Saung Produksi Kopi dan Kapulaga Milik Kelompok Tani di Pangandaran Terbakar

Diposting pada

TIMESINDONESIA, PANGANDARAN – Sebuah saung tempat produksi hasil bumi petani di Blok Munggang Mindi Belender, Desa Kersaratu, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat hangus terbakar.

Warga setempat Gugi mengatakan, atas kejadian itu kerugian ditaksir mencapai Rp40 juta, beruntung tidak ada korban jiwa dari insiden tersebut.

“Kejadian terbakarnya saung tempat produksi hasil bumi petani ini berasal dari pemanas atau penggarangan kapulaga,” kata Gugi, Sabtu (24/9/2022).

Saung rumah produksi itu merupakan milik Kelompok Tani Cintabumi Junior yang dikelola oleh Edi.

Beberapa peralatan dan kebutuhan pengolahan pertanian hangus terbakar. Selain itu, peralatan mesin potong rumput, 700 kilogram pupuk, 40 kilogram kapulaga kering hasil panen anggota Kelompok Tani ikut juga terbakar.

Kobaran-api-membakar-saung-produksi-ba426208ecc0cc1cc.jpgWarga melakukan pemadaman kobaran api menggunakan peralatan seadanya (Sumber Foto : Gugi)

“Kapulaga itu memiliki kandungan yang seperti minyak, sehingga rawan dan rentan terbakar oleh api,” jelas Gugi.

Penghasil Kopi Robusta Pangandaran

Blok Belender dikenal sebagai wilayah penghasil kopi robusta meski tergolong komoditas baru untuk penghasil kopi di Provinsi Jawa Barat.

Sebenarnya kopi robusta ini sudah ada sejak lama, tapi baru-baru ini dikenalkan ke masyarakat umum. Komoditas baru kopi robusta ini sangat menjanjikan, bahkan bisa menjadi ikon baru Pangandaran.

Sejalan perkembangannya, lahan yang semula merupakan lokasi pertanian kopi kini sering jadi salah satu lokasi edukasi dan wisata.

Perkembangan kopi robusta asal Kabupaten Pangandaran kini semakin diperhitungkan di Provinsi Jawa Barat. Kemunculan kopi robusta Pangandaran tersebut berbanding lurus dengan banyaknya kedai kopi di berbagai wilayah di Kabupaten Pangandaran.

Analis Kelembagaan di Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat menyatakan, kopi robusta Pangandaran mulai populis di Jawa Barat sejak tiga tahun lalu. Semula kopi robusta di Jawa Barat berasal dari Kabupaten Kuningan, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Karawang.

Baca Juga :   Festival Jajanan Rakyat Pemkab Indramayu dan BJB Diserbu Pembeli

Selama tiga tahun kopi robusta Pangandaran muncul ke permukaan di Jawa Barat dan popularitasnya hampir sejajar dengan daerah yang sebelumnya sudah berkembang. Stigma pola tanam kopi robusta pada daerah dingin pun kini terpatahkan dengan kemunculan kopi robusta Pangandaran. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.


Artikel ini bersumber dari : www.timesindonesia.co.id.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *