Sehatnya Berwisata Jamu di Sukoharjo, Ada Resep Tradisional sampai Kafe ala Milenial

Diposting pada

Sehatnya Berwisata Jamu di Sukoharjo, Ada Resep Tradisional sampai Kafe ala Milenial
Kafe Jamu Sukoharjo. ©2022 YouTube Loka POM di Surakarta/ Merdeka.com

Merdeka.com – Jamu menjadi ramuan yang diburu untuk meringankan sejumlah penyakit. Minuman tersebut dibuat dari berbagai rempah, mulai dari jahe, kencur sampai temulawak. Di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, racikan jamu bisa dijumpai dengan ragam varian mulai dari tradisional sampai yang dikemas ala kafe.

Daerah yang bertetangga dengan Kota Solo itu memang dikenal sebagai sentranya minuman jamu di Provinsi Jawa Tengah. Saking kesohornya, wilayah tersebut cocok untuk dijadikan sebagai wisata jamu. Sentra jamu di Sukoharjo terletak di Pasar Nguter, Kecamatan Nguter, tepatnya di Kampung Semar.

Di Pasar Nguter, ada berbagai olahan jamu rempah yang bisa dipesan mulai dari racikan langsung maupun yang sudah dikemas. Tidak heran jika lokasi ini jadi wisata jamu sehat. Hal ini dikarenakan hampir semua warganya memproduksi jamu tradisional.

2 dari 6 halaman

Jadi Kampung Jamu

kafe jamu sukoharjo

©2022 YouTube Loka POM di Surakarta/ Merdeka.com

Mengutip dari ANTARA, cocok kiranya jika Pasar Nguter dijadikan sebagai kampung jamu yang kesohor di Jawa Tengah. Hal ini karena para peracik jamu terdahulu mencoba melestarikan tradisi membuat racikan jamu, dan terus berkembang pesat selama bertahun-tahun hingga menjadi ratusan pengusaha yang berpusat di Pasar Jamu Nguter.

Bahkan penetapan wisata jamu sendiri turut dipertegas oleh Puan Maharani yang kala itu menjabat Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Menurut pemerintah, potensi industri jamu rumahan yang ada di kabupaten itu bisa menjadi daya tarik wisata.

Adapun bahan empon-empon menjadi unsur utama yang banyak ditemukan di racikan jamu khas Pasar Nguter, Kabupaten Sukoharjo dan wajib untuk dicicipi dalam meningkatkan kebugaran tubuh, terutama di musim pancaroba seperti sekarang.

3 dari 6 halaman

Sejarah Jamu Sukoharjo

Tidak diketahui secara pasti kapan warga Nguter pertama kali meracik jamu tradisional. Namun berdasarkan keterangan warga di sana, geliat pembuatan jamu tradisional sudah mulai dilakukan sejak zaman kerajaan Mataram Kuno.

Baca Juga :   Bukti Komitmen Serius, Hari Ini 10 Ton ‘Bareh Solok’ Dikirim Ke PT. Food Station

Konon saat itu proses pembuatannya masih sangat tradisional dan terbatas, karena hanya segelintir warga saja yang bisa membuat racikan jamu yang pas. Pembuatannya pun masih menggunakan tangan, dan tanpa bantuan alat.

Pembuatan jamu kala itu dimulai dari membersihkan rempah seperti kencur, kunyit, cengkeh sampai kayu manis dengan cara direndam di satu tempat berisi air. Kemudian, bahan-bahan tersebut ditumbuk sampai lumat di lumping, dan langsung diseduh menggunakan air panas untuk diminum.

Mulanya, kaum ibu yang memegang peran penting pembuatan jamu di Nguter. Mereka meracik ramuan jamu di rumah, di sela-sela rutinitas rumah tangga dan mengurus anak. Kebiasaan ini yang kemudian ditularkan secara turun temuru kepada keturunannya hingga dikenal secara luas di Sukoharjo.

4 dari 6 halaman

Terkenal sebagai Asal Tempat Jamu Gendong

patung jamu sukoharjo

Patung Jamu di Sukoharjo ©istimewa

Di luar kota, keberadaan jamu asal Nguter, Sukoharjo ini tidak bisa dilepaskan dari jasa para warga yang merantau. Kebanyakan mereka menjajakan jamunya dengan cara disimpan di botol, lalu dibawa berkeliling tempat menggunakan wadah bernama Tenggok Bambu.

Dari sana, warga Sukoharjo mulai berpencar ke banyak kota dan kabupaten, hingga dikenal sebagai penjual jamu gendong. Hal ini semakin menguatkan identitas Kabupaten Sukoharjo sebagai asal daerah dari penjual jamu gendong.

Diungkapkan Ketua Koperasi Jamu Indonesia (Kojai) Sukoharjo, Suwarsi Moertedjo, sejarah dicanangkan Kampung Jamu Tradisional Nguter Kabupaten Sukoharjo, pada 2015.

Jumlah peracik jamu di Pasar Nguter sendiri di tahun 1994 hanya 15 orang. Untuk mewadahi mereka, pada 30 Juli 1995 silam didirikan Kojai Sukoharjo, dengan keanggotaan mencapai 20 orang. 

Anggota Kojai merupakan warga asli Nguter, yang kemudian banyak merantau ke ibu kota. Jamu tradisional setempat pun kemudian berkembang pesat. Bahkan, satu kampung warga Nguter pernah beramai-ramai “bedol desa” untuk mengadu nasib merantau ke Jakarta sebagai penjual jamu gendong.

Baca Juga :   Wuihh... Kopi hingga Bumbu Rendang Khas Sumbar Dipamerkan di Norwegia : Okezone Travel

5 dari 6 halaman

Macam-Macam Jamu Asal Nguter Sukoharjo

Ada banyak jamu yang sudah dihasilkan oleh masyarakat di Kecamatan Nguter. Beberapa yang terkenal di antaranya, beras kencur, kunir asem, temulawak, jamu pahitan, jamu pegel linu sampai jamu penambah keperkasaan lelaki.

Tak hanya itu, mereka bahkan bisa membuat ramuan jamu khusus bagi ayam aduan dan hewan lainnya agar bisa menang.

Varian yang juga sudah dikembangkan saat ini ada yang berbentuk kapsul, sampai dengan kosmetik.

Usaha jamu di Kabupaten Sukoharjo pun saat ini sudah semakin berkembang. Banyak pengusaha jamu mendaftarkan perizinan ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), sehingga dijamin aman dan sehat.

6 dari 6 halaman

Ada Kafe Jamu

Saat ini, modifikasi jamu asal Nguter terus dilakukan oleh masyarakat di sana. Pasar Nguter pun terlihat sudah direnovasi sehingga menjadi bagus. Selain menjamin keamanan produk, Badan POM juga telah mengusulkan Pasar Nguter menjadi destinasi wisata jamu di Sukoharjo.

Untuk menjangkau milenial, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo kemudian juga menindaklanjuti dengan memberikan fasilitas untuk membuka Kafe Jamu dengan menu minuman yang serupa dengan konsep kekinian namun tetap sehat.

Produk jamu yang dijual pun telah dikombinasikan dengan selera anak muda, sehingga kesan jamu sebagai minuman pahit pun hilang.

Menariknya, Kafe Jamu di Pasar Nguter Sukoharjo menjadi satu-satunya yang berdiri di Indonesia pada 2019. Berbagai jenis jamu yang tersedia di Kafe Jamu antara lain campuran kunyit asem susu kedelai, cokelat jahe, kopi susu beras kencur, temulawak bunga telang, kunyit asem air kelapa,kopi susu jahe, beras kencur susu, teh jahe, temulawak, beras kencur, jinten susu jahe, kunyit asem soda, jahe jeruk sere, jahe susu, es uwuh, dan kunyit asem.

Sampai sekarang, pengiriman bahan baku jamu kering terus diperluas baik ke Sumatera, Kalimantan dan pulau-pulau lainnya di Indonesia.

[nrd]


Artikel ini bersumber dari : www.merdeka.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *