Rasakan Pedas Gurih Lalapan Topping Rempah di Lalapan Pak Natan Blitar

Diposting pada

TIMESINDONESIA, BLITAR – Anda bosan dengan menu masakan lalapan yang hanya begitu saja? Lalapan yang satu ini layak anda coba. Lalapan Pak Natan namanya yang berada di Jalan Trisula Desa Dawuhan Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar Jawa Timur. 

Lalapan ini mengkombinasikan lalapan dengan tambahan atau topping rempah. Rempah yang berbahan dasar segala macam empon empon itu dijadikan topping pendamping sambel.

“Ciri khas lalapan ini adalah rempahnya. kita olah terus dijadikan bumbu rempah khusus. ada yang kering ada yang basah. Bumbu rempah biasanya untuk ungkep. Disini, rempah saya olah menjadi kayak sambel,” jelas Agus Pranatan, pemilik Lalapan Pak Natan, Rabu (31/8/2022).

Warung-Lalapan-Pak-Natan-b.jpgPenampakan nasi putih dan ayam goreng yang ditaburi rempah di Warung Lalapan Pak Natan di Jalan Trisula Desa Dawuhan Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar Jawa Timur. (Foto: Sholeh/TIMES Indonesia)

Lalapan Pak Natan menyediakan beberapa menu khas Lalapan. Mulai dari Lalapan ayam, bebek dan ayam kampung.

Sedangkan, topping rempah ada dua macam yaitu rempah basah dan rempah kering. Dikatakan Agus, rempah basah ditaburkan di atas ayam atau bebek. Sementara, rempah kering ditaburkan di Nasi hangat.

“Rempah itu yang membedakan dengan lalapan lain. kalau sambelnya mungkin hampir sama saja kita pakai sambal bawang,” tambahnya.

Agus mengatakan, dari semua jenis rempah-rempah itu ia olah. Pertama dihaluskan, direbus kemudian ditambahin beberapa bumbu untuk dijadikan kering dan basah. Sensasi menikmati lalapan dengan rempah ini memang berbeda. 

TIMES Indonesia yang diberikan kesempatan mencicipi merasakan perpaduan yang pas antara sambel bawang dan topping rempah.

Rempah kering yang ditabur di atas nasi semakin membuat gurih nasi tersebut. di sisi lain, rempah basah yang ditabur diatas ayam goreng juga menambah gurih. 

Baca Juga :   Foto: Bergaya Ala 80-an - Kanal Aceh

“Rempah basah yang ditabur di ayam lebih berwarna kuning dan memiliki tekstur rasa mirip kari. Kalau rempah kering berwarna coklat gelap,” lanjut Agus.

Lalapan Pak Natan sendiri baru saja dibuka sehari yang lalu. Tepatnya Selasa (30/8/2022) kemarin. Sebelumnya, Agus menjual lalapan rempahnya secara online sejak April 2022.

Tak disangka inovasi masakan tersebut dapat diterima oleh masyarakat. Tidak lama kemudian, ia telah banyak mendapatkan pelanggan setia selama lima bulan terakhir.

Warung-Lalapan-Pak-Natan-c.jpgDaftar menu Lalapan Pak Natan di Jalan Trisula Desa Dawuhan Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar Jawa Timur. (Foto: Sholeh/TIMES Indonesia)

“Alhamdulillah mulai April sampai bulan Agustus ini, omzet kita sampai 10 juta selama 5 bulan itu. Sebelum kita punya warung ini kita hanya mendapatkan pesan secara online dari sekolah atau kantor desa yang menggelar rapat,” jelasnya.

Agus mengutarakan pernah ingin mencoba bisnis angkringan sebelum memutuskan mendirikan lalapan Pak Natan. Namun ia amati bahwa angkringan itu hanyalah bisnis kuliner musiman. akhirnya ia memilih lalapan cari yang menurutnya bisnis kuliner permanen.

 “Lalapan kan dari zaman dulu sampai sekarang itu kan tetap ada. seperti Soto dan pecel yang menjadi sebuah makanan yang ciri khas daerah,” katanya.

Ada 5 paket menu lalapan di Lalapan Pak Natan. Yakni paket hemat Rp 10 ribu yang berisi ayam krispi, nasi putih, lalapan, sambal dan teh lemon. Yang kedua, paket reguler Rp 12 ribu terdiri dari ayam dan tahu goreng, nasi putih, lalapan, sambal dan teh lemon.

Yang ketiga, Paket Premium Rp 15 ribu terdiri atas, ayam goreng, tahu goreng, nasi putih, lalapan, sambal dab teh lemon ukuran besar. Selanjutnya ada paket ayam kampung Rp 22 ribu yang isinya ayam kampung goreng, tahu goreng, nasi putih, lalapan, sambal dan teh lemon.

Baca Juga :   Akademisi: KDRT mempengaruhi mental anak dalam pertumbuhannya - ANTARA News Palu, Sulawesi Tengah - ANTARA News Palu, Sulawesi Tengah

Dan terakhir, paket bebek goreng Rp 24 ribu yang berisi bebek goreng, tahu goreng, nasi putih, lalapan, sambal dan teh lemon.

“Itu yang yang paket premium kita pakai ayam potong. kalau ayam kampung biasanya memang orang-orang yang berselera khusus. Karena harga lebih mahal,” jelas Agus selaku pemilik Lalapan Pak Natan di Kabupaten Blitar. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.


Artikel ini bersumber dari : www.timesindonesia.co.id.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *