Sambut Siswa Student Exchange dari Negara Belgia akan Belajar selama Setahun

Diposting pada

Guru seni Smamda Surabaya, Ustadz Rahmad Setyo Wibowo SPd MHum mengajari Alice Oudot cara membatik disaksikan para siswa peserta Program Student Exchange. [trie diana]

Smamda Surabaya Gelar Welcome Party
Surabaya, Bhirawa
SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya menggelar welcome party di Ruang Rapat lantai 4 Smamda, Senin (29/8) kemarin. Welcome party digelar untuk menyambut siswi asal Negara Belgia, Alice Oudot, dari L Institut de L Enfant Jesus di Kota Nivelles, Belgia. Alice Oudot yang kini duduk di kelas XI ini akan belajar di Smamda Surabaya selama dua semester atau satu tahun tahun ajaran 2022/2023.
Dalam welcome party ini, Alice Oudot disambut Kepala Smamda, Ustadz Astajab, Ketua PCM Ngagel Surabaya, Drs Ahmad Zaini MPd dan Wakil Ketua PCM Ngagel Surabaya, Farid Effendi SSos, para guru dan para siswa peserta Program Pertukaran Pelajar.
Dihadapan para guru dan siswa yang menghadiri welcome party, Alice Oudot dalam sambutannya menyatakan sangat senang berkesempatan bisa belajar di Smamda Surabaya. Dan siap belajar dengan para siswa lainnya, terkait science, Bahasa Indonesia, budaya dan tradisi yang ada di Indonesia selama satu tahun.
Gadis cantik berhidung mancung ini sangat senang ketika disuguhi Tarian Saman asal Aceh. Bahkan Alice Oudot ingin belajar Tarian Saman dan sempat diajari Tim Tari Saman Smamda, hingga bisa menari Saman sampai satu part. Tidak hanya itu, ketika disuguhi jajanan tradisional, seperti ketan hitam, gethuk, puli, lopes, cenil, klepon hingga Polo Pendem. Alice Oudot antusias mencoba semua jajanan.
Ketika ingin mencicipi Klepon, gadis berambut pirang ini diberitahu agar saat mengunyah dan menggigit klepon dengan bibirnya sambil ditutup agar gula jawa yang ada di dalam jajan tradisional ini tidak keluar. Namun, Alice Oudot kaget ketika dengan keras mengunyah dan menggigit klepon sampai gula jawa cair isi keluar hingga mengotori baju seragam sekolahnya. Sedangkan untuk permainan tradisional, Alice Oudot diperkenalkan permainan dakon, bekel hingga belajar membatik.
Ketika ditanya melalui penterjemah salah satu siswi Smamda Surabaya, Alice Oudot mengaku, telah mempelajari beberapa kata dalam Bahasa Indonesia dan mencoba makanan khas Indonesia, diantaranya telah mencoba nasi goreng, pisang goreng dan makanan instan indomie. Sementara untuk permainan dakon yang ada di Indonesia hampir mirip dengan permainan dakon di Negara Eropa, sedangkan untuk membatik, Alice Oudot mengatakan tertarik untuk belajar dan akan membatik lebih baik lagi.
Sedangkan untuk berkomunikasi, Alice Oudot mengaku masih kesulitan dalam berkomunikasi dengan teman – temannya di Smamda, namun akan terus belajar Berbahasa Indonesia agar bisa berkomunikasi Bahasa Indonesia dengan teman – teman lebih lancar lagi. Dan selama di Indonesia, Alice Oudot akan tinggal di rumah orang tua Shofia Anyunari, siswa kelas XI MIPA 1, yang telah sepekan berangkat di Belgia untuk belajar di L Institut de L Enfant Jesus selama setahun juga.
Kepala Smamda Surabaya,Ustadz Astajab menjelaskan, Program Pertukaran pelajar tahun ajaran 2022/2023 ini, satu siswa L Institut de L Enfant Jesus yakni Alice Oudot belajar di Smamda Surabaya, sedangkan siswa Smamda yang belajar di L Institut de L Enfant Jesus dan selama belajar di Belgia Shofia Anyunari akan tinggal di rumah keluarga Alice Oudot.
Ustadz Astajab menjelaskan, di Smamda Alice Oudot akan mempelajari science, belajar Bahasa Indonesia dan belajar Budaya Indonesia. Diharapkan siswa student exchange yang belajar di Smamda Surabaya selama satu tahun, nantinya sebelum pulang kembali ke negara harus sudah bisa berbahasa Indonesia dengan lancar dan mengetahui budaya dan tradisi di Indonesia.
“Selama belajar di Smamda pada awal – awal pembelajaran akan didampingi guru Bahasa Inggris atau temannya di kelas yang sudah lancar berbahasa Inggris, untuk membantu berkomunikasi setidaknya antara tiga hingga empat bulan, dan setelahnya diharapkan sudah bisa mandiri berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia, baik dengan teman – temannya maupun dalam pembelajaran di kelas,” harap Ustadz Astajab.
Sebelumnya, pada tahun 2019/2020 Smamda Surabaya juga telah menerima student exchange dari Negara Meksiko, yang belajar di Smamda selama satu tahun. Tahun 2018/2019, satu siswa dari Negara Brazil dan satu siswa dari Negara Jerman juga telah belajar di Smamda selama satu tahun. [fen]

Baca Juga :   Raup Omset Rp 2 Juta Sehari, Tenaga Honorer ini Sukses Rintis Usaha Roti


Artikel ini bersumber dari : www.harianbhirawa.co.id.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *