Presiden Jokowi: KADIN Indonesia Berperan Besar dalam Menentukan dan Mengerahkan Potensi Dunia Usaha

Diposting pada


NERACA

Jakarta – Dalam rangka untuk mencapai Indonesia Emas 2045, Presiden Republik Indonesia, Bpk. Ir. H. Joko Widodo melakukan diskusi dengan Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid, seluruh pimpinan KADIN Indonesia serta 34 Ketua KADIN Provinsi sekaligus untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-77. Acara ini bertemakan “Ekonomi Kuat, Rakyat Sejahtera” yang dilaksanakan di Anjungan Riau, Taman Mini Indonesia Indah, Selasa (23/8/2022). 

Memasuki usia kemerdekaan yang ke-77 tahun, Indonesia kembali mencatatkan pertumbuhan yang manis dari segi perekonomian. Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang berhasil bangkit dengan cepat dari pandemi COVID-19 dan bertahan dengan kestabilan ekonomi di tengah banyaknya tantangan global yang ada serta ancaman gelapnya perekonomian dunia. 

“Walaupun risiko resesi Indonesia masih dinilai rendah, dunia usaha harus tetap mempersiapkan diri dalam mengantisipasinya dengan mengubah tantangan-tantangan global menjadi sebuah peluang. Terlebih, di 2024 Indonesia akan merayakan pesta demokrasi. Semua pemimpin bangsa diharapkan untuk bersama-sama menjaga kestabilan politik dan ekonomi sebelum, selama dan setelah pesta demokrasi melalui ajang Bertanding untuk Bersanding,” ucap Ketua Umum KADIN     Indonesia,       Arsjad Rasjid.

Arsjad juga menambahkan KADIN Indonesia optimis, Indonesia Emas 2045 dapat tercapai melihat fundamental perekonomian Indonesia yang bagus melalui beberapa upaya yang sudah dilakukan KADIN untuk mendorong percepatan ekonomi Indonesia.

“Sebagai mitra strategis pemerintah, KADIN Indonesia sudah berkomitmen dalam mendukung dan berpartisipasi penuh dalam program-program pemerintah seperti mendukung transisi energi melalui KADIN Net Zero Hub untuk mendukung komitmen Net Zero di tahun 2060. Tak hanya itu, KADIN juga mendorong percepatan digital ekonomi, terutama bagi UMKM dengan membentuk wikiwirausaha dan pendampingan kemitraan close loop,” jelas Arsjad. 

Tak hanya itu, KADIN juga mendorong pertumbuhan usaha sektor kelautan dan perikanan berbasis ekonomi biru di Indonesia serta mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan menggelar diskusi dengan lebih dari 200 sektor usaha dan asosiasi bisnis terkait investasi di IKN. 

Baca Juga :   Pasar Bawah Belum Diserahkan ke Pihak Ketiga, Disperindag Evaluasi Ulang Pemilihan Mitra

KADIN juga telah melakukan reformasi struktural dengan membangun kesadaran masyarakat terhadap UU HPP, menyampaikan masukkan dari pelaku usaha untuk penyempurnaan UU Cipta Kerja dan HPP, serta dialog sosial dan menandatangani MOU dengan berbagai serikat pekerja seperti Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), serta Konfederasi Seluruh Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) demi mewujudkan iklim ketenagakerjaan yang produktif dan sejahtera.

Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo pun mengatakan hal yang serupa, yaitu meskipun perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan, Indonesia harus tetap waspada, realistis namun tetap optimis untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia agar dapat menjadi ekonomi ke – 4 dunia pada 2045.

“Saya berharap kita semua dapat terus berperan aktif dan berkontribusi nyata dalam upaya membangun perekonomian daerah dan nasional ke depan bersama-sama, dengan mengubah tantangan-tantangan global menjadi sebuah peluang melalui kolaborasi inklusif antara pemerintah, pelaku usaha, dan juga masyarakat luas,” ucap Presiden.

Presiden Republik Indonesia, meminta KADIN Indonesia dan seluruh KADIN Provinsi bergerak untuk memajukan ekonomi, terutama di sektor pangan yang memiliki potensi besar, baik itu komoditas pangan Jagung, Beras, Sorgum yang memang sangat dibutuhkan oleh banyak negara di tengah ancaman krisis pangan dunia. Presiden juga meminta KADIN membangun sektor pertanian dalam negeri dengan dukungan teknologi dan inovasi pertanian.  

“Untuk sektor SDA, misalnya pertambangan dan mineral, saya berharap KADIN Indonesia juga mendukung program hilirisasi, jangan lagi ekspor bahan mentah. Keberhasilan nikel ini harus diikuti tambang-tambang lain untuk hilirisasi sehingga mempercepat peningkatkan ekonomi. Negara-negara seluruh dunia membutuhkan tambang dan mineral kita, kita paksa mereka untuk bikin industri hilir di sini,” tegas Presiden.  

Presiden Jokowi juga mengapresiasi KADIN Indonesia dalam membantu UMKM untuk masuk ke ekosistem digital. Saat ini, presiden mendorong UMKM masuk ke e-katalog agar dapat berpartisipasi dalam proyek pembangunan nasional. Tak hanya itu, Presiden juga ingin memastikan agar semua proyek yang bersumber dari APBN, APBD dan BUMN digunakan untuk membeli produk dalam negeri utamanya dari UMKM dengan nilai komitmen belanja mencapai Rp897 triliun. 

Baca Juga :   Pelayanan dan Kebersihan Kebiasaan Kami

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menambahkan KADIN Indonesia memiliki posisi untuk menentukan dan mengerahkan potensi dunia usaha demi mengakselerasi ekonomi Indonesia melalui mengadvokasi informasi terkait kebijakan pemerintah di bidang ekonomi kepada dunia usaha. 

KADIN Indonesia, kata presiden, juga selalu menyampaikan masukan, solusi, serta rekomendasi kepada pemerintah mengenai kebijakan ekonomi, isu lokal, nasional dan internasional yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia serta mendukung agenda prioritas pembangunan Indonesia sesuai dengan kapasitas dunia usaha. 

Sebelum membuka diskusi, Presiden Jokowi yang didampingi Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid menyempatkan diri untuk berjalan santai bersama sambil mendengarkan paparan mengenai revitalisasi TMII yang sudah mencapai 98% dan menelan anggaran lebih dari Rp1 triliun.  

Selepas diskusi, acara dilanjutkan dengan penanaman 10 pohon Tabebuya yang diwakilkan oleh Presiden Jokowi dengan Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid sebagai simbol menyongsong Indonesia Emas 2045. Acara ini juga menyuguhkan sejumlah makanan khas nusantara seperti aneka soto nusantara, di antaranya Soto Padang, Soto Ayam Banjar, Empal Gentong Cirebon dan Coto Makassar. 

Selain itu, ada juga angkringan yang menyajikan jajanan pasar, bubur manis tradisional dan sajian lain sebagai hidangan utama seperti Nasi Kuning Manado, Nasi Pecel Madiun, Lontong Medan, Nasi Campur Bali, Papeda Ikan Kuah Kuning Papua. Di akhir acara, pendakwah Erick Yusuf menyempatkan diri untuk memimpin doa bersama.  (Mohar)

 


Artikel ini bersumber dari : www.neraca.co.id.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *