung seakan diajak menyelam ke era kejayaan Belanda melalui gaya arsitektur art deco. Pilihan makanan yang dijual pun seluruhnya merupakan resep masa lalu yang diwariskan.

Keuken Van Elsje terletak di Jalan Buton nomor 11, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat. Saat ini restoran tersebut telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya, yang nyaman didatangi. Berikut potretnya.

2 dari 6 halaman

Sudah Berdiri sejak Abad ke-18

keuken van elsje

©2022 Dokumentasi Keuken van Elsje/ Merdeka.com

Mengutip laman resmi Pemkot Bandung, belum diketahui secara pasti kapan bangunan ini didirikan. Namun sebelum menjadi sebuah restoran pada tahun 2016, bangunan ini merupakan rumah tinggal yang dibeli oleh pasangan suami istri bernama Harry dan Elsje di sekitar abad ke-18 atau 19.

Harry sendiri merupakan seorang guru les dansa dan juga fotografer. Keduanya kemudian mempunyai anak bernama Esther, dan mendirikan restoran tersebut. Saat ini, anak Esther atau cucu dari Elsje bernama Kevin lah yang mengembangkan restoran.

Secara bahasa, Keuken van Elsje memiliki arti “Dapur Oma Elsje”. Konsep ini begitu terasa saat menikmati makan di sana. Keuken van Elsje memiliki suasana yang homey seperti di rumah nenek sendiri.

3 dari 6 halaman

Furniture Masih Asli

keuken van elsje

©2022 Dokumentasi Humas Pemkot Bandung/ Merdeka.com

Dituturkan Kevin, jika bangunan tersebut memang sudah berdiri sejak abad ke-19. Sejak masa itu, tidak banyak isi yang diubah. Hal ini yang membuat perabotan di sana masih asli sejak ratusan tahun lalu.

Suasa era kolonial kian terasa, seperti pada dinding bangunan luar yang masih berupa susunan batu bulat. Kemudian ada juga kursi-kursi taman, dan jendela berbentuk setengah lingkaran besar.

Di dalam ruang tamu, terdapat mini coffe bar, dan meja kasir yang dulunya merupakan boks bayi dari keluarga Elsje.

“Furniturenya masih asli semua, paling tua itu adalah lampu kandelar di ruang tamu. Waktu pertama dibeli rumah ini, langsung beli lampu itu” kata Kevin, mengutip ANTARA.

4 dari 6 halaman

Pernak Pernik Terpajang Apik

keuken van elsje

©2022 Dokumentasi Humas Pemkot Bandung/ Merdeka.com

Selain lampu, barang pernak-pernik di rumah tersebut juga terpajang apik di bagian dalam restoran. Beberapa yang masih disimpan di antaranya mesin jahit klasik, buku-buku berbahasa Belanda, sampai mainan anak-anak.

Sebelum menjadi restoran, rumah ini sempat tidak dihuni selama beberapa tahun. Akibatnya, rumah menjadi tidak terurus dan banyak bagian yang rusak.

Kevin pun merasa sayang apabila rumah keluarganya perlahan rusak dan tidak terurus. Dengan semangat mempertahankan bangunan sejarah keluarganya itulah, dirinya kemudian ingin merenovasi rumah oma dan dialih fungsikan menjadi sebuah restoran.

5 dari 6 halaman

Menu yang Ditawarkan

keuken van elsje

©2022 Dokumentasi Humas Pemkot Bandung/ Merdeka.com

Diungkapkan Kevin, menu-menu yang dijual di restoran tersebut merupakan peninggalan tahun 1920-an. Ia mengklaim jika tidak mengubah menu makanan di restorannya itu. Beberapa menu yang menjadi andalan yakni Aligot.

Aligot merupakan menu fusion Perancis dan Belanda, yang bahan utamanya merupakan kentang tumbuk dan empat jenis keju yang dicampur menjadi adonan lembut. Dulunya, Aligot merupakan menu musim dingin keluarga Elsje.

Kemudian ada juga Rissolle, yang merupakan menu khas dari Restoran Keuken Van Elsje. Menu ini dibuat dengan cara homemade. Rasanya lezat dengan perpaduan mayonnais manis, asam, gurih dan sedikit pedas.

Kemudian ada juga menu lainnya, seperti Rawon Oma Elsje, Fettuccine Met Romige, Bitterbalen, Patatje Oorlog, Kibbelings, Elsje Coffe dan lainnya.

6 dari 6 halaman

Jadi Bangunan Cagar Budaya

keuken van elsje

©2022 Dokumentasi Keuken van Elsje/ Merdeka.com

Dengan semangat mempertahan dan merawat rumah Oma Elsje, akhirnya bangunan ini dilirik Pemerintah setempat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Berdasarkan surat yang diterbitkan instansi tersebut, Keuken van Elsje akhirnya dinyatakan sebagai bangunan nominasi cagar budaya.

Terdapat beberapa syarat terpilihnya sebuah bangunan menjadi cagar budaya. Salah satunya ialah tampak depan dan bagian dalam harus benar-benar asli bangunan tua. Lebih dari 1700-an bangunan lain masuk nominasi, hingga akhirnya terpilih 7 bangunan. Salah satunya ialah Keuken van Elsje.

Selain dinobatkan sebagai Cagar Budaya, Pemerintah turut membantu merawat bangunan tersebut dengan memberikan sejumlah uang perawatan, dan pemotongan biaya PBB.

Bagi yang tertarik mengunjungi Restoran Keuken van Elsje, kalian bisa berkunjung di hari Selasa-Minggu, pada pukul 10.00-20.00 WIB.

 

 

 

[nrd]


Artikel ini bersumber dari : www.merdeka.com.

Tinggalkan komentar