Sengkol Jadi Desa Terakhir Studi Tiru 47 Kades Boltim

Diposting pada

Rombongan Kades asal Boltim saat berada di Desa Sengkol

Boltim, BeritaManado.com – Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Barat menjadi desa terakhir 47 Kepala Desa (Kades) asal Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melakukan studi tiru di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di Sengkol, 47 Kades disuguhi destinasi wisata kebudayaan yang masih dipertahankan oleh salah satu suku di NTB yaitu Sasak Ende.

Dimana, para warga masih tinggal di rumah adat Bale Tani yang dibangun dari bambu dan beratapkan jerami.

Pemukiman Sasak Ende sendiri terletak tepat di tepi jalur menuju Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid (Bizam), dan masih masuk dalam kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

Saat tiba pada Jumat, 26 Agustus 2022 pukul 10.00 WIB, 47 Kades disambut baik oleh masyarakat Sengkol keturunan Suku Sasak Ende di depan pintu masuk.

Setelah itu, rombongan Kades yang dipimpin langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Boltim, Hendra Tanggel diporbolehkan masuk ke pekarangan rumah warga.

Para Kades pun langsung disambut dengan makanan dan minuman khas Suku Sasak Ende, yang diantaranya jagung dan ramuan jamu.

Kemudian para Kades dikumpulkan di sebuah pendopo untuk menonton tarian Peresean khas Sasak Ende.

Tarian Peresean sering diperagakan masyarakat keturunan Sasak Ende untuk memanggil hujan, dikala musim kemarau melanda.

Kepala DPMD Boltim, Hendra Tanggel mengatakan jika kedatangan 47 Kades di di Sengkol untuk mempelajari pengembangan wisata kebudayaan yang masih dilestarikan terus oleh warga keturunan suku Sasak Ende.

“Pemukiman Sasak Ende ini sangat unik. Semua masih tradisional. Mulai dari rumah, masjid, gedung pertemuan hingga masyarakatnya masih memegang teguh warisan leluhur,” kata Hendra.

Untuk itu, lanjut Hendra, para Kades dari Boltim perpu mempelajari cara masyarakat Suku Sasak Ende menjaga dan merawat budaya leluhur mereka.

Baca Juga :   Kuliner Jakarta, Rekomendasi 8 Lokasi Warung Ketoprak Enak Cocok untuk Makan Siang

“Berkat tradisi leluhur yang terus dijaga, banyak wisatawan asing atau lokal yang datang untuk melihat hanya sekedar ingin tahu prose kehidupan di dalam pemukiman suku Sasak Ende,” ujar Tanggel.

Hendra juga berterima kasih kepada segenap Pemerintah Desa Sengkol yang sudah meluangkan waktu dan membuka hati menerima kunjungan dari 47 Kades dari Boltim.

“Terima kasih atas penyambutannya yang sangat meriah. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk masyarakat suku Sasak Ende dan,” pungkas Hendra.

Diketahui, 47 kepala desa juga mempertontonkan tarian dana-dana khas Mongondow yang dipimpin langsung Kepala DPMD Boltim.

Turut hadir mendampingi rombongan studi tiru kades tersebut, Kepala Inspektorat Daerah Hardiman Pasambuna, Kepala PP-KB Rosita Pobela, Anggota DPRD Boltim Revvy Lengkong dan Alamri Matiala.

(***/andrymohama)

Berita Terbaru

  • Kapolres Tunjuk Ipda Harun Panglima Pimpin Polsubsektor Kota Selatan
  • Semua Tentang Payroll Software: Definisi, Fungsi dan Manfaatnya
  • Waspada Penipuan Lewat Media Sosial, BRI Turut Aktif Ungkap Kejahatan Perbankan
  • Apa Itu Aplikasi Kepegawaian, Jenis dan Manfaatnya?
  • Niat Jadi Kumtua Warukapas, Eks Napi Korupsi Punya SKCK ‘Bersih’, Sempat Lolos di Pengadilan Negeri
  • Sengkol Jadi Desa Terakhir Studi Tiru 47 Kades Boltim
  • Yongkie Limen Soroti Semrawutnya Kabel PLN
  • Open Turnamen Al-Ikhlas Cup Resmi Dibuka Camat Kotabunan 
  • Ranperda Inisiatif DPRD Segera Rampung

Artikel ini bersumber dari : beritamanado.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *